ISLAMadalah agama yang sempurna, mengatur tidak hanya urusan ibadah tetapi juga adab dan penampilan seorang Muslim. Salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah terkait dengan perawatan kumis dan jenggot.
Dalam berbagai riwayat, Nabi menganjurkan kaum Muslimin untuk memelihara jenggot dan merapikan atau memendekkan kumis. Pertanyaannya, mengapa Islam lebih menganjurkan memotong kumis dibandingkan jenggot?
Dasar Hadis tentang Kumis dan Jenggot
Rasulullah ﷺ bersabda: “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot, berbedalah dengan orang-orang musyrik.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan dua hal penting: menjaga identitas seorang Muslim melalui jenggot, dan memelihara kebersihan serta kerapian melalui memotong kumis. Dari sini terlihat bahwa Islam memberikan keseimbangan antara aspek spiritual dan aspek kebersihan.
BACA JUGA: Manfaat Istinsyak Ketika Wudhu
Hikmah Memotong Kumis
Memotong atau merapikan kumis bukan hanya masalah penampilan, melainkan juga kesehatan dan kebersihan. Kumis yang terlalu panjang bisa menutupi bibir, membuat sisa makanan menempel, bahkan mengganggu ketika makan dan minum. Hal ini jelas tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sangat memperhatikan kebersihan.
Selain itu, dengan memotong kumis, seorang Muslim akan tampak lebih rapi dan sopan. Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam hal menjaga kebersihan dan kerapian tubuh. Karena itu, memendekkan kumis menjadi salah satu identitas keislaman sekaligus tanda mengikuti sunnah Nabi.
Hikmah Memelihara Jenggot
Berbeda dengan kumis, jenggot justru dianjurkan untuk dipelihara. Jenggot dianggap sebagai tanda kejantanan dan ciri khas seorang Muslim yang membedakannya dari orang-orang musyrik atau kaum yang tidak mengikuti syariat. Dari sisi spiritual, memelihara jenggot adalah bentuk ketaatan pada perintah Nabi ﷺ.
Di samping itu, para ulama juga menilai bahwa jenggot memiliki nilai simbolik, yakni menjaga wibawa dan kehormatan seorang laki-laki Muslim. Dengan jenggot, seorang Muslim lebih mudah dikenali identitasnya, terutama di masa lalu ketika ciri fisik menjadi pembeda antar komunitas.
Mengapa Lebih Dianjurkan Memotong Kumis?
Jika diperhatikan, alasan utama Islam lebih menganjurkan memotong kumis daripada jenggot adalah karena aspek kebersihan. Kumis yang panjang berisiko mengotori makanan dan mengurangi kesempurnaan adab makan. Sementara jenggot, selama dirawat dan dijaga kebersihannya, tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA: Yang Membatalkan Shalat Apa Saja?
Dari sisi fiqih, para ulama sepakat bahwa memelihara jenggot adalah sunnah yang kuat, bahkan sebagian menyebutnya wajib. Sedangkan memotong kumis dianggap sebagai bagian dari fitrah, yaitu naluri alami manusia yang diajarkan Islam, seperti berkhitan, memotong kuku, dan menjaga kebersihan tubuh.
Penutup
Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara kebersihan, kesehatan, dan identitas keimanan. Anjuran untuk memotong kumis dan memelihara jenggot bukanlah sekadar aturan penampilan, tetapi juga mengandung hikmah mendalam.
Kumis dipotong demi menjaga kebersihan dan kerapian, sementara jenggot dipelihara sebagai tanda ketaatan serta identitas seorang Muslim. Dengan mengikuti sunnah ini, seorang Muslim tidak hanya menjaga penampilan luar, tetapi juga menunjukkan ketaatan kepada Rasulullah ﷺ dalam aspek kecil sekalipun.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

