DALAM kedokteran timur, penyakit Dorman sering digambarkan sebagai kondisi ketika energi kehidupan (Qi) dalam tubuh melemah, terhenti, atau “tertidur”. Istilah “Dorman” berasal dari kata dormant, yang berarti tidak aktif. Dalam bahasa pengobatan timur, ini sepadan dengan stagnasi energi dan darah — keadaan di mana tubuh kehilangan keseimbangan alami antara unsur panas dan dingin, serta gangguan pada aliran energi vital di sepanjang meridian tubuh.
Secara medis timur, manusia hidup karena adanya aliran energi (Qi) yang menggerakkan darah, mengatur organ, dan menjaga harmoni antara tubuh serta pikiran. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, makan tidak teratur, atau hidup tanpa keseimbangan spiritual, maka Qi menjadi lemah. Tubuh terasa berat, pikiran mudah lelah, tidur tidak nyenyak, dan semangat hidup berkurang. Kondisi inilah yang disebut penyakit Dorman — “energi yang tertidur”.

Dalam pandangan pengobatan Islam klasik (Thibbun Nabawi), konsep ini sejalan dengan teori kelebihan balgham (lendir dingin) atau darah statis (dam fasiid) yang menyebabkan tubuh lesu, pikiran lamban, dan hati terasa gelap. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kesembuhan itu ada pada tiga hal: dalam sayatan alat bekam, dalam minuman madu, dan dalam besi panas (kauter), tetapi aku tidak menyukai kauter.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjelaskan bahwa bekam dapat membangunkan kembali energi yang terhenti. Secara ilmiah, bekam terbukti meningkatkan sirkulasi darah, mengeluarkan zat sisa metabolisme, dan menstimulasi sistem saraf otonom agar tubuh kembali seimbang. Ini sejalan dengan konsep “membangunkan energi dorman” dalam kedokteran timur.
Dalam tradisi pengobatan Tiongkok, penyakit Dorman sering berakar dari stagnasi Qi hati. Hati berperan penting mengatur emosi dan aliran energi. Bila hati tertahan oleh amarah, kesedihan, atau kecemasan, maka energi menjadi dingin dan stagnan. Tubuh pun kehilangan vitalitasnya. Maka, dalam penyembuhan, digunakan terapi seperti akupuntur, herbal hangat (ginseng, jahe, kayu manis), serta latihan napas qigong untuk membuka kembali saluran energi.
Secara ilmiah modern, gejala penyakit Dorman dapat dijelaskan sebagai penurunan metabolisme sel dan disfungsi mitokondria, yaitu pabrik energi dalam tubuh. Ketika mitokondria tidak mampu menghasilkan ATP dengan baik, seseorang akan merasa cepat lelah, mudah cemas, dan sulit fokus. Stres kronis memperburuk keadaan ini dengan meningkatkan hormon kortisol, yang menekan sistem kekebalan dan memperlambat penyembuhan.
BACA JUGA: Wow, Otak Manusia Tidak Pernah Tua: Fakta Ilmiah Tentang Keajaiban Neuroplastisitas!
Dari sisi spiritual, Islam mengajarkan bahwa tubuh, jiwa, dan ruh adalah satu kesatuan. Ketika manusia lalai dari zikir, doa, dan syukur, maka ruh kehilangan cahayanya, dan energi tubuh ikut melemah. Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Maka, penyembuhan penyakit Dorman tidak hanya dengan herbal dan terapi fisik, tetapi juga dengan membangkitkan kesadaran ruhani melalui ibadah, zikir, dan syukur. Ketenangan jiwa memulihkan aliran energi, sebagaimana air jernih yang kembali mengalir setelah tersumbat.
Kesimpulannya, penyakit Dorman adalah simbol dari energi kehidupan yang tertidur akibat ketidakseimbangan tubuh dan jiwa. Dengan bekam, herbal, pernapasan, dan zikir, tubuh dapat kembali bugar, pikiran jernih, dan ruh kembali hidup dalam cahaya keseimbangan Ilahi. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

