Apa Saja Keutamaan dari Dzikir Pagi dan Petang?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: freepik

PAGI hari adalah awal seseorang menjalani aktivitas. Ada yang langsung memeriksa ponsel, membuka pesan, mengejar pekerjaan, atau memikirkan berbagai urusan yang belum selesai. Padahal, sebelum sibuk dengan dunia, ada amalan sederhana yang bisa menjadi bekal hati sepanjang hari: dzikir pagi.

Begitu pula ketika sore menjelang malam. Setelah seharian beraktivitas, seorang Muslim dianjurkan kembali mengingat Allah melalui dzikir petang.

Dzikir pagi dan petang bukan sekadar rutinitas membaca beberapa kalimat. Di dalamnya terdapat doa, pujian kepada Allah, permohonan perlindungan, dan pengakuan bahwa seorang hamba membutuhkan pertolongan-Nya.

BACA JUGA: Bolehkah Berdoa Tanpa Mengangkat Kedua Tangan?

Mengingat Allah di Awal dan Akhir Hari

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk banyak mengingat-Nya.

Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42).

Ayat ini menunjukkan bahwa pagi dan petang merupakan waktu yang memiliki perhatian khusus dalam perkara dzikir.

Seorang Muslim tidak hanya mengingat Allah ketika sedang mendapatkan masalah. Dalam keadaan sehat, lapang, sibuk, maupun tenang, hati tetap perlu dihubungkan dengan Allah.

https://s.shopee.co.id/7VFUiVYWLS

Menjadi Bentuk Syukur

Di antara isi dzikir pagi dan petang adalah pengakuan terhadap nikmat Allah. Salah satunya dengan membaca doa:

“Ya Allah, nikmat apa pun yang aku atau salah seorang dari makhluk-Mu dapatkan pada pagi ini, semuanya berasal dari-Mu semata. Tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala pujian dan syukur.”

Doa tersebut mengajarkan seorang Muslim untuk menyadari bahwa kesehatan, keluarga, keamanan, rezeki, dan kesempatan menjalani hari bukan semata-mata hasil kemampuan dirinya.

Semuanya adalah nikmat dari Allah yang patut disyukuri.

Memohon Perlindungan kepada Allah

Keutamaan lainnya adalah dzikir pagi dan petang menjadi sarana untuk memohon perlindungan kepada Allah.

Di antara dzikir yang dianjurkan adalah membaca:

“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa yang membaca doa tersebut tiga kali pada pagi dan petang, dengan izin Allah ia akan terlindungi dari sesuatu yang membahayakannya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Tentu, perlindungan yang dimaksud bukan berarti seorang Muslim kemudian meninggalkan ikhtiar. Ia tetap harus menjaga keselamatan dan melakukan sebab-sebab yang dibenarkan syariat.

Menenangkan Hati

Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga, persoalan keuangan, hingga berbagai kekhawatiran tentang masa depan.

Di tengah kondisi seperti itu, dzikir menjadi pengingat bahwa hati memiliki tempat untuk kembali.

Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).

Ketenangan yang dimaksud bukan berarti seseorang tidak akan pernah menghadapi masalah. Namun, dzikir membantu seorang Muslim menghadapi masalah dengan mengingat bahwa Allah selalu mengetahui keadaan hamba-Nya.

Mendapatkan Pahala yang Besar

Dzikir merupakan amalan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki keutamaan besar.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dengan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari).

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya dzikir bagi kehidupan hati seorang Muslim.

Karena itu, jangan menganggap membaca dzikir pagi dan petang sebagai aktivitas tambahan yang boleh ditinggalkan begitu saja. Jadikan ia bagian dari rutinitas harian.

BACA JUGA: Apakah Baca Al-Qur’an Termasuk Dzikir?

Tidak Harus Menunggu Waktu Luang

Sahabat Islampos, salah satu keindahan dzikir adalah kita tidak membutuhkan tempat khusus atau waktu berjam-jam untuk melakukannya.

Dzikir pagi dapat dilakukan setelah Subuh atau pada waktu pagi yang masih termasuk waktunya. Dzikir petang dilakukan pada waktu sore hingga menjelang malam, sesuai tuntunan masing-masing bacaan.

Yang terpenting adalah membacanya dengan memahami makna dan berusaha menghadirkan hati.

Jangan hanya mengejar jumlah bacaan sampai lisan bergerak cepat sementara hati tidak mengetahui apa yang sedang diminta.

Dzikir pagi dan petang adalah cara sederhana untuk memulai dan menutup bagian hari dengan mengingat Allah.

Mungkin hanya beberapa menit, tetapi kebiasaan kecil itu dapat menjadi pengingat bahwa sepanjang hari kita tidak pernah benar-benar sendirian. Ada Allah yang kita sembah, kita mintai pertolongan, dan kepada-Nya pula seluruh urusan akhirnya dikembalikan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *