PERBEDAAN penetapan 1 Ramadhan hampir selalu terjadi di tengah kaum Muslimin. Sikap kita seharusnya tenang, berilmu, dan menjaga persatuan, bukan justru saling menyalahkan.
Berikut sikap yang sebaiknya kita ambil:
1. Pahami bahwa perbedaan ini ada landasannya
Perbedaan terjadi karena metode penentuan awal bulan:
- Rukyat (melihat hilal)
- Hisab (perhitungan astronomi)
Keduanya memiliki dalil dan dipegang oleh ulama yang mu’tabar.
Nabi ﷺ bersabda:
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini dipahami berbeda oleh para ulama, dan perbedaan ijtihad tidak tercela.
BACA JUGA: 7 Hal yang Harus Dihindari saat Menyambut Bulan Ramadhan
2. Ikuti keputusan ulil amri (pemerintah) di negeri tempat tinggal
Mayoritas ulama salaf dan ulama kontemporer menegaskan:
Dalam perkara yang berdampak pada jamaah kaum Muslimin, keputusan imam/pemerintah menghilangkan perselisihan.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Puasa dan Id itu bersama jamaah dan imam.”
(Majmu’ al-Fatawa)
Di Indonesia, maka aman dan kuat secara syar’i jika mengikuti keputusan pemerintah (Kemenag).
3. Jika mengikuti ormas atau guru tertentu, jangan mencela yang berbeda
Boleh mengikuti pendapat ormas atau ustadz yang diyakini ilmunya, selama tidak meremehkan atau menyalahkan yang lain.
Imam Ahmad rahimahullah berkata:
“Tidak sepantasnya seseorang memaksakan pendapatnya dalam masalah ijtihad.”
Puasa sah, insyaAllah, selama dilakukan berdasarkan ijtihad yang benar.
4. Jaga lisan dan persatuan umat
Masalah awal Ramadhan bukan rukun iman, bukan pula masalah aqidah.
Yang lebih berbahaya dari beda awal puasa adalah:
- Saling menyesatkan
- Menganggap puasa orang lain tidak sah
- Merusak ukhuwah
Padahal Nabi ﷺ bersabda:
“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Ramadhan Vibes, Udah Terasa Kan dari Sekarang? Apa Aja Sih Tandanya? Nih Daftarnya…
5. Fokus pada hakikat Ramadhan
Bukan sekadar:
Mulai puasa tanggal berapa
Tetapi:
- Apakah shalat kita lebih khusyuk
- Al-Qur’an lebih dekat
- Dosa ditinggalkan
- Akhlak diperbaiki
Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
“Ramadhan bukanlah tentang makan dan minum, tetapi tentang kesabaran dan ketaatan.” []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

