KELAHIRAN Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya peristiwa yang dinanti oleh kaum beriman, tetapi juga sebuah momentum besar yang menandai perubahan sejarah dunia. Dalam banyak riwayat disebutkan, ketika Nabi lahir, terjadi tanda-tanda alam yang luar biasa. Dua di antaranya adalah runtuhnya sebagian istana Kisra di Persia dan padamnya api Majusi yang telah menyala selama ribuan tahun. Dua fenomena ini bukan sekadar cerita mitos, tetapi diyakini sebagai simbol runtuhnya kekuasaan batil dan lahirnya cahaya kebenaran.
Istana Kisra yang Retak: Simbol Keruntuhan Kekuasaan Adidaya
Kisra (Khosrow) adalah sebutan untuk raja Persia. Pada masa itu, Kekaisaran Persia dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di dunia, sejajar dengan Kekaisaran Romawi. Namun, pada malam kelahiran Nabi Muhammad ﷺ, sejarah mencatat bahwa 14 menara istana Kisra di Mada’in runtuh dengan sendirinya.
Ibnu Katsir dalam Al-Bidāyah wa an-Nihāyah menuliskan bahwa kejadian ini membuat Raja Kisra ketakutan. Ia merasa ada sesuatu yang besar sedang terjadi di dunia. Apalagi para penasihat kerajaan yang berasal dari kalangan ahli nujum mengatakan bahwa keruntuhan menara-menara itu adalah pertanda berakhirnya kejayaan Persia.
Sejarawan Islam seperti Imam As-Suyuthi dalam Ad-Durr al-Mantsur juga menegaskan bahwa keretakan istana Kisra menjadi simbol bahwa kekuasaan besar dunia saat itu akan segera goyah dengan hadirnya risalah Islam. Artinya, sejak kelahiran Nabi, Allah sudah memberi isyarat bahwa kekuatan adidaya yang penuh kesombongan tidak akan bertahan lama.
Padamnya Api Majusi: Lenyapnya Simbol Penyembahan Sesat
Di Persia, masyarakat Majusi (Zoroastrian) memiliki tempat ibadah dengan api besar yang konon telah menyala selama seribu tahun tanpa padam. Api itu dijaga dengan sangat ketat oleh para pendeta Majusi, karena dianggap suci dan sebagai simbol keabadian kekuatan mereka.
Namun, riwayat mencatat bahwa pada malam kelahiran Nabi ﷺ, api tersebut padam untuk pertama kalinya. Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan bahwa padamnya api Majusi adalah simbol runtuhnya keyakinan palsu dan hadirnya cahaya Islam yang membawa tauhid.
Syekh Muhammad Abu Zahrah, seorang ulama besar kontemporer, menjelaskan bahwa padamnya api Majusi bukan sekadar fenomena fisik, tetapi lebih kepada makna spiritual. Dunia yang dipenuhi kesyirikan sedang bersiap menerima cahaya baru yang akan menyinari hati manusia dengan tauhid.
Makna Simbolik dari Dua Peristiwa Besar Ini
Kalau kita renungkan, dua peristiwa ini memiliki makna mendalam:
1. Runtuhnya istana Kisra menandakan berakhirnya kejayaan dunia yang dibangun di atas kesombongan manusia.
2. Padamnya api Majusi menandakan berakhirnya penyembahan terhadap makhluk ciptaan Allah, karena cahaya kebenaran telah lahir.
Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, seorang pakar sejarah Islam, menyebutkan bahwa tanda-tanda ini menunjukkan Islam bukan hanya agama lokal Arab, melainkan sebuah risalah universal yang akan mengguncang kekuatan politik, sosial, dan spiritual dunia.
Pelajaran untuk Kita Hari Ini
Kisah ini bukan sekadar cerita lama untuk dikenang, tetapi membawa pesan penting bagi umat Islam sekarang:
- Kekuasaan dan harta tidak abadi. Bahkan Persia yang begitu perkasa bisa runtuh ketika Allah berkehendak. Maka jangan sombong dengan jabatan atau kekayaan.
- Api kesesatan akan padam. Sebesar apa pun kekuatan kebatilan, pada akhirnya akan kalah oleh kebenaran.
- Lahirnya Nabi adalah cahaya harapan. Umat yang terjebak dalam kegelapan akan selalu memiliki jalan keluar dengan mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Apa Hukum Tidak Ucapkan Salam saat Nama Nabi Muhammad Disebut?
Runtuhnya istana Kisra dan padamnya api Majusi adalah bukti bahwa kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya peristiwa biasa. Dunia menyambut dengan tanda-tanda besar bahwa sebuah era baru telah dimulai. Islam lahir untuk mengguncang tatanan dunia lama, menghancurkan kesombongan para penguasa, dan memadamkan api kesesatan.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra: 81)
Maka, kelahiran Rasulullah ﷺ adalah awal dari kemenangan kebenaran atas kebatilan. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa cahaya Islam adalah penuntun yang tak akan pernah padam. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
