Jangan Lupakan Doa untuk Orangtua di Bulan Ramadhan

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

BULAN Ramadhan adalah momen istimewa untuk berbakti kepada orangtua.
Banyak orang berlomba membuat hidangan terbaik.
Sebagian menyiapkan jamuan berbuka dan sahur yang mewah.
Itu baik.
Namun jangan sampai kita lupa amalan yang lebih utama.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah mengingatkan sebuah hal penting.

Beliau menasihati para penuntut ilmu agar menjelaskan kepada masyarakat bahwa jamuan makan untuk orangtua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya.
Ada amalan yang nilainya jauh lebih besar.
Yaitu doa yang tulus untuk kedua orangtua.

BACA JUGA:  Gazwah dan Sariyah di Ramadhan

ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻄﻠﺒﺔ اﻟﻌﻠﻢ ﺃﻥ ﻳﻨﺸﺮﻭا ﺑﻴﻦ اﻟﻌﺎﻣﺔ ﺃﻥ ﻋﺸﺎء اﻟﻮاﻟﺪﻳﻦ اﻟﺬﻱ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻫﻮ ﻛﻞ ﺷﻲء! ﺩﻋﺎءﻙ ﻟﻮاﻟﺪﻙ ﻓﻲ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﺮاﻭﻳﺢ ﺃﻭ ﺻﻼﺓ اﻟﺘﻬﺠﺪ ﺃﻓﻀﻞ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﺗﺬﺑﺢ ﻟﻪ ﻋﺸﺮ ﻧﻮﻕ

“Seyogyanya para penuntut ilmu menjelaskan kepada orang awam bahwasannya jamuan malam untuk kedua orang tua di bulan Ramadhan bukanlah segalanya. NAMUN doa yang engkau panjatkan untuk (kedua) orang tuamu ketika shalat tarawih atau shalat tahajjud itu jauh lebih utama dibanding kamu menyembelihkan untuknya 10 ekor unta.” (Liqaa’ Baab al-Maftuuh 115)

Beliau mengatakan, doa seorang anak untuk orangtuanya saat shalat tarawih atau tahajud lebih utama daripada menyembelih sepuluh ekor unta untuk mereka.
Ini menunjukkan bahwa nilai sebuah amalan bukan pada besarnya biaya.
Tetapi pada keikhlasan dan kedekatan hati kepada Allah.

https://shopee.co.id/product/146266274/19989707042?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6iR2WjyYue2wtRa9DCMLatZPgassd7jTy&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkWVp3RFo3Mkw5czd4Z0hzdEF1WVFibmRNdmxzQ1libytWb1EyM01Ja0JSaG8rc1VQKzNRMklnUVFNQWR1MTE3WU5GWXAxd1VxWThXWS96dnI0QmhJbXREQWVIcjg4eW1ZU3ZVeXdKcWZlakhPaFptU2d3eVE1azBpTlVHN2VyaytNeEF2d3pmU2ZkajR3Uk41UHhhdVpvPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54kctt0m00ko&utm_campaign=id_9GGGTm4ed7&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8zwqcxepm8t

Coba renungkan.
Di sepertiga malam terakhir, ketika suasana hening dan hati lebih lembut, engkau mengangkat tangan.
Engkau sebut nama ayah dan ibumu dalam sujudmu.
Engkau mohonkan ampunan, rahmat, dan surga untuk mereka.
Doa seperti ini bisa jadi lebih berharga daripada hadiah apa pun.

BACA JUGA: Hari ke-4 Puasa Ramadhan, Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?

Terlebih jika orangtua kita telah wafat.
Mereka sangat membutuhkan doa.
Amal mereka telah terputus, kecuali beberapa perkara.
Dan doa anak saleh termasuk di dalamnya.

Maka di Ramadhan ini, jangan hanya sibuk di dapur atau pasar.
Sibukkan juga hatimu di sajadah.
Sebut nama orangtuamu dalam setiap rakaat tarawih dan tahajudmu.
Boleh jadi, justru itulah hadiah terbaik yang benar-benar sampai kepada mereka. []

RUJUKAN: SHAHIH FIQIH

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *