Wah, Ternyata Hujan-hujanan Bisa Bikin Tokcer Orang yang Mandul? Ini Faktanya!

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

DI tengah masyarakat, masih beredar beragam mitos seputar kesuburan. Salah satu yang cukup unik adalah anggapan bahwa hujan-hujanan bisa membuat seseorang yang mandul menjadi “tokcer” atau subur kembali. Mitos ini sering terdengar di obrolan santai, dipercaya turun-temurun, bahkan kadang dianggap sebagai ikhtiar alternatif.

Namun, benarkah hujan-hujanan memiliki pengaruh langsung terhadap kesuburan? Ataukah ini hanya sekadar kepercayaan tanpa dasar ilmiah?

Secara medis, kemandulan atau infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri tidak kunjung memperoleh keturunan setelah berhubungan secara rutin tanpa pengaman selama minimal satu tahun. Penyebabnya sangat beragam, bisa berasal dari faktor pria, wanita, atau keduanya.

BACA JUGA: Hujan Bukan Sekadar Air, tapi Rahmat yang Mengalir

Pada pria, infertilitas dapat disebabkan oleh kualitas sperma yang rendah, gangguan hormon, varikokel, hingga gaya hidup tidak sehat. Pada wanita, penyebabnya antara lain gangguan ovulasi, masalah pada rahim dan saluran tuba, endometriosis, serta faktor usia.

Lalu, di mana posisi hujan dalam kaitannya dengan kesuburan? Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa hujan-hujanan dapat menyembuhkan mandul atau secara langsung meningkatkan kesuburan. Air hujan memang mengandung oksigen dan mineral dalam jumlah kecil, tetapi tidak memiliki kandungan khusus yang mampu memperbaiki sel telur, sperma, atau organ reproduksi manusia. Dengan kata lain, anggapan bahwa hujan-hujanan bisa “membuat tokcer” lebih tepat disebut sebagai mitos.

Meski demikian, mitos ini mungkin muncul dari efek tidak langsung yang dirasakan sebagian orang. Misalnya, hujan sering dikaitkan dengan suasana sejuk, segar, dan menenangkan. Perasaan rileks dan bahagia ini bisa membantu menurunkan tingkat stres. Padahal, secara medis, stres yang berkepanjangan memang dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi baik pada pria maupun wanita. Ketika stres berkurang, peluang terjadinya kehamilan bisa meningkat. Namun, peningkatan ini bukan karena hujannya, melainkan karena kondisi psikologis yang menjadi lebih baik.

Di sisi lain, kebiasaan hujan-hujanan tanpa persiapan justru berisiko bagi kesehatan. Tubuh yang kedinginan setelah kehujanan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu penyakit seperti flu, demam, hingga infeksi saluran pernapasan. Jika tubuh sakit, tentu hal ini justru bisa mengganggu program kehamilan yang sedang diupayakan. Artinya, hujan-hujanan bukan hanya tidak terbukti menyuburkan, tetapi dalam kondisi tertentu justru bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

BACA JUGA: Benarkah Kehujanan Bisa Bikin Sakit?

Dalam ajaran agama, kehadiran hujan memang dipandang sebagai rahmat dan berkah dari Allah. Banyak doa yang dipanjatkan saat hujan turun, dengan harapan dikabulkan oleh-Nya. Namun, mengaitkan hujan secara langsung dengan kesembuhan medis, termasuk kemandulan, tetap harus ditempatkan pada ranah ikhtiar yang disertai usaha nyata dan pengetahuan yang benar. Doa dan tawakal penting, tetapi tidak boleh mengabaikan ikhtiar melalui jalur medis.

Kesimpulannya, anggapan bahwa hujan-hujanan bisa membuat orang mandul menjadi tokcer tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kesuburan dipengaruhi oleh banyak faktor biologis, kesehatan, dan gaya hidup. Jika mengalami kesulitan memiliki keturunan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan tenaga medis, menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, serta memperbanyak doa. Hujan tetaplah rahmat, tetapi bukan solusi medis instan untuk masalah infertilitas. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *