TEKNOLOGI merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia modern. Perkembangannya yang begitu pesat membawa banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, transportasi, pendidikan, hingga kesehatan. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap teknologi? Apakah Islam mendukung kemajuan teknologi? Dan sejauh mana teknologi boleh dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari menurut ajaran Islam?
Islam Mendukung Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Islam adalah agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Dalam Al-Qur’an, ayat-ayat tentang ilmu dan akal tersebar di banyak tempat. Kata “iqra’” (bacalah) sebagai wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, menjadi bukti kuat bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu, memahami alam semesta, dan memanfaatkannya untuk kebaikan.
Teknologi adalah hasil dari ilmu pengetahuan yang diterapkan. Oleh karena itu, selama teknologi membawa manfaat dan digunakan dengan tujuan yang baik, Islam sangat mendukung perkembangannya. Banyak ilmuwan Muslim pada masa keemasan Islam seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Jazari telah berkontribusi besar dalam bidang sains dan teknologi yang kelak menjadi pondasi ilmu modern.
BACA JUGA: Takdir dalam Islam; Pengertian dan 2 Jenisnya
Teknologi sebagai Alat, Bukan Tujuan
Dalam Islam, teknologi dipandang sebagai wasilah (sarana), bukan ghayah (tujuan). Artinya, teknologi bukanlah hal yang harus disembah atau dikejar tanpa batas, melainkan digunakan sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah, menebar manfaat kepada sesama, dan menjaga kelestarian alam.
Contohnya, penggunaan teknologi digital dalam dakwah Islam memungkinkan pesan-pesan kebaikan menyebar lebih luas dan cepat melalui media sosial, video, atau podcast. Begitu pula dalam dunia pendidikan, teknologi mempermudah akses belajar bagi umat Islam di seluruh dunia.
Namun, ketika teknologi digunakan untuk tujuan yang menyimpang — seperti menyebarkan kebencian, fitnah, pornografi, atau menciptakan senjata pemusnah massal — maka penggunaannya bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Etika Penggunaan Teknologi dalam Islam
Islam tidak hanya memperhatikan hasil, tetapi juga cara. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam Islam harus mengikuti prinsip-prinsip syariat, antara lain:
-
Manfaat dan tidak merugikan
Teknologi harus membawa maslahah (kebaikan) dan tidak menimbulkan mafsadah (kerusakan), baik secara fisik, moral, maupun spiritual. -
Menjaga akhlak dan adab
Meskipun teknologi memungkinkan kebebasan berekspresi, Islam tetap menekankan adab. Muslim harus bijak dalam bermedia sosial, tidak menyebarkan hoaks, ghibah, atau menghina pihak lain. -
Tidak melalaikan kewajiban agama
Teknologi yang membuat seseorang lalai dari salat, puasa, atau kewajiban lainnya perlu dikaji ulang penggunaannya. Islam mengajarkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. -
Menjaga privasi dan hak orang lain
Islam melarang memata-matai atau mengambil data orang lain tanpa izin, meskipun secara teknologi itu mungkin dilakukan.
Teknologi dan Tanggung Jawab Moral
Dalam Islam, manusia adalah khalifah di muka bumi. Ini berarti setiap tindakan manusia, termasuk dalam hal penggunaan teknologi, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 36, Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra: 36)
Ayat ini memperingatkan bahwa setiap informasi yang kita sampaikan atau konsumsi melalui teknologi harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.
BACA JUGA: Tragedi Sejarah, Menghancurkan Umat Islam?
Menjaga Keseimbangan
Islam tidak menolak modernitas, namun menekankan pada keseimbangan. Kita boleh memanfaatkan teknologi untuk memudahkan hidup, tetapi jangan sampai menjadi budak teknologi. Ketika teknologi mulai mengganggu hubungan dengan keluarga, mengurangi waktu ibadah, atau menumbuhkan ketergantungan berlebih, maka saatnya untuk kembali mengevaluasi penggunaannya.
Pandangan Islam terhadap teknologi bersifat terbuka dan progresif, selama penggunaannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Teknologi adalah nikmat dari Allah yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia dan bukan untuk merusak tatanan moral atau lingkungan.
Umat Islam dituntut untuk bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Dengan begitu, kemajuan teknologi tidak hanya membawa dunia menuju masa depan yang canggih, tapi juga mendekatkan manusia pada Sang Pencipta. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
