Bolehkah Menolak Ajakan Suami di Bulan Ramadhan dengan Alasan Banyak Beribadah?

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: Freepik

RAMADHAN adalah bulan ibadah.
Bulan puasa, qiyam, tilawah, dan doa.
Setiap muslimah tentu ingin memaksimalkan amalnya.

Namun, muncul pertanyaan penting.
Bolehkah istri menolak ajakan suami karena ingin fokus ibadah?

Dalam Islam, hubungan suami istri adalah hak bersama.
Suami punya hak.
Istri juga punya hak.

Di luar waktu puasa, suami boleh mengajak istrinya berhubungan.
Itu halal.
Bahkan bernilai ibadah jika diniatkan baik.

BACA JUGA:  Suami Istri Berjima’ di Siang Hari Ramadhan

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Muhammad,
bahwa jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur lalu ia menolak tanpa alasan syar’i, maka malaikat melaknatnya hingga pagi.

Hadits ini menunjukkan kewajiban menjaga hak pasangan.
Termasuk di bulan Ramadhan.

Perlu dipahami dengan jernih.
Di siang hari Ramadhan, hubungan suami istri haram karena membatalkan puasa.
Maka menolak di siang hari adalah kewajiban.
Bukan dosa.

Namun di malam hari, setelah berbuka hingga sebelum fajar, hukumnya halal.
Allah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 187,
bahwa suami dan istri adalah pakaian bagi satu sama lain.

https://shopee.co.id/product/146266274/19989707042?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6iR2WjyYue2wtRa9DCMLatZPgassd7jTy&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkWVp3RFo3Mkw5czd4Z0hzdEF1WVFibmRNdmxzQ1libytWb1EyM01Ja0JSaG8rc1VQKzNRMklnUVFNQWR1MTE3WU5GWXAxd1VxWThXWS96dnI0QmhJbXREQWVIcjg4eW1ZU3ZVeXdKcWZlakhPaFptU2d3eVE1azBpTlVHN2VyaytNeEF2d3pmU2ZkajR3Uk41UHhhdVpvPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54kctt0m00ko&utm_campaign=id_9GGGTm4ed7&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8zwqcxepm8t

Artinya dekat.
Saling melindungi.
Saling menenangkan.

Jika seorang istri menolak hanya karena ingin memperbanyak shalat sunnah atau membaca Al-Qur’an, maka ia perlu bijak.
Ibadah tidak boleh membuat kita menzalimi hak orang lain.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan,
hak suami dalam masalah ini adalah hak yang wajib ditunaikan, selama tidak ada uzur syar’i seperti sakit atau kelelahan berat.

Ramadhan bukan alasan untuk mengabaikan kewajiban.
Justru melayani suami dengan niat taat kepada Allah juga ibadah.

Jangan berpikir ibadah hanya sajadah dan mushaf.
Rumah tangga yang harmonis juga ladang pahala.

BACA JUGA: Ini Tidak Boleh Dilakukan Suami Istri Muslim ketika Jima

Solusinya apa?
Komunikasi.
Atur waktu.
Seimbangkan antara qiyam dan hak pasangan.

Jadilah istri yang cerdas.
Taat kepada Allah.
Juga menjaga hati suami.

Karena keberkahan Ramadhan bukan hanya banyaknya amal.
Tetapi juga lurusnya sikap dan terpenuhinya hak-hak yang Allah tetapkan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *