PADA suatu masa yang belum terjangkau oleh hitungan waktu, hanya ada keheningan. Allah menciptakan cahaya, dan dari cahaya terciptalah para malaikat. Dari api yang sangat panas, Dia ciptakan bangsa jin. Lalu, dengan kehendak-Nya yang tak terhingga, Dia mencipta sesuatu yang berbeda: manusia.
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi,” firman Allah.
Malaikat serempak bertanya, suaranya bagaikan desir angin: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu makhluk yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah?”
Allah menenangkan para malaikat, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Lalu, dari segumpal tanah yang hina, Dia bentuk sosok manusia. Ketika bentuk itu telah sempurna, Dia tiupkan ruh ke dalamnya. Perlahan, kelopak mata Adam terbuka, dadanya terangkat oleh tarikan napas pertama.
Allah mendekat kepadanya. “Wahai Adam, Aku ajarkan kepadamu nama segala sesuatu.”
Malaikat ditantang untuk menyebut nama-nama itu. “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda ini!”
Para malaikat merunduk. “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami.”
“Wahai Adam,” panggil Allah lembut, “beritahukan kepada mereka nama-nama itu.”
Dengan tenang, Adam menyebut nama-nama yang diajarkan Tuhan. Segalanya mengalir begitu saja dari lisannya. Malaikat terpana.
“Bukankah sudah Kukatakan kepadamu,” firman Allah, “Aku mengetahui rahasia langit dan bumi?”
Kemudian, perintah itu pun turun, menggetarkan seluruh jagat: “Sujudlah kalian kepada Adam!”
Semua bersujud, kecuali satu. Iblis mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, menolak tunduk.
“Wahai Iblis,” tegur Allah, “apa yang menghalangimu sujud kepada yang telah Kuciptakan dengan kedua tangan-Ku?”
Iblis menjawab, nadanya penuh kesombongan, “Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia dari tanah.”
“Maka keluarlah kau dari surga!” murka Allah. “Sesungguhnya kau adalah makhluk yang terkutuk.”
Iblis pun melangkah pergi, namun sempat bersumpah: “Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas.”
Allah menegaskan, “Aku pasti akan memenuhi neraka denganmu dan pengikut-pengikutmu.”
Setelah itu, Allah berfirman kepada Adam, “Wahai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di surga. Makanlah apa yang kalian sukai, tetapi jangan dekati pohon ini, agar kalian tidak termasuk orang-orang yang zalim.”
Hawa pun diciptakan untuk menjadi teman Adam. Keduanya tinggal di taman-taman surga, teduh dan damai. Namun, Allah berpesan: “Ingat, iblis adalah musuh bagimu dan istrimu.”
Iblis tak menyerah. Dia mendekat, suaranya selembut desir angin: “Wahai Adam, maukah kutunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Adam menggeleng, “Tidak. Allah melarang kami.”
Namun iblis terus membujuk. “Allah hanya melarangmu agar kau tidak menjadi malaikat atau hidup kekal.”
BACA JUGA: 6 Kedzoliman Firaun kepada Nabi Musa dan Bani Israil
Hari demi hari, rayuan itu merambat, membebat hati. Hingga akhirnya, Adam dan Hawa tergoda. Mereka memetik buah itu, menggigitnya perlahan.
Sejurus kemudian, aurat mereka terbuka. Mereka saling menatap, panik, menutupi diri dengan daun-daun surga.
Allah berfirman, suaranya menembus kalbu, “Bukankah Aku telah melarang kalian berdua mendekati pohon itu? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.”
Dalam sesal dan tangis, Adam bersujud. Suaranya parau, “Ya Rabb kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tak mengampuni dan merahmati kami, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi.”
Dalam keheningan surga yang seolah ikut bersedih, Allah mendengar doa mereka…
Dan kisah itu pun menjadi pelajaran abadi bagi anak cucu Adam—kita semua. Bahwa setinggi apa pun derajat manusia, ia tetap harus waspada pada bisikan halus yang menyesatkan. Dan sebesar apa pun dosa, pintu taubat selalu terbuka bagi hati yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya. []
Referensi: 33 Cerita Terhebat dalam Al-Quran, Kisha-kisah Islami Pembentuk Karakter & Akhlak Mulia / Karya: Nur Sillaturohmah, Lc. / Penerbit: Al-Qudwah Publishing / Cetakan Pertama, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

