RABI” bin Khutsaim-seorang ulama dari kalangan tabi’in. Ibrahim At-Taimi mengatakan,
“Seorang teman yang menemaninya selama 20 tahun memberitahu saya bahwa mereka tidak pernah mendengar Rabi’ keliru dalam khotbahnya.”
la dikenal sedikit bicara, bahkan dalam menghadapi bencana dan fitnah. Musa bin Sa’id menceritakan bahwa ketika Husain bin Ali syahid, teman Rabi’ berkata,
“Jika Rabi’ sering bicara, ia pasti akan berbicara hari ini!”
Teman itu pergi menemui Rabi’ dan memberitahukannya perihal kematian Husain bin Ali . Rabi’ kemudian melihat ke langit dan berkata:
… اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ عَلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ *
“Wahai Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang gaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya.” (QS. Az-Zumar: 46)
Sungguh menakjubkan…! Dia tidak berbicara yang berlebihan; tidak berbicara apapun, apalagi yang tidak punya pengetahuan tentangnya.
Bagaimana dengan kita saat mengomentari sebuah peristiwa? []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

