PERNAH melihat handuk mandi bapak-bapak yang lama-lama berubah warna?
Awalnya putih atau cerah.
Beberapa minggu kemudian mulai kusam.
Lalu muncul bercak kehitaman, terutama di bagian yang sering digunakan.
Apakah itu karena bapak-bapak memang lebih “jorok”?
Belum tentu. Ada beberapa alasan mengapa handuk bisa cepat kotor, lembap, dan berubah warna.
1. Handuk Sering Dipakai dalam Kondisi Masih Basah
Ini salah satu penyebab paling umum.
Setelah mandi, handuk digunakan untuk mengeringkan tubuh sehingga menjadi lembap.
Jika setelah itu langsung digantung dalam kondisi terlipat atau berada di ruangan yang kurang memiliki sirkulasi udara, handuk akan sulit kering.
Kondisi lembap yang berlangsung lama dapat menjadi tempat mikroorganisme berkembang.
BACA JUGA: Jangan Taruh Handuk Basah di Kamar Terlalu Lama, Ini Bahayanya!
2. Jarang Dicuci
Ada kebiasaan yang sering terjadi:
“Kan handuk cuma dipakai setelah mandi, jadi masih bersih.”
Padahal, handuk tetap menyerap keringat, minyak kulit, sel kulit mati, dan berbagai mikroorganisme dari tubuh.
Jika digunakan berkali-kali tanpa dicuci, kotoran tersebut akan menumpuk.
Akibatnya, handuk menjadi bau, kusam, bahkan dapat muncul noda kehitaman.
3. Sering Dijemur di Tempat yang Kurang Sinar Matahari
Handuk yang selalu dijemur di kamar mandi atau tempat lembap akan lebih sulit benar-benar kering.
Padahal, setelah digunakan, handuk sebaiknya dikeringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik dan memungkinkan handuk benar-benar kering.
Jangan hanya dilipat lalu ditaruh begitu saja.
4. Sisa Produk Perawatan Tubuh
Sabun, sampo, minyak rambut, pelembap, dan produk perawatan lainnya dapat meninggalkan residu pada handuk.
Jika tidak dicuci dengan baik, residu tersebut dapat menumpuk dan membuat kain terasa lebih kusam atau kaku.
Karena itu, jangan menggunakan deterjen terlalu sedikit ketika mencuci handuk yang sudah lama kotor.
Namun, terlalu banyak deterjen juga tidak baik karena dapat meninggalkan residu pada kain.
5. Minyak dan Keringat Tubuh Ikut Menempel
Tubuh manusia secara alami menghasilkan minyak dan keringat.
Meskipun sudah mandi, kulit tetap dapat menghasilkan sebum.
Ketika handuk digunakan berulang kali, sebagian minyak, keringat, dan sel kulit mati dapat berpindah ke kain.
Lama-kelamaan handuk terlihat semakin kusam.
6. Handuk Tidak Benar-Benar Kering
Ini bagian yang sering dilupakan.
Handuk mungkin terasa “tidak basah”, tetapi sebenarnya masih menyimpan kelembapan di bagian seratnya.
Jika langsung digunakan lagi atau ditumpuk dengan pakaian dan handuk lain, kelembapan tersebut dapat terperangkap.
Akibatnya, bau apek dan perubahan warna lebih mudah muncul.
7. Bisa Jadi Sudah Ada Jamur
Jika muncul bercak hitam atau kehijauan yang semakin menyebar dan disertai bau apek, bisa saja terdapat pertumbuhan jamur.
Jangan hanya menyemprotkan pewangi lalu tetap menggunakannya.
Cuci dengan benar dan pastikan handuk benar-benar kering.
Jika kondisinya sudah sangat buruk dan noda tidak dapat dihilangkan, lebih baik menggantinya.
8. Bapak-Bapak Kadang Memakai Handuk untuk Banyak Hal
Ini juga sering terjadi.
Handuk mandi dipakai untuk mengeringkan rambut, wajah, tangan, bahkan kadang untuk mengelap benda lain.
Padahal, sebaiknya handuk mandi digunakan khusus untuk tubuh.
Pisahkan handuk mandi dari kain lap untuk membersihkan benda atau permukaan rumah.

9. Handuk Perlu Dicuci Secara Rutin
Tidak ada aturan bahwa handuk harus menunggu sampai terlihat hitam baru dicuci.
Handuk yang digunakan secara rutin sebaiknya dicuci secara berkala dan lebih sering jika mudah lembap, sering berkeringat, atau digunakan bersama anggota keluarga lain.
Setelah dicuci, pastikan handuk kering sepenuhnya sebelum digunakan kembali.
10. Jangan Lupa: Handuk Juga Bisa Menjadi Sumber Masalah Kebersihan
Handuk yang lembap dan kotor bukan hanya masalah penampilan.
Kondisi tersebut dapat membuat kulit terpapar lebih banyak mikroorganisme dan pada sebagian orang dapat berkontribusi terhadap masalah kulit.
Karena itu, menjaga kebersihan handuk merupakan bagian dari menjaga kebersihan tubuh.
BACA JUGA: Seberapa Kotor Handuk yang Jarang Dicuci?
Jadi, Kenapa Handuk Bapak-Bapak Bisa Hitam?
Bukan karena “bapak-bapak memang begitu”.
Biasanya karena kombinasi:
sering digunakan, jarang dicuci, lembap terlalu lama, kurang terkena udara, dan kotoran tubuh yang menumpuk.
Mulai sekarang, setelah mandi jangan asal melempar handuk ke tempat tidur atau menggantungkannya dalam kondisi terlipat.
Bentangkan.
Keringkan.
Cuci secara rutin.
Dan jangan gunakan handuk mandi untuk mengelap benda lain.
Karena tubuh sudah bersih setelah mandi.
Jangan sampai handuknya justru menjadi sumber kotoran berikutnya.
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

