ADZAN tidak hanya berfungsi sebagai panggilan untuk shalat, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam dalam kehidupan seorang Muslim sejak awal kehidupannya. Salah satu tradisi yang diwariskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan diikuti oleh para ulama salaf adalah mengumandangkan adzan di telinga bayi yang baru lahir. Praktik ini bukan sekadar simbol, melainkan bentuk doa, pengharapan, dan penanaman nilai tauhid sejak dini.
Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam *Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu* menjelaskan bahwa hukum mengadzani telinga bayi adalah sunnah menurut mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali. Mereka berpendapat bahwa perbuatan ini termasuk sunnah yang dianjurkan, karena didasarkan pada teladan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mengadzani cucunya, Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma. Adapun sebagian ulama Malikiyah berpendapat bahwa hukumnya mubah (boleh) atau makruh, karena mereka menilai haditsnya tidak mencapai derajat kuat untuk dijadikan dasar hukum wajib atau sunnah muakkadah.
BACA JUGA: Makanan-makanan yang Tidak Boleh Dimakan oleh Bayi
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam *Al-Majmu’* (juz 8, hlm. 422) menegaskan: “Disunnahkan mengumandangkan adzan pada telinga bayi saat ia baru lahir, baik laki-laki maupun perempuan, dengan lafaz adzan seperti adzan shalat. Sebagian ulama juga menambahkan bahwa disunnahkan mengiqamati telinga kirinya sebagaimana iqamah shalat.”
Pernyataan ini menunjukkan bahwa adzan di telinga bayi tidak sekadar tradisi budaya, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keimanan sejak awal kehidupan.
Dasar dari amalan ini diambil dari hadits Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan ketika dilahirkan oleh Fatimah.” (HR. At-Tirmidzi).
Hadits ini menjadi sandaran utama bagi para ulama yang mensunnahkan adzan bagi bayi baru lahir.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah dalam *Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud* menjelaskan hikmah spiritual dari amalan ini. Beliau menulis: “Hikmah dikumandangkannya adzan di telinga bayi yang baru lahir adalah agar kalimat pertama yang masuk ke pendengarannya adalah kalimat tentang kebesaran Allah. Ini diharapkan menanamkan pengaruh tauhid dalam hatinya serta menjauhkan gangguan setan yang selalu berusaha merusak fitrah manusia.”
Dengan demikian, suara adzan menjadi benteng awal yang melindungi bayi dari godaan syaitan dan sekaligus menanamkan benih keimanan.
Manfaat adzan di telinga bayi setidaknya mencakup tiga hal penting:
1. Mengenalkan Kalimat Tauhid
Dengan memperdengarkan lafaz “Laa ilaaha illallah”, orang tua sedang memperkenalkan kalimat thayyibah pertama kepada anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Ajarkanlah kalimat *Laa ilaaha illallah* kepada anak-anakmu sebagai kalimat pertama yang mereka dengar.” (HR. Al-Hakim).
Kalimat tauhid ini menjadi pondasi utama keimanan dan arah hidup seorang Muslim.
2. Membangun Kecerdasan Spiritual Sejak Dini
Allah Ta’ala berfirman: “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul dari kalangan mereka sendiri untuk membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah.” (QS. Al-Jumu’ah: 2).
Sejak awal kehidupan, pendengaran bayi diarahkan pada kalimat yang mengingatkan kepada Allah, menumbuhkan kesucian hati, dan menjadi bekal spiritual untuk masa depannya.
BACA JUGA: 3 Waktu Panggilan Allah
3. Menjauhkan dari Gangguan Jin dan Setan
Para ulama salaf memandang adzan sebagai zikir yang memiliki kekuatan ruqyah. Diriwayatkan bahwa setan lari terbirit-birit ketika mendengar suara adzan. Karena itu, mengadzani bayi dipercaya mampu menjaga dirinya dari gangguan jin seperti Ummu Shibyan yang sering dikaitkan dengan gangguan pada anak kecil. Wallahu a’lam.
Dengan demikian, mengumandangkan adzan di telinga bayi bukanlah ritual kosong, tetapi ibadah penuh makna yang mengandung nilai tauhid, perlindungan, dan pendidikan ruhani. Ulama salaf menegaskan bahwa setiap kalimat yang terucap di awal kehidupan seorang anak akan memberi pengaruh besar pada arah jiwanya. Adzan menjadi pembuka fitrah keimanan, menyambut kehidupan dengan zikir kepada Allah, dan menutup pintu bagi setan yang ingin mengusik ketenangan sejak lahir. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

