Kadang manusia sibuk menyalahkan tempat, padahal yang paling menentukan adalah isi hatinya sendiri.
Setiap tahun kaum Muslimin mengenang dan menghidupkan malam itu, agar hati semakin teguh memegang…
Novel ini bertahan bukan karena tragedinya, melainkan karena kebenaran emosionalnya.
Beginikah berterusannya nasib hidup menghabiskan umur? Berseronok dengan usia?