TIDAK Buang Air Besar (BAB) selama sehari mungkin masih biasa. Tapi bagaimana kalau sampai 2 hari, 3 hari, bahkan lebih?
Tenang, tidak BAB selama 3 hari belum tentu berarti kondisi darurat. Frekuensi BAB setiap orang memang berbeda. Ada yang BAB setiap hari, ada pula yang hanya beberapa kali dalam seminggu.
Namun, kalau sebelumnya Anda BAB secara rutin lalu tiba-tiba tidak BAB selama 3 hari, apalagi disertai perut tidak nyaman, feses keras, atau harus mengejan kuat, kondisi tersebut bisa mengarah pada sembelit atau konstipasi.
1. Perut Bisa Terasa Penuh dan Tidak Nyaman
Ketika feses tertahan lebih lama di usus besar, air di dalam feses semakin banyak diserap tubuh.
Akibatnya, feses bisa menjadi lebih keras dan kering sehingga semakin sulit dikeluarkan.
Perut pun dapat terasa penuh, begah, kembung, atau tidak nyaman.
BACA JUGA: Bapak Suka Kentut di Depan Anak-Anaknya, Gimana Tuh?
2. BAB Berikutnya Bisa Lebih Sulit
Semakin lama feses berada di usus, semakin besar kemungkinan teksturnya menjadi keras.
Akibatnya, ketika akhirnya BAB, seseorang mungkin harus mengejan lebih kuat.
Inilah mengapa sebaiknya jangan membiasakan menahan keinginan BAB.
3. Bisa Menimbulkan Wasir
Mengejan terlalu kuat dan terlalu sering saat BAB dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
Pada sebagian orang, hal ini dapat berkontribusi terhadap munculnya atau memburuknya wasir (hemoroid).
Karena itu, jangan memaksakan diri mengejan keras hanya karena ingin segera mengeluarkan feses.
4. Jangan Langsung Berpikir “Racun Menumpuk”
Ada anggapan bahwa kalau tidak BAB selama beberapa hari, tubuh akan langsung dipenuhi racun.
Tidak sesederhana itu.
Usus memang menyimpan feses sebelum dikeluarkan, tetapi tubuh mempunyai sistem sendiri untuk membuang berbagai zat sisa melalui usus, ginjal, hati, dan organ lainnya.
Jadi, tidak BAB selama 3 hari tidak otomatis berarti tubuh sedang keracunan.
Yang lebih penting adalah melihat gejala dan pola BAB secara keseluruhan.
5. Coba Perbaiki Kebiasaan
Kalau mengalami sembelit ringan, beberapa hal sederhana dapat membantu:
Perbanyak minum air.
Perbanyak serat dari sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Tetap aktif bergerak, misalnya berjalan kaki.

Dan ketika sudah merasa ingin BAB, jangan terus-menerus ditahan.
Perubahan pola makan sebaiknya dilakukan bertahap agar tubuh bisa beradaptasi.
BACA JUGA: Apa Penyebab Stroke yang Paling Sering?
Kapan Harus ke Dokter?
Nah, ini yang penting.
Segera cari pertolongan medis jika tidak BAB disertai nyeri perut hebat atau terus-menerus, muntah, perut sangat membengkak, tidak bisa buang gas, demam, atau terdapat darah pada tinja.
Terutama jika sembelit berlangsung berulang, semakin berat, atau merupakan perubahan baru yang tidak biasa bagi Anda.
Jadi, Tidak BAB 3 Hari, Bahaya atau Tidak?
Belum tentu berbahaya.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya angka “3 hari”-nya, tetapi kebiasaan BAB Anda, tekstur feses, dan gejala yang menyertainya.
Namun jangan pula dianggap sepele kalau tubuh memberikan tanda-tanda yang tidak biasa.
Karena BAB memang urusan yang kelihatannya sepele…
tapi dari kebiasaan BAB, kita bisa mendapatkan banyak petunjuk tentang kondisi tubuh. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

