Tidur Tengkurap: Mengapa Dilarang?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

TIDUR merupakan salah satu nikmat Allah yang sangat penting bagi tubuh manusia. Melalui tidur, tubuh mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta memulihkan energi untuk beraktivitas kembali. Namun, dalam Islam, tidak semua posisi tidur dianjurkan.

Salah satu posisi yang dilarang adalah tidur tengkurap, yaitu posisi ketika seseorang berbaring dengan dada dan perut menghadap ke bawah. Larangan ini bukan tanpa alasan, karena selain bertentangan dengan adab tidur yang diajarkan Nabi ﷺ, posisi tersebut juga terbukti memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

Larangan Tidur Tengkurap dalam Islam

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya posisi tidur seperti ini adalah cara tidurnya penghuni neraka.” (HR. Abu Dawud, no. 5040)

BACA JUGA: Tidur dengan Posisi Lengan Menindih Kepala, Berbahaya?

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak menyukai umatnya tidur dalam posisi tengkurap. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ pernah menegur seseorang yang tidur tengkurap dan bersabda: “Bangunlah, sesungguhnya ini adalah posisi tidur yang dibenci Allah.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Dari hadis-hadis tersebut dapat dipahami bahwa larangan ini bukan sekadar persoalan etika, tetapi juga berkaitan dengan hikmah dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Islam sebagai agama yang sempurna, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan jasmani umatnya.

Dampak Tidur Tengkurap bagi Kesehatan

Secara medis, tidur tengkurap memiliki beberapa risiko yang dapat membahayakan tubuh, terutama jika dilakukan dalam waktu lama. Berikut penjelasannya:

Mengganggu Sistem Pernapasan

Saat seseorang tidur tengkurap, dada akan tertekan oleh berat tubuh. Hal ini membuat paru-paru tidak bisa mengembang dengan sempurna, sehingga pernapasan menjadi lebih berat dan tidak efisien. Akibatnya, suplai oksigen ke otak dan organ lain dapat berkurang.

Menekan Organ Dalam

Posisi tengkurap memberi tekanan pada jantung, lambung, dan organ vital lainnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, rasa tidak nyaman di dada, bahkan memperburuk asam lambung.

Masalah pada Leher dan Tulang Belakang

Karena kepala biasanya menoleh ke satu sisi untuk bernapas, leher menjadi tegang dan tulang belakang tidak berada dalam posisi alami. Ini dapat memicu nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan saraf leher.

Meningkatkan Risiko Cedera Saraf

Tidur tengkurap dalam waktu lama bisa memberi tekanan pada saraf-saraf di bahu dan tangan, yang menyebabkan kesemutan atau mati rasa.

BACA JUGA: Tidur tanpa Bantal Ternyata Sehat?

Posisi Tidur yang Dianjurkan

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk tidur dengan berbaring miring ke kanan. Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Nabi ﷺ biasa berbaring di sisi kanan dan meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya. Dari sisi medis, posisi ini sangat bermanfaat karena membantu kerja jantung, memperlancar aliran darah, serta memudahkan proses pencernaan.

Kesimpulan

Larangan tidur tengkurap dalam Islam bukan sekadar perintah tanpa dasar. Rasulullah ﷺ melarangnya karena posisi tersebut tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Melalui ajaran ini, Islam menunjukkan betapa sempurnanya syariat yang tidak hanya menjaga iman, tetapi juga melindungi tubuh dari hal-hal yang merugikan.

Oleh karena itu, marilah kita biasakan tidur sesuai sunnah Nabi ﷺ — miring ke kanan, dengan niat ibadah dan menjaga kesehatan sebagaimana tuntunan Islam yang penuh hikmah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *