KITA mungkin sudah sering mendengar ungkapan “pucuk dicinta, ulam tiba.” Biasanya dipakai ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang memang sedang diharapkan.
Tapi sebenarnya, ulam itu apa sih? Apakah nama tumbuhan?
1. Ulam Itu Bukan Nama Satu Jenis Daun
Dalam bahasa Indonesia, ulam berarti daun-daunan mentah, terutama yang masih muda, yang dimakan bersama nasi. Dengan kata lain, ulam kurang lebih berarti lalapan.
Contohnya bisa berupa daun kemangi, taoge, irisan mentimun, dan berbagai sayuran atau daun segar lainnya yang dimakan sebagai pendamping nasi.
Jadi, ulam bukan satu jenis makanan tertentu.
BACA JUGA: Apa Arti Istilah “Afwan” dan Digunakan untuk Apa dan Kapan Saja?
2. Lalu Kenapa Disebut “Ulam”?
Dalam tradisi makan masyarakat Melayu dan Nusantara, sayuran atau daun-daunan segar yang dimakan bersama nasi memang dikenal sebagai ulam.
Ada pula istilah ulam raja, yaitu tanaman Cosmos caudatus yang daunnya dapat dijadikan lalapan.
Namun, ulam dalam peribahasa “pucuk dicinta ulam tiba” tidak secara khusus berarti ulam raja.
3. Terus, Apa Maksud “Pucuk Dicinta Ulam Tiba”?
KBBI mencatat peribahasa “pucuk dicinta ulam tiba” dengan makna mendapat sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan.
Gambaran sederhananya begini.
Seseorang sedang ingin makan lalapan. Ia berharap mendapatkan pucuk atau daun muda untuk dijadikan ulam.

Eh, bukannya harus mencari dan memetik sendiri, ulam yang sudah siap disantap justru datang.
Jadi, keinginannya terpenuhi, bahkan mendapatkan sesuatu yang lebih mudah atau lebih baik dari yang dibayangkan.
4. “Pucuk”-nya Juga Ada Hubungannya dengan Makanan
Dalam peribahasa ini, pucuk berarti daun muda yang berada di bagian ujung pohon atau ranting. KBBI juga menjelaskan pucuk sebagai bagian tanaman muda yang terdiri atas batang, ranting, dan daun-daunan.
Jadi, kata “pucuk” dan “ulam” memang memiliki hubungan dengan daun atau tanaman muda yang bisa dimakan.
5. Jadi, Bukan Soal Pucuk dan Ulam Saja
Lama-kelamaan, ungkapan ini menjadi peribahasa untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang mendapatkan sesuatu yang memang diinginkannya, bahkan lebih dari yang diharapkan.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Menjawab Ucapan “Jazakallahu Khairan” kepada Kita?
Misalnya:
“Dari dulu dia ingin punya motor untuk bekerja. Ternyata kakaknya malah memberikan motor yang sudah lama dipakainya. Wah, pucuk dicinta ulam tiba!”
Kesimpulan
Ulam adalah daun-daunan mentah atau lalapan yang dimakan bersama nasi. Jadi, “ulam” dalam peribahasa tersebut bukan nama satu jenis tumbuhan tertentu.
Sementara “pucuk dicinta ulam tiba” berarti mendapatkan sesuatu yang lebih daripada apa yang diharapkan.
Menarik juga ya, ternyata peribahasa yang sering kita ucapkan sehari-hari punya cerita yang sangat dekat dengan sepiring nasi dan lalapan. 😄 []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

