Adakah iPhone Murah yang Bagus Buat Ngonten?

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang ingin mulai membuat konten di TikTok, Instagram, YouTube Shorts, atau platform lainnya, tetapi terkendala harga smartphone. iPhone sering dianggap menarik untuk membuat konten karena kualitas kamera dan videonya bagus, tetapi harga iPhone baru memang tidak murah. Lalu, apakah ada iPhone yang harganya sudah lebih terjangkau tetapi masih bagus digunakan untuk ngonten?

Jawabannya ada. Salah satu pilihan yang cukup menarik untuk dipertimbangkan adalah iPhone 12, terutama jika mendapatkan unit dengan kondisi yang masih baik dan harga yang masuk akal. iPhone 12 memiliki kamera utama 12 MP dengan optical image stabilization dan mampu merekam video hingga 4K 60 fps, sehingga kemampuan videonya masih sangat memadai untuk kebutuhan konten media sosial.

BACA JUGA: Suami Suka Main Judol, padahal Cuma Pedagang Kecil, Istri Harus Bagaimana?

Menariknya, iPhone 12 juga memiliki kamera ultra-wide sehingga pembuat konten tidak hanya bisa mengambil video dengan sudut pandang normal. Kamera depannya pun beresolusi 12 MP dan mampu merekam video 4K hingga 60 fps. Bagi orang yang sering membuat video talking head, review produk, vlog, atau konten edukasi, kemampuan seperti ini masih sangat berguna.

Di pasar Indonesia, harga iPhone 12 sangat bervariasi tergantung kondisi, kapasitas penyimpanan, garansi, dan tempat pembelian. Unit bekas dapat ditemukan mulai kisaran Rp4 jutaan, sedangkan beberapa unit baru atau stok resmi bisa berada di kisaran yang lebih tinggi. Karena itu, jangan hanya melihat harga paling murah ketika mencari iPhone untuk ngonten.

Kalau memiliki anggaran sedikit lebih besar, iPhone 13 juga layak dilirik. Perangkat ini lebih baru daripada iPhone 12 dan masih menjadi salah satu pilihan menarik bagi orang yang menginginkan iPhone untuk kebutuhan foto dan video tanpa harus membeli seri terbaru. Namun, pada Oktober 2026, iPhone 13 sudah tidak lagi tersedia secara reguler di sejumlah kanal resmi Indonesia, sehingga pembeli perlu lebih teliti mencari stok dan memeriksa kondisi unit.

Untuk kebutuhan konten, sebenarnya tidak harus membeli iPhone Pro. Banyak orang tergoda membeli seri Pro karena menganggap kamera lebih bagus pasti menghasilkan konten jauh lebih baik. Padahal, untuk konten TikTok atau Instagram yang sebagian besar ditonton melalui layar smartphone, iPhone reguler seperti iPhone 12 atau iPhone 13 sudah mampu menghasilkan video yang sangat layak.

Yang lebih penting justru bagaimana smartphone tersebut digunakan. Kamera bagus tidak otomatis membuat konten menarik jika pencahayaan buruk, audio tidak jelas, pengambilan gambar goyang, dan konsep videonya tidak menarik. Sebaliknya, kamera yang tidak terlalu mahal dapat menghasilkan konten yang bagus jika digunakan dengan pencahayaan, komposisi, suara, dan editing yang baik.

https://s.shopee.co.id/9UvZZtsPsK

Bagi pembuat konten pemula, iPhone 12 128 GB bisa menjadi pilihan yang menarik jika ditemukan dalam kondisi sehat. Kapasitas 128 GB juga lebih masuk akal dibandingkan 64 GB apabila sering merekam video, karena file video beresolusi tinggi dapat menghabiskan ruang penyimpanan dengan cepat. Semakin sering membuat konten, semakin penting pula memperhatikan kapasitas penyimpanan.

Namun, membeli iPhone bekas untuk ngonten memiliki beberapa hal yang harus diperiksa. Kondisi kesehatan baterai, kamera, layar, mikrofon, speaker, koneksi, Face ID, serta riwayat perbaikan harus diperhatikan sebelum transaksi. Jangan sampai mendapatkan iPhone dengan harga murah tetapi ternyata pernah mengalami kerusakan berat atau menggunakan komponen pengganti yang kualitasnya tidak sesuai.

Baterai juga menjadi perhatian penting bagi content creator. Membuat video, mengedit video, mengunggah konten, dan melakukan live streaming dapat menguras baterai cukup cepat. Karena itu, iPhone bekas dengan kondisi baterai yang sudah terlalu buruk mungkin terlihat murah saat dibeli, tetapi bisa membuat pengalaman membuat konten menjadi kurang nyaman.

Selain kamera, kemampuan chipset juga penting. iPhone 12 menggunakan A14 Bionic, yang masih menawarkan performa kuat untuk berbagai aktivitas termasuk pengeditan video ringan hingga menengah. Jadi, smartphone tersebut tidak hanya berguna untuk merekam, tetapi juga dapat digunakan untuk mengedit konten sebelum diunggah ke media sosial.

Kalau konten yang dibuat berupa video pendek, review makanan, tutorial, konten islami, podcast pendek, storytelling, atau video berbicara di depan kamera, iPhone 12 sebenarnya sudah lebih dari cukup. Bahkan, membeli iPhone yang lebih mahal belum tentu memberikan peningkatan kualitas konten yang sebanding dengan tambahan uang yang dikeluarkan.

Ada satu hal lagi yang sering dilupakan oleh calon content creator, yaitu audio. Penonton mungkin masih bisa memaklumi kualitas gambar yang tidak sempurna, tetapi suara yang terlalu berisik, kecil, atau tidak jelas dapat membuat mereka langsung meninggalkan video. Karena itu, jika anggaran terbatas, sebagian dana sebaiknya dialokasikan untuk mikrofon dan pencahayaan, bukan seluruhnya untuk membeli iPhone.

Misalnya, daripada membeli iPhone dengan harga belasan juta tetapi tidak memiliki perlengkapan pendukung, seseorang bisa mempertimbangkan iPhone 12 bekas yang kondisinya bagus kemudian menggunakan sisa anggaran untuk membeli tripod, lampu, dan mikrofon. Hasil akhirnya bisa lebih berguna untuk produksi konten sehari-hari. Yang membuat sebuah konten menarik bukan hanya kameranya, tetapi keseluruhan proses produksinya.

BACA JUGA: Kesalahan-kesalahan dalam Nge-charge HP, Apa Saja dan Kenapa?

Jadi, adakah iPhone murah yang bagus buat ngonten? Ada, dan iPhone 12 menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik untuk dipertimbangkan, terutama jika mendapatkan unit 128 GB dengan kondisi bagus dan harga yang wajar. Jika anggaran lebih longgar, iPhone 13 juga bisa dipertimbangkan karena menawarkan perangkat yang lebih baru, tetapi ketersediaan dan harga di pasar perlu diperiksa terlebih dahulu.

Pada akhirnya, jangan berpikir bahwa harus memiliki iPhone terbaru untuk menjadi content creator. Banyak orang terlalu lama menunda membuat konten karena sibuk mencari smartphone yang dianggap sempurna, padahal kemampuan membuat ide, mengambil gambar, berbicara, mengedit, dan konsisten mengunggah jauh lebih menentukan. Smartphone hanyalah alat; yang membuat konten memiliki nilai adalah orang yang berada di belakang kameranya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *