DIRIWAYATKAN bahwa satu hari, mantan budak dari Abdullah bin Amr mendatanginya dan berkata, “Bulan ini aku ingin bermuqim di Baitul Maqdis.”
Abdullah bin Amr bertanya, “Apakah engkau meninggalkan nafkah yang cukup untuk keluargamu?”
“Tidak.”
“Pulanglah dahulu, dan tinggalkan untuk keluargamu nafkah yang cukup untuk bekal selama engkau tinggalkan.”
Abdullah kembali berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ berkata, ‘Cukuplah seseorang dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan nafkah orang yang menjadi tanggungannya.’”
Maka sesungguhnya, sangatlah terlarang bagi orangtua untuk bersikap pelit terhadap anak-anaknya. Apalagi sampai menahan kebutuhan sandang atau pangannya tanpa ada alasan yang benar.
Bagi kepala keluarga, tugas mencari nafkah adalah tugas langsung yang diberikanAllah Ta’ala. Bahkan ia termasuk amal fisabilillah. Tentu ada kelimpahan pahala saat melakukannya. Juga ancaman dosa saat melalaikannya. []
——–••♛♛♛••———-
📚 *ISLAMPOS MEDIA* 📚📢
Islampos Media merupakan group whatsApp yang berisikan informasi dan bahasan seputar Islam (fiqih, aqidah, motivasi, ibrah, hadist, sirah, tips, tsaqofah dsj)
Yuuk untuk teman – teman yang ingin bergabung di Islampos Media ini silahkan join di group whatsApp kita ↓↓↓↓
https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
♻ Silahkan berbagi informasi ini, semoga bermanfaat. Jzklhu khair
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
