Gimana Sih Ceritanya Sedekah Ga Mengurangi Rezeki?

M Hasbi Maulana
4 Min Read
Foto: Freepik

PERNAHKAH  kita ingin bersedekah, tetapi kemudian berpikir, “Kalau uang ini diberikan, nanti uang saya berkurang?”

Perasaan seperti itu sangat manusiawi. Kita memiliki kebutuhan. Ada tagihan yang harus dibayar. Ada keluarga yang harus dinafkahi. Ada pula kebutuhan yang tidak terduga.

Namun, Islam mengajarkan cara pandang yang berbeda tentang harta. Sedekah memang membuat jumlah uang di tangan kita berkurang. Tetapi, berkurangnya uang tidak selalu berarti berkurangnya rezeki.

Rasulullah ﷺ bersabda, **“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.”** Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Apa Maksudnya Tidak Mengurangi Harta?

Hadis tersebut bukan berarti seseorang memberikan Rp100.000 lalu secara langsung memiliki Rp200.000 di dompetnya.

Maknanya lebih luas.

Sedekah dapat menjadi sebab datangnya keberkahan. Allah dapat mengganti apa yang diberikan dengan bentuk yang berbeda. Bisa berupa tambahan rezeki. Bisa berupa kemudahan dalam urusan. Bisa berupa kesehatan. Bisa pula berupa perlindungan dari sesuatu yang buruk.

BACA JUGA:  Orang-Orang yang Merugi dengan Sedekahnya, Siapa Saja?

Karena itu, ukuran rezeki tidak hanya berdasarkan jumlah uang.

Orang yang memiliki banyak uang belum tentu merasa cukup. Sebaliknya, orang yang sederhana dapat merasakan ketenangan karena hartanya penuh keberkahan.

Al-Qur’an Menjelaskan Balasan Sedekah

Allah memberikan gambaran yang sangat indah dalam QS. Al-Baqarah ayat 261.

Allah mengumpamakan orang yang menginfakkan hartanya seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Setiap tangkai menghasilkan seratus biji. Allah kemudian menyatakan bahwa Dia melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.

Gambaran ini menunjukkan bahwa kebaikan tidak berhenti pada apa yang terlihat.

Kita mungkin memberikan sedikit. Tetapi Allah dapat memberikan balasan yang jauh lebih besar.

Inilah salah satu alasan mengapa seorang Muslim dianjurkan tidak terlalu takut berbagi.

Sedekah Bukan Berarti Mengabaikan Kebutuhan

Meski demikian, bersedekah bukan berarti kita harus memberikan seluruh harta.

Islam juga mengajarkan keseimbangan.

Kebutuhan diri sendiri tetap harus diperhatikan. Keluarga juga memiliki hak. Hutang dan kewajiban tidak boleh diabaikan.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Sedekah dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana.

Tidak harus menunggu kaya.

Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan adalah sedekah. Membantu tetangga juga dapat menjadi kebaikan. Memberikan sebagian penghasilan kepada orang yang membutuhkan pun termasuk bentuk kepedulian.

Yang terpenting adalah keikhlasan.

Sedekah Juga Mengubah Diri

Sedekah tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan harta.

Sedekah juga mendidik hati.

Ketika seseorang memberi, ia belajar melepaskan rasa terlalu memiliki. Ia belajar bahwa harta hanyalah titipan.

Sedekah juga dapat memperkuat hubungan sosial. Orang yang menerima merasa diperhatikan. Orang yang memberi belajar peduli.

Dari sisi psikologis, tindakan memberi dan kemurahan hati juga banyak dikaji dalam kaitannya dengan kesejahteraan dan hubungan sosial. Namun, manfaat psikologis tidak boleh dijadikan satu-satunya alasan bersedekah. Bagi seorang Muslim, tujuan utamanya tetap mencari ridha Allah.

Jangan Takut Menjadi Orang yang Suka Memberi

Kadang kita terlalu sibuk menghitung apa yang keluar.

Kita lupa menghitung apa yang sudah Allah berikan.

Kita menghitung uang yang disedekahkan. Tetapi kita lupa bahwa kesehatan, keluarga, waktu, kesempatan bekerja, dan kemampuan menikmati kehidupan juga merupakan rezeki.

Sedekah mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadi orang yang pandai menerima.

Kita juga perlu belajar memberi.

BACA JUGA:  Kemuliaan untuk Ahli Sedekah Subuh

Rezeki Tidak Selalu Berbentuk Uang

Jadi, benarkah sedekah tidak akan mengurangi rezeki?

Jawabannya: **benar, jika dipahami sebagaimana ajaran Islam.**

Secara jumlah, uang yang kita keluarkan memang berkurang. Tetapi rezeki dan keberkahan tidak dapat diukur hanya dengan saldo rekening.

Allah menjanjikan balasan bagi orang yang berinfak di jalan-Nya. Bahkan Al-Qur’an menggambarkan balasannya dapat dilipatgandakan.

Maka, jangan menunggu menjadi kaya untuk bersedekah.

Mulailah dari yang mampu.

Sedikit tetapi rutin. Sederhana tetapi ikhlas.

Sebab boleh jadi, uang yang kita keluarkan hari ini bukan sedang mengurangi rezeki.

Boleh jadi, itulah jalan yang Allah pilih untuk menghadirkan keberkahan dalam hidup kita. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *