Tidur dengan Posisi Lengan Menindih Kepala, Berbahaya?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

SETIAP orang memiliki posisi tidur favorit yang membuatnya merasa nyaman. Namun, tidak semua posisi tidur baik untuk kesehatan tubuh. Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah tidur dengan posisi lengan menindih kepala. Posisi ini mungkin terasa nyaman sesaat, tetapi jika dilakukan terus-menerus, bisa menimbulkan berbagai risiko bagi otot, saraf, dan sirkulasi darah.

1. Mengganggu Sirkulasi Darah ke Kepala dan Lengan

Ketika seseorang tidur dengan lengan menindih kepala, posisi ini menekan pembuluh darah yang berada di sekitar bahu dan lengan. Akibatnya, aliran darah menuju kepala dan lengan menjadi tidak lancar.

Dalam jangka pendek, hal ini dapat menyebabkan rasa kesemutan, kebas, atau mati rasa pada tangan. Jika dibiarkan berulang setiap malam, kebiasaan ini berpotensi menyebabkan gangguan sirkulasi kronis dan meningkatkan risiko tekanan pada saraf.

BACA JUGA:

2. Menyebabkan Nyeri Leher dan Bahu

Posisi lengan yang menindih kepala memaksa otot leher dan bahu bekerja lebih keras untuk menopang berat tubuh. Hal ini menyebabkan otot menjadi tegang, terutama otot trapezius dan deltoid.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami nyeri pada leher, bahu, hingga punggung atas setelah bangun tidur. Dalam kasus yang lebih serius, ketegangan otot ini dapat memicu peradangan pada sendi bahu atau menyebabkan cedera ringan pada jaringan otot.

3. Tekanan pada Saraf (Nerve Compression)

Tidur dalam posisi yang memberi tekanan berlebih pada satu sisi tubuh dapat menjepit saraf, terutama saraf ulnaris (yang berada di sekitar siku dan lengan bawah) atau saraf brakialis (yang menuju ke bahu dan tangan).

Kondisi ini dikenal sebagai compressive neuropathy. Gejalanya bisa berupa rasa nyeri, kesemutan, atau kelemahan pada tangan yang bisa bertahan selama beberapa jam setelah bangun.

https://s.shopee.co.id/2VqolAvBtQ

4. Mengganggu Kualitas Tidur

Posisi tidur yang tidak ergonomis membuat tubuh harus menyesuaikan diri secara terus-menerus sepanjang malam. Otak akan lebih sering mengirim sinyal untuk berpindah posisi akibat rasa tidak nyaman.

Akibatnya, kualitas tidur menurun, tubuh menjadi kurang rileks, dan seseorang mungkin merasa lelah atau pusing saat bangun di pagi hari.

5. Risiko Jangka Panjang terhadap Postur Tubuh

Kebiasaan tidur dengan posisi tidak simetris, seperti menindih kepala dengan lengan, dapat menyebabkan ketidakseimbangan otot di sisi kanan dan kiri tubuh.

Lama-kelamaan, hal ini bisa berdampak pada postur tubuh yang miring atau bahu yang tidak sejajar. Jika tidak diperbaiki, postur tubuh yang buruk dapat memicu nyeri punggung dan leher kronis.

BACA JUGA:  Tidur tanpa Bantal Ternyata Sehat?

Cara Mencegah dan Mengatasinya

Untuk mencegah dampak buruk ini, biasakan tidur dengan posisi telentang atau miring tanpa menindih kepala. Gunakan bantal yang mendukung leher dengan baik, dan hindari bantal yang terlalu tinggi atau keras.

Jika sudah merasa sering pegal di leher atau bahu, lakukan peregangan ringan sebelum tidur dan setelah bangun. Bila nyeri tak kunjung hilang, konsultasikan ke dokter atau fisioterapis agar mendapat penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Tidur dengan posisi lengan menindih kepala memang tampak sepele, tetapi bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan jika menjadi kebiasaan. Mulai sekarang, perhatikan posisi tidur agar sirkulasi darah tetap lancar, otot tidak tegang, dan tubuh mendapatkan istirahat yang benar-benar berkualitas. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *