Warning: Attempt to read property "ID" on null in /www/wwwroot/islamposmedia.com/wp-content/plugins/elementor/core/base/document.php on line 356

Warning: Attempt to read property "ID" on null in /www/wwwroot/islamposmedia.com/wp-content/plugins/elementor/core/base/document.php on line 356
Berapa Jarak Perjalanan yang Membolehkan Buka Puasa? - islamposmedia.com

Berapa Jarak Perjalanan yang Membolehkan Buka Puasa?

Umar Faqih
2 Min Read
Foto: Freepik

RAMADHAN adalah bulan ketaatan.
Namun Islam bukan agama yang memberatkan.
Allah memberi rukhsah.
Keringanan bagi yang safar.

Lalu muncul pertanyaan.
Berapa jarak perjalanan yang membolehkan seseorang berbuka?

Dalil Tentang Safar

Allah berfirman dalam Al-Qur’an.
“Barang siapa sakit atau dalam perjalanan, maka gantilah pada hari yang lain.”
Ayat ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185.

Ayat ini jelas.
Orang yang safar boleh tidak berpuasa.
Dan menggantinya di hari lain.

Tetapi berapa jaraknya?

BACA JUGA: Pembatal-Pembatal Puasa, Apa Saja Sih?

Pendapat Mayoritas Ulama

Mayoritas ulama berpendapat.
Jarak safar yang membolehkan berbuka adalah sekitar 2 marhalah.
Setara kurang lebih 80–90 kilometer.

Ini juga jarak yang membolehkan qashar shalat.

Pendapat ini dipegang oleh ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali.

Artinya, jika perjalananmu sudah mencapai sekitar 80 kilometer atau lebih,
kamu boleh berbuka.

Namun ada syaratnya.

Syarat Safar yang Membolehkan Buka

Perjalanan itu bukan untuk maksiat.
Bukan untuk hal yang haram.

Safar sudah dimulai.
Bukan sekadar niat.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

Sebagian ulama menjelaskan.
Jika seseorang masih di rumah saat Subuh,
maka ia tetap berpuasa hari itu.
Walau ia berangkat siangnya.

Namun jika sejak Subuh sudah dalam perjalanan,
maka ia boleh tidak berpuasa sejak awal.

Lebih Baik Puasa atau Berbuka?

Jika kuat dan tidak memberatkan,
berpuasa lebih utama.

Namun jika terasa berat,
berbuka lebih baik.

Nabi Muhammad ﷺ dalam safar kadang berpuasa.
Kadang berbuka.

Agama ini memberi pilihan.
Bukan memaksa di luar kemampuan.

BACA JUGA:  8 Fiqih yang Harus Dipelajari Soal Safar Mudik

Jangan Memaksakan Diri

Sebagian orang merasa tidak enak berbuka.
Padahal sudah safar jauh.
Tubuh lelah.
Perjalanan panjang.

Ingat.
Rukhsah itu rahmat.
Mengambil keringanan bukan dosa.

Yang penting jujur pada diri sendiri.
Bukan mencari-cari alasan.

Jika jarak perjalanan sudah mencapai sekitar 80–90 kilometer,
dan memang benar-benar safar,
maka kamu boleh berbuka.

Ganti di hari lain.
Tanpa rasa bersalah.

Karena Allah tidak ingin memberatkanmu.
Dia ingin kamu taat dengan tenang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *