BANYAK orang berpuasa.
Menahan lapar dan dahaga.
Namun ia tidak menunaikan shalat lima waktu.
Lalu muncul pertanyaan besar.
Bagaimana status puasanya?
Ada satu kaidah penting dalam Islam.
Orang yang berstatus nonmuslim, maka seluruh amalnya batal.
Allah berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 88,
“Seandainya mereka berbuat syirik, niscaya lenyaplah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan.”
BACA JUGA: Puasa-puasa tapi Berbohong?
Allah juga berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 5,
“Barang siapa kafir setelah beriman, maka gugurlah amalnya dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”
Masalahnya kemudian menjadi serius.
Apakah orang yang meninggalkan shalat itu kafir?
Sebagian ulama berpendapat, ia tidak keluar dari Islam.
Selama ia masih meyakini bahwa shalat itu wajib.
Namun perbuatannya adalah kufur kecil.
Dosa yang sangat besar.
Bahkan lebih buruk daripada zina dan mencuri.
Menurut pendapat ini, puasanya tetap sah.
Jika ia melaksanakannya sesuai aturan syariat.
Tetapi ia berada dalam bahaya besar.
Karena meninggalkan shalat bisa menyeretnya kepada kekafiran yang nyata.
Ada pula pendapat lain.
Pendapat yang dinilai lebih kuat oleh sebagian ulama.
Orang yang meninggalkan shalat dihukumi kafir besar.
Artinya keluar dari Islam.
Pendapat ini dikuatkan oleh firman Allah dalam Surah At-Taubah,
“Jika mereka bertobat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara kalian seagama.”
Ayat ini memberi syarat persaudaraan iman.
Tobat dari syirik.
Menegakkan shalat.
Menunaikan zakat.
Nabi ﷺ juga bersabda dalam hadis riwayat Sahih Muslim,
“Batas antara seseorang dengan syirik dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.”
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Sunan Abu Dawud dan yang lainnya,
“Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Siapa yang meninggalkannya maka ia kafir.”
BACA JUGA: Pembatal-Pembatal Puasa, Apa Saja Sih?
Bahkan dalam Majmu’ Fatawa, Abdul Aziz bin Baz menegaskan,
Orang yang puasa namun tidak shalat, maka tidak ada puasa baginya.
Masalah ini bukan perkara ringan.
Puasa tanpa shalat adalah ibadah yang pincang.
Shalat adalah tiang agama.
Ia yang pertama dihisab pada hari kiamat.
Jika shalat runtuh, amal lain terancam ikut runtuh.
Karena itu, jangan merasa aman hanya dengan puasa.
Tegakkan shalat.
Jaga lima waktu.
Itulah pondasi keislaman kita. []
RUJUKAN: KONSULTASI SYARIAH
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

