NAMA Rayyan Arkan Dikha mendadak jadi sorotan setelah aksinya dalam pacu jalur ramai beredar di media sosial. Bocah kecil ini berhasil memikat perhatian banyak orang karena gerak tariannya yang lincah dan penuh semangat di atas perahu.
Video Dika yang tengah “menari” saat pacu jalur pun viral di berbagai platform, membuat publik penasaran dengan siapa sosok di balik aksi enerjik tersebut. Tidak hanya memukau masyarakat umum, gaya menari Dika juga menginspirasi banyak orang untuk ikut menirukan gerakannya.
Fenomena ini bahkan menjalar hingga ke TikTok. Sejumlah pengguna, termasuk tokoh-tokoh terkenal, ikut mengunggah versi mereka sendiri, menirukan tarian khas Dika. Berkat kepolosannya yang menghibur, nama Dika semakin melambung dan menjadi ikon kecil dalam dunia pacu jalur.
Dari sinilah muncul istilah yang semakin populer: Aura Farming. Apa itu Aura Farming?
BACA JUGA: 10 Perilaku Aneh di Akhir Zaman yang Sudah Disebutkan Nabi Muhammad
Aura Farming adalah istilah tidak resmi yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan “mengumpulkan” atau “menyerap” energi positif dari tempat, acara, atau orang-orang tertentu untuk memperbaiki suasana hati dan meningkatkan semangat hidup. Walau bukan istilah ilmiah, konsepnya mirip dengan bagaimana seseorang bisa merasa lebih termotivasi dan bahagia setelah berada di tengah suasana yang penuh keceriaan, semangat, atau keberhasilan.
Misalnya, seperti yang dialami Dika. Meski ia bukan atlet Pacu Jalur, hanya dengan hadir dan larut dalam keramaian, ia pulang membawa ‘aura’ positif: semangat gotong royong, keberanian tim, dan kebanggaan budaya. Energi ini yang kemudian “dipanen” sebagai motivasi untuk menjalani hari-hari berikutnya.
Contoh lain Aura Farming dalam keseharian:
Menghadiri seminar atau konferensi inspiratif. Seseorang mungkin hanya mendengar pembicara sukses bercerita, tapi energi positif dan antusiasme peserta lain juga ikut ‘tertular’.
– Nongkrong di kafe tempat orang sibuk bekerja. Suasana produktif sering membuat kita jadi ikut terdorong membuka laptop dan menyelesaikan tugas.
– Ikut acara keagamaan, seperti pengajian atau retret. Kehadiran di tempat ibadah bersama orang-orang yang khusyuk membuat hati lebih tenang dan damai.
– Menonton konser musik favorit. Vibes gembira penonton lain dapat mengangkat suasana hati, walau masalah sehari-hari belum tentu hilang sepenuhnya.
– Berkumpul dengan komunitas hobi. Antusiasme anggota lain kadang menjadi bahan bakar semangat untuk berkreasi lebih jauh.
BACA JUGA: Detoks Ala Zaman Nabi: Bekam, Cara Keren Gen Z Jaga Kesehatan!
Mengapa hal ini bisa terjadi? Secara psikologi, manusia memang makhluk sosial. Kita mudah terpengaruh suasana sekitar—baik positif maupun negatif. Itu sebabnya, memilih tempat dan lingkungan yang positif dapat memberi dampak signifikan pada emosi dan motivasi.
Namun, penting untuk diingat: Aura Farming bukan berarti bergantung sepenuhnya pada suasana luar. Aura positif hanya ‘bahan bakar’; mesinnya tetap diri sendiri. Jika kita tidak mau bergerak atau berubah, aura sebanyak apa pun akan cepat menguap.
Jadi, seperti Dika yang selalu semangat usai Pacu Jalur, cobalah sesekali pergi ke acara, tempat, atau komunitas yang penuh semangat dan energi positif. Siapa tahu, aura yang “dipanen” bisa jadi modal untuk melangkah lebih percaya diri ke depan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
