Apakah Benar Gerhana Bulan/Matahari Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Umar Faqih
3 Min Read
Foto: Freepik

FENOMENA gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, sering kali dikaitkan dengan mitos tertentu di masyarakat. Salah satu yang cukup populer adalah anggapan bahwa melihat gerhana, khususnya gerhana matahari, dapat menyebabkan kebutaan.

Lalu, apakah hal ini benar dari sudut pandang kesehatan dan bagaimana Islam memandang fenomena alam tersebut?

Perspektif Kesehatan

Secara medis, melihat gerhana bulan tidak berbahaya bagi mata. Pancaran sinarnya sama dengan bulan pada umumnya, sehingga aman untuk dilihat secara langsung. Namun berbeda halnya dengan gerhana matahari. Ketika gerhana matahari berlangsung, intensitas cahaya yang masuk ke mata sangat tinggi, bahkan lebih berbahaya dibanding cahaya matahari biasa.

BACA JUGA: Fenomena Hujan Meteor Jatuh ke Bumi; 1400 Tahun Lalu Alquran Sudah Kabarkan

Mata manusia memiliki bagian yang disebut retina. Retina sangat sensitif terhadap cahaya, dan sekali rusak tidak bisa diperbaiki secara alami. Saat kita menatap gerhana matahari tanpa pelindung khusus, sinar ultraviolet (UV) dan radiasi inframerah dapat membakar retina. Kondisi ini dikenal dengan istilah solar retinopathy. Gejalanya antara lain penglihatan buram, muncul bintik gelap, hingga pada kasus parah bisa menimbulkan kebutaan permanen.

Oleh karena itu, peringatan medis agar tidak melihat gerhana matahari secara langsung memang benar adanya. Penggunaan kacamata hitam biasa tidak cukup melindungi mata. Diperlukan kacamata khusus berstandar internasional untuk melihat gerhana, atau cara tidak langsung seperti pantulan air atau proyeksi lubang jarum.

Perspektif Islam

Dalam Islam, gerhana bukanlah tanda keburukan atau bencana, melainkan tanda kebesaran Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang dan tidak pula karena kelahiran seseorang. Maka apabila kalian melihat gerhana, berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat, dan bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa gerhana seharusnya mengingatkan manusia untuk beribadah, bukan mempercayai mitos. Islam tidak mengajarkan bahwa gerhana langsung menyebabkan kebutaan, tetapi justru mendorong umatnya berhati-hati dan menjadikan momen itu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Keseimbangan Ilmu dan Iman

Dengan demikian, dari sisi kesehatan, melihat gerhana bulan aman, sedangkan menatap gerhana matahari tanpa perlindungan memang berisiko merusak mata hingga menyebabkan kebutaan. Dari sisi Islam, gerhana adalah tanda kebesaran Allah yang seharusnya disikapi dengan ibadah, bukan rasa takut berlebihan atau kepercayaan mitos.

BACA JUGA: Fenomena Gerhana dalam Perspektif Islam dan Sains, Antara Tanda Kekuasaan Allah dan Penjelasan Ilmiah

Kesimpulan

Anggapan bahwa gerhana bulan bisa menyebabkan kebutaan adalah tidak benar. Namun, anggapan bahwa melihat gerhana matahari secara langsung bisa membahayakan mata adalah benar secara medis. Islam sendiri menempatkan gerhana sebagai fenomena alam yang penuh hikmah.

Maka, sikap terbaik bagi seorang muslim adalah menjaga kesehatan sesuai anjuran medis, sekaligus memperbanyak ibadah seperti shalat gerhana, doa, dan dzikir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *