Hey Suami, Jangan Suka Heran kalau Istrimu Suka Bilang “Terserah!”

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

WAHAI para suami seantero jagat,
Pernahkah kalian tertegun, terdiam, lamat-lamat?
Saat sang istri tiba-tiba memutar bola mata,
Dan hanya menjawab… “Terserah!”—dengan nada yang tak sederhana?

Jangan salah sangka, wahai para lelaki berkopiah,
Kalimat “terserah” itu tak semudah kata bijak di majelis ilmu fiqih,
Ia menyimpan berjuta makna, berjuta kode rahasia,
Yang kalau kau tak paham, siap-siap menghadapi badai rumah tangga!

Ingatlah kata Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah:
“Orang yang paling sempurna akalnya adalah yang paling banyak memaafkan manusia.”
Maka, belajarlah memaafkan istrimu yang berkata “terserah”,
Karena boleh jadi, ia hanya sedang menahan letupan marah yang membara.

BACA JUGA: Kenapa Istri Suka Sering Ga Peka Kalau Suami Ingin”Bermesraan”;? Pura-pura kah, ataukah Apa?

Suami: “Sayang, makan apa kita malam ini?”
Istri: “Terserah…” (dengan nada datar, mata menatap layar ponsel)
Suami: “Bakso?”
Istri: “Terserah…” (tapi alisnya naik seketika)
Suami: “Sate?”
Istri: “Terserah…” (tapi bibirnya cemberut tak terkira)
Suami: “Ya sudah, makan di rumah saja ya.”
Istri: “Terserah…” (dan keluarlah napas berat bagai deru angin badai)

Dan akhirnya, engkau pun heran,
Mengapa “terserah” justru membuat rumah tangga hampir pecah?
Padahal, sejatinya ia hanya ingin kau lebih peka,
Bukan hanya bertanya, tapi membaca bahasa hatinya juga.

Wahai suami, bukankah Ibnu Qudamah rahimahullah pernah berkata:
“Hendaklah engkau bersabar atas akhlak istrimu, dan balaslah dengan kelembutan.”
Karena “terserah” yang ia ucapkan,
Bisa jadi hanya ujian kecil untuk melatih sabarmu di jalan pernikahan.

Lihatlah wahai suami…
Saat kau pulang membawa kantong belanja,
Ia berkata: “Terserah…” (tapi diam-diam tangannya merapikan isi belanja itu)
Saat kau tanya, “Mau kemana weekend ini?”
Ia jawab: “Terserah…” (padahal sudah memesan hotel dua hari lalu)
Saat kau bilang, “Mau nonton film apa?”
Ia jawab: “Terserah…” (tapi hatinya sudah memilih film Korea romantis tempo hari)

https://shopee.co.id/product/37419605/4717466921?affiliate_seller_voucher_token=2ijYYWYXMuo1SwznL7QgKokJbgwpgv6RW353tLMJc&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVEg0SDd3VWo1MDQyT052d3EvY1B4WVlFNHJuV0RxbnJxRFM5QUhhOHZBMThDY1RNQi9rNDJ1UUFnZlF6M04yYmlORm5ySXE1YlRBTFJyQURWajZiNU56N0s3Qi9VcHVtRmIyWUY1VXE3OXJxZEZhSzNtRFk2STAyWVBDb3dhVFd3PT0&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jsa4mp00lu&utm_campaign=id_xIyvvSHmLh&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8nvgpb1hph5

Sesungguhnya, “terserah” bukan selalu tanda marah,
Kadang ia hanya cara menahan manja,
Atau menunggu kau memimpin dan memutuskan,
Karena ia ingin menjadi makmum yang penuh taat dan nyaman.

Suami pun akhirnya mengerti…
Bahwa istri tak selamanya butuh jawaban,
Kadang hanya butuh telinga dan hati yang lapang,
Karena “terserah” itu kadang isyarat:
“Pimpinlah aku, jangan hanya tanya aku terus-terusan.”

Bukankah Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah juga berkata:
“Seburuk-buruknya suami adalah yang hanya menuntut istri, tapi tak pernah menuntun.”
Maka belajarlah menuntun dengan kelembutan,
Meski balasanmu hanya satu kata, “terserah…”

Dan kalian wahai para suami,
Tersenyumlah, jangan baper, jangan panas hati,
Karena rumah tangga ibarat naik perahu di lautan,
Kadang tenang, kadang ombak datang memukul lambung,
Tapi selama kau tetap menjadi nahkoda penuh iman,
Takkan karam kapal rumah tangga kalian.

Jadi, wahai suami…
Jika lain kali ia berkata “terserah”,
Peluklah ia, genggam tangannya, ucapkan:
“Baiklah, kalau begitu kita putuskan bersama…”

BACA JUGA: Lelah tapi Bahagia: Mengapa Ibu Rumah Tangga Jarang Mengeluh?

Karena terkadang, “terserah” hanyalah bukti,
Bahwa ia masih mempercayai suaminya sendiri.

Dan inilah wasiat kecil untuk para suami:
Jangan pernah heran, jangan pernah kesal,
Belajarlah membaca bahasa hati istri,
Karena “terserah” adalah seni komunikasi,
Yang hanya bisa dipecahkan dengan kesabaran dan cinta sejati.

Wallahu a’lam…
Semoga kita semua termasuk suami yang sabar,
Dan istri yang penuh cinta…
Karena di balik “terserah” ada doa,
Dan di balik diamnya ada setia yang tak terhingga. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *