RASA kesal kepada orang lain adalah hal yang manusiawi. Ada kalanya seseorang diperlakukan tidak adil, disakiti perkataannya, dikhianati, atau dizalimi hingga hati terasa begitu berat. Dalam kondisi seperti itu, mungkin terlintas keinginan untuk berdoa agar orang tersebut mendapatkan balasan yang buruk.
Namun, bolehkah seorang Muslim sengaja mendoakan keburukan untuk orang lain karena rasa kesal?
BACA JUGA: Bolehkah Berdoa dalam Hati dalam Kamar Mandi?
Jangan Biarkan Kesal Menguasai Hati
Islam tidak menutup mata terhadap rasa sakit yang dialami seseorang. Allah mengetahui ketika seorang hamba dizalimi dan mengetahui pula luka yang tidak terlihat oleh manusia.
Allah berfirman, “Allah tidak menyukai perkataan buruk yang diucapkan secara terang-terangan, kecuali oleh orang yang dizalimi.” (QS. An-Nisa: 148).
Ayat ini menunjukkan bahwa orang yang dizalimi memiliki ruang untuk mengungkapkan apa yang dialaminya. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti seseorang bebas melampaui batas dengan mencaci, memfitnah, atau mendoakan keburukan tanpa kendali.
Kesal boleh. Marah boleh. Tetapi seorang Muslim tetap dituntut menjaga lisannya.
Mendoakan Keburukan Tidak Selalu Sama
Ada perbedaan antara seseorang yang berdoa agar Allah memberikan keadilan kepada orang yang menzaliminya dengan seseorang yang mendoakan keburukan hanya karena dendam pribadi.
Jika seseorang benar-benar dizalimi, ia boleh mengadukan kezalimannya kepada Allah dan meminta pertolongan-Nya. Bahkan doa orang yang dizalimi memiliki kedudukan yang perlu ditakuti.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, orang yang pernah berbuat zalim kepada kita hendaknya tidak meremehkan doa orang yang disakitinya.
Namun, jika persoalannya hanya karena tersinggung, iri, kalah dalam perdebatan, atau tidak menyukai seseorang, lalu kita sengaja mendoakan agar kehidupannya hancur, maka ini merupakan sikap yang patut dihindari.
Ada Doa yang Lebih Selamat
Ketika hati sedang panas, terkadang kita ingin mengatakan, “Semoga dia merasakan apa yang aku rasakan.”
Padahal, kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan seseorang. Orang yang hari ini menyakiti kita bisa saja besok mendapatkan hidayah dan berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
Karena itu, daripada mendoakan keburukan secara berlebihan, seorang Muslim dapat menyerahkan urusannya kepada Allah.
Misalnya dengan berdoa, “Ya Allah, berikan aku keadilan atas apa yang telah dia lakukan. Jika dia berada dalam kesalahan, berikanlah dia hidayah dan perbaikilah keadaannya.”
Doa seperti ini tidak berarti kita membenarkan kesalahan orang lain. Kita tetap boleh meminta perlindungan, keadilan, dan hak kita kepada Allah.
Memaafkan Itu Lebih Dekat kepada Kebaikan
Allah juga memuji orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan.
Allah berfirman, “Orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134).
Memaafkan bukan berarti membiarkan kezaliman terus terjadi. Jika seseorang melakukan kejahatan, kita tetap boleh mencari keadilan dan mengambil langkah yang benar untuk menghentikannya.
Namun, hati tidak harus terus-menerus dipenuhi kebencian.
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa di antara bentuk kesempurnaan akhlak adalah seseorang mampu mengendalikan dirinya ketika marah dan tidak membalas keburukan dengan cara yang melampaui batas.
BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Hanya untuk Meminta Hal Duniawi?
Saat Hati Sedang Terluka
Sahabat Islampos, jika sedang kesal kepada seseorang, jangan terburu-buru mengucapkan doa yang kelak kita sesali.
Diam sejenak. Tenangkan hati. Ambil wudu jika perlu. Kemudian serahkan persoalan itu kepada Allah.
Jika kita dizalimi, mintalah keadilan. Jika kita disakiti, mintalah kesembuhan hati. Jika orang tersebut salah, mintalah agar Allah memberinya hidayah.
Sebab kita mungkin mampu membalas dengan kata-kata, tetapi kita tidak tahu bagaimana Allah akan mengatur akhir dari perkara tersebut.
Doa yang paling aman bukan selalu doa agar orang lain celaka, melainkan doa agar Allah memberikan keadilan, menjaga kita dari kezaliman, dan membersihkan hati kita dari dendam yang berlebihan.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

