ISTIGHFAR merupakan salah satu dzikir yang sangat dianjurkan dalam Islam. Istighfar berarti memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, mungkin masih banyak yang bertanya, berapa kali sebaiknya membaca istighfar dalam sehari? Apakah ada jumlah tertentu yang harus dipenuhi? Lalu, apakah membaca istighfar lebih dari jumlah tersebut diperbolehkan?
BACA JUGA: Apa yang Terjadi Jika Seseorang Jarang Berdzikir kepada Allah?
Rasulullah SAW Banyak Membaca Istighfar
Rasulullah SAW merupakan manusia yang paling baik dalam beribadah kepada Allah. Meskipun beliau telah dijaga dari dosa, beliau tetap banyak memohon ampun kepada Allah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.
Dalam riwayat lain dari Imam Muslim, Rasulullah SAW disebut beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Jumlah tersebut juga menjadi contoh bagi umat Islam untuk tidak meninggalkan istighfar dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah Harus Tepat Seratus Kali?
Membaca istighfar sebanyak seratus kali dalam sehari merupakan amalan yang baik karena terdapat hadis yang menunjukkan hal tersebut. Namun, seorang Muslim tidak harus menganggap bahwa seratus kali merupakan batas wajib yang tidak boleh kurang atau lebih.
Jika seseorang mampu membaca istighfar seratus kali setiap hari, hal tersebut tentu merupakan kebiasaan yang baik. Jika mampu lebih banyak, ia juga diperbolehkan memperbanyak istighfar.
Sebaliknya, orang yang baru mulai membiasakan diri dapat memulainya secara bertahap. Misalnya, membaca istighfar sepuluh atau dua puluh kali terlebih dahulu, kemudian meningkatkannya sesuai kemampuan.
Yang terpenting adalah membangun kebiasaan dan menjaga keikhlasan dalam berdzikir.
Lebih Baik Sedikit tetapi Rutin
Dalam beribadah, konsistensi merupakan sesuatu yang penting. Seseorang tidak perlu memaksakan diri membaca istighfar dalam jumlah yang sangat banyak jika akhirnya hanya dilakukan sesekali.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun jumlahnya sedikit.
Karena itu, membiasakan diri membaca istighfar setiap hari merupakan langkah yang baik. Misalnya, seseorang dapat menyediakan waktu setelah shalat, pada pagi dan sore hari, atau sebelum tidur.
Dengan cara tersebut, istighfar menjadi bagian dari rutinitas harian dan tidak mudah terlupakan.
Istighfar Tidak Hanya Saat Melakukan Dosa
Sebagian orang mengira bahwa istighfar hanya perlu dilakukan setelah melakukan dosa. Padahal, istighfar memiliki makna yang lebih luas.
Seorang Muslim dianjurkan untuk terus memohon ampun kepada Allah karena manusia tidak pernah luput dari kekurangan dan kesalahan. Bahkan, Rasulullah SAW yang merupakan manusia pilihan Allah tetap memperbanyak istighfar.
Istighfar juga dapat menjadi bentuk kerendahan hati seorang hamba. Seseorang mengakui bahwa dirinya membutuhkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
Karena itu, jangan menunggu melakukan dosa besar untuk membaca istighfar. Biasakan mengucapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Bacaan Istighfar yang Bisa Diamalkan?
Ada banyak bentuk istighfar yang diajarkan dalam Islam. Salah satu yang paling sederhana adalah membaca:
Astaghfirullah, yang berarti “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Bacaan tersebut dapat diulang kapan saja. Selain itu, terdapat pula doa istighfar yang lebih panjang, seperti Sayyidul Istighfar yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Seseorang dapat memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya. Yang penting, ia memahami bahwa istighfar merupakan permohonan ampun kepada Allah dan mengucapkannya dengan hati yang sungguh-sungguh.
BACA JUGA: Apakah Wanita Haid Boleh Berdzikir?
Jadi, tidak ada batas maksimal dalam membaca istighfar setiap hari. Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memperbanyak istighfar, di antaranya sebanyak seratus kali dalam sehari berdasarkan hadis riwayat Muslim.
Seorang Muslim dapat menjadikan seratus kali sebagai target harian. Namun, tidak perlu merasa terbebani jika belum mampu mencapainya. Mulailah dari jumlah yang sanggup dilakukan secara rutin, kemudian tingkatkan secara bertahap.
Yang paling penting bukan hanya banyaknya jumlah istighfar, tetapi juga keikhlasan dan kesadaran ketika mengucapkannya. Semoga kebiasaan memperbanyak istighfar membuat hati semakin dekat kepada Allah SWT dan mendorong kita untuk terus memperbaiki diri.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

