13–15 Ramadhan 2 H: Komitmen Anshar dan Operasi Intelijen Badar

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KABAR bahwa kaum musyrikin Quraisy bergerak menuju Badar mulai terdengar oleh kaum Muslimin. Pada awalnya, Rasulullah ﷺ tidak menghendaki terjadinya perang terbuka. Jika pertempuran benar-benar terjadi, muncul pertanyaan penting: bagaimana sikap kaum Anshar? Dalam Perjanjian Baiat Aqabah dan Piagam Madinah, mereka berkomitmen melindungi Nabi ﷺ di dalam wilayah Madinah.

Dalam suasana genting itu, Saad bin Muadz mewakili kaum Anshar menyampaikan sikap tegasnya:

“Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan membenarkanmu dengan penuh keyakinan. Kami telah berjanji untuk tunduk dan taat kepadamu. Laksanakanlah apa yang engkau kehendaki. Kami akan selalu menyertaimu.”

BACA JUGA:  18–20 Ramadhan 2 Hijriyah: Persoalan Pembagian Harta Rampasan Badar

Mendengar pernyataan tersebut, Rasulullah ﷺ merasa sangat gembira. Dukungan itu menegaskan bahwa kaum Anshar siap berdiri bersama beliau, bukan hanya di Madinah, tetapi juga di medan perang.

Setelah itu, Rasulullah ﷺ terus bergerak menuju Badar sambil melakukan pengintaian untuk mengetahui kekuatan Quraisy. Dalam salah satu perjalanan, beliau bersama Abu Bakar bertemu dengan seorang lelaki tua. Rasulullah ﷺ menanyakan kabar tentang Quraisy dan tentang Muhammad. Lelaki itu meminta identitas mereka terlebih dahulu. Rasulullah ﷺ menjawab singkat, “Kami dari air.” Jawaban itu membuat lelaki tersebut kebingungan, sementara identitas beliau tetap terjaga.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Karena informasi yang diperoleh belum memadai, Rasulullah ﷺ dan para sahabat melanjutkan pencarian hingga ke sumur-sumur Badar. Di sana, mereka mendapati dua orang utusan Quraisy yang sedang mengambil air. Dari keduanya diketahui posisi terakhir pasukan Quraisy.

Namun, jumlah pasukan belum diketahui secara pasti. Rasulullah ﷺ bertanya kepada mereka, “Berapa ekor hewan yang mereka sembelih setiap hari?”

Keduanya menjawab, “Kadang sembilan, kadang sepuluh ekor.”

BACA JUGA:  9–12 Ramadhan 2 Hijriyah: Musyrikin Quraisy Menuju Badar

Dari informasi logistik tersebut, Rasulullah ﷺ memperkirakan bahwa jumlah pasukan Quraisy sekitar seribu orang. Perkiraan ini menunjukkan kecermatan beliau dalam membaca data sederhana untuk menilai kekuatan lawan.

Dengan komitmen penuh dari kaum Anshar dan informasi intelijen yang semakin jelas, kaum Muslimin pun semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya pertempuran di Badar. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *