Apakah Bumi Itu Datar atau Bulat?

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik

PERDEBATAN tentang bentuk bumi kembali mencuat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah munculnya gerakan flat earth di berbagai belahan dunia. Padahal dalam tradisi ilmiah, astronomi, dan bahkan literatur keagamaan klasik, pandangan bahwa bumi itu bulat telah menjadi kesimpulan dominan sejak berabad-abad.

Namun bukan berarti diskusi ini tidak perlu — karena dari diskusi itu kita bisa memahami bagaimana ilmu bekerja, bagaimana teks agama dipahami, dan bagaimana kita menimbang bukti secara objektif.

Bagaimana jika bumi datar?

Bagaimana jika bumi bulat?

Bukti ilmiah, rasional, dan empiris.

Bagaimana Al-Qur’an memandang bentuk bumi?

1. Bagaimana Jika Bumi Itu Datar?

Gerakan Flat Earth berpendapat bahwa:

bumi berbentuk datar seperti cakram,

matahari berputar di atasnya seperti lampu sorot,

tidak ada gravitasi; yang ada hanyalah densitas,

kutub utara berada di tengah, kutub selatan adalah “dinding es” tak terlewati.

Jika bumi datar, sejumlah fenomena alam menjadi sulit dijelaskan, antara lain:

BACA JUGA:  Setiap Tahun, Langit Menurunkan 150 Ton Pupuk ke Bumi

1.1 Matahari Terbit dan Terbenam

Jika matahari hanya berputar di atas cakram bumi pada ketinggian tetap, maka cahaya harus tetap terlihat dari mana pun.
Namun yang terjadi adalah:

Matahari benar-benar “menghilang” di balik horizon,

ukurannya tidak berubah saat bergerak (harusnya terlihat mengecil jika menjauh).

1.2 Pembagian Waktu dan Zona Waktu

Zona waktu hanya konsisten jika bumi berputar dan melingkar.
Pada model bumi datar, siang dan malam tak bisa terjadi dengan simetri global seperti sekarang.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

1.3 Satelit, GPS, dan Komunikasi

GPS bekerja berdasarkan satelit yang mengorbit bumi. Jika bumi datar, orbit satelit tidak mungkin stabil karena orbit memerlukan pusat massa bulat.

1.4 Gaya Gravitasi

Pada bumi datar, gravitasi akan menarik semua massa ke arah pusat cakram.
Hasilnya:

air laut harus lebih tinggi di tepi cakram,

semua benda condong ke pusat,
yang jelas tidak terjadi.

Kesimpulannya:
Model bumi datar tidak mampu menjelaskan fenomena alam secara konsisten.

2. Bagaimana Jika Bumi Itu Bulat?

Ilmu pengetahuan modern menyimpulkan bahwa bumi adalah bulat pepat (oblate spheroid) — sedikit melebar di ekuator dan mengerut di kutub.

2.1 Bukti Visual

Foto dari ISS dan satelit,

Video langsung dari luar angkasa,

Bayangan bumi yang melengkung saat gerhana bulan.

2.2 Bukti Fisik

Kapal yang muncul dari bagian atas ketika mendekat dari horizon.

Perbedaan rasi bintang di utara dan selatan.

Perubahan berat benda di berbagai lintang akibat bentuk bumi tidak bulat sempurna.

2.3 Bukti Eksperimen

Sejak eksperimen Eratosthenes (240 SM) yang mengukur keliling bumi dengan hanya mengamati bayangan matahari, bentuk bulat bumi telah terbukti matematis.

2.4 Bukti Gravitasi dan Orbit

Planet dan bintang lain semuanya bulat.

Gaya gravitasi menyebabkan massa besar “membulat” secara alami.

Jadi secara ilmiah dan rasional, bumi bulat memberikan jawaban paling konsisten untuk seluruh fenomena alam.

3. Bagaimana Al-Qur’an Memahami Bentuk Bumi?

Al-Qur’an tidak diturunkan untuk menjadi buku astronomi teknis, tetapi petunjuk hidup. Namun Al-Qur’an sering memberi isyarat terhadap fenomena alam yang bisa dipahami oleh manusia pada zamannya dan dijadikan refleksi pada masa kini.

3.1 Istilah “Dihamparkan” (سُطِحَتْ / مَهْدًا / فِرَاشًا)

Banyak ayat menyebut bumi “dihamparkan” (مَدَدْنَاهَا, فِرَاشًا).
Ini tidak berarti bumi datar secara geometri, tetapi dihamparkan secara fungsi, yaitu dapat ditempati manusia dengan stabil.

Hamparan bukan bentuk, tetapi pengalaman manusia yang hidup di permukaannya.

3.2 Ayat yang Mengisyaratkan Kebulatan Bumi

Beberapa ayat dipahami oleh banyak ulama sebagai isyarat bentuk bumi yang bulat.

(1) “Yukawwirus syamsa ‘alan nahar…”

يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ

Allah “menggulung” malam atas siang (QS Az-Zumar: 5).

Kata yukawwiru berarti menggulirkan, menggulung, seperti melilit sorban — bentuk melingkar.

Imam Fakhruddin Ar-Razi menafsirkan:

Sistematika pergantian malam dan siang menunjukkan bentuk bumi yang bulat.

(2) “Dan bumi itu setelah itu Dia bentuk seperti telur (دَحَاهَا)”

QS An-Nazi’at: 30 menggunakan kata dahāhā.
Dalam bahasa Arab klasik, “dahā” bisa bermakna:

  • menghamparkan,
  • membulatkan seperti telur burung unta, yang bentuknya oval pepat, mirip oblate spheroid (bentuk bumi).

Beberapa ulama kontemporer melihat ini sebagai isyarat bentuk bumi.

(3) Ayat Gerhana dan Edaran

Gerhana hanya dapat sempurna jika bumi bulat, karena bayangan bumi yang jatuh ke bulan berbentuk lengkung (QS Yasin: 38–40).

Imam Ibn Hazm (w. 456 H) menegaskan:

“Dalil syar’i dan ilmiah menunjukkan bumi itu bulat.”

3.3 Pandangan Ulama Salaf dan Klasik

Banyak ulama klasik sepakat bahwa bumi bulat, di antaranya:

Ibn Taymiyyah: “Menurut para ulama, bumi bulat berdasarkan dalil dan konsensus para ahli astronomi.”

Al-Biruni: mengukur radius bumi dengan akurat.

Ibn Hazm: “Tidak ada perbedaan pendapat bahwa bumi berbentuk bulat.”

Imam Al-Ghazi (Syafi’iyyah): “Bumi itu bundar seperti bola.”

Artinya, keyakinan ini bukan hal baru.

BACA JUGA: Asal Muasal Api yang Kini Ada di Bumi

4. Jadi, Bumi Datar atau Bulat Menurut Al-Qur’an?

Jika dirangkum:

✔ Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyatakan bentuk bumi dalam rumusan geometris.

Namun:

Ayat-ayat tentang penggulungan siang dan malam,

penegasan tentang orbit benda langit,

indikasi kata dahāhā,

dan pendapat banyak ulama klasik,

memberi gambaran harmonis dengan kesimpulan ilmiah bahwa bumi bulat pepat.

Kesimpulan Besar

1. Jika bumi datar → banyak fenomena alam tidak bisa dijelaskan secara konsisten.
2. Jika bumi bulat → semua fenomena (siang–malam, gravitasi, orbit, gerhana, GPS) menjadi konsisten.
3. Al-Qur’an tidak menegaskan bentuk bumi secara tegas, tetapi isyaratnya selaras dengan bumi bulat.
4. Ulama salaf dan ilmuwan muslim klasik sejak lama telah menyatakan bumi bulat.

Akhirnya, ilmu dan Al-Qur’an tidak bertentangan; yang bertentangan hanyalah cara kita menafsirkan keduanya.
Ilmu bicara tentang bagaimana, Al-Qur’an bicara tentang untuk apa. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *