Canggihnya Transportasi, Tetap Tidak Puasa?

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

PERJALANAN pada masa kini jauh lebih mudah.
Pesawat terbang cepat.
Kereta nyaman.
Mobil melaju di jalan tol yang panjang.

Banyak perjalanan yang dahulu memakan waktu berhari-hari,
kini bisa ditempuh hanya dalam beberapa jam.

Karena itu muncul pertanyaan.
Jika perjalanan sudah mudah,
apakah musafir masih boleh tidak berpuasa?

Musafir Tetap Mendapat Keringanan

Dalam Islam, musafir tetap mendapatkan rukhsah.
Yaitu keringanan untuk tidak berpuasa.

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185.

BACA JUGA:  Bolehkah Mengunyah Makanan untuk Sang Bayi Saat Berpuasa?

Allah menjelaskan bahwa orang yang sakit atau dalam perjalanan boleh tidak berpuasa.
Namun ia wajib menggantinya pada hari yang lain.

Ayat ini menunjukkan bahwa safar adalah sebab keringanan.
Baik perjalanan itu sulit maupun mudah.

Teladan dari Para Sahabat

Para sahabat pernah melakukan perjalanan bersama Nabi ﷺ di bulan Ramadhan.

Dalam perjalanan itu ada yang berpuasa.
Ada pula yang berbuka.

Sahabat Abu al-Darda meriwayatkan sebuah kisah.

Ia mengatakan bahwa mereka pernah bepergian bersama Nabi ﷺ pada hari yang sangat panas.
Sebagian sahabat bahkan menutupi kepala mereka karena teriknya matahari.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Saat itu tidak banyak yang berpuasa.
Yang tetap berpuasa hanyalah Nabi ﷺ dan Abdullah ibn Rawahah.

Hadis ini diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj.

Musafir Boleh Memilih

Dari berbagai dalil tersebut, para ulama menjelaskan sebuah kaidah.
Musafir boleh memilih.

Ia boleh berpuasa.
Atau berbuka.

Jika perjalanan tidak memberatkannya,
maka berpuasa lebih baik.

Ada beberapa keutamaan dalam hal ini.

Pertama, mengikuti contoh Nabi ﷺ.

Kedua, lebih mudah karena berpuasa bersama banyak orang.
Biasanya seseorang merasa lebih ringan jika berpuasa bersama masyarakat.

Ketiga, lebih cepat selesai dari kewajiban qadha.

BACA JUGA:  Puasa tapi Tidak Shalat 5 Waktu, Apa Hukumnya?

Jika Perjalanan Berat

Namun jika perjalanan terasa berat,
maka lebih baik berbuka.

Bahkan Nabi ﷺ pernah melihat seorang laki-laki yang sangat lelah saat safar.
Orang-orang berkumpul di sekelilingnya.

Ketika Nabi ﷺ bertanya,
mereka menjawab bahwa orang itu sedang berpuasa.

Lalu Nabi bersabda bahwa tidak baik berpuasa dalam perjalanan jika menimbulkan kesulitan.

Kesimpulannya,
walaupun transportasi sudah canggih,
musafir tetap memiliki keringanan untuk tidak berpuasa.

Namun jika perjalanan mudah dan tidak memberatkan,
maka berpuasa lebih utama. []

RUJUKAN: KONSULTASI SYARIAH

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *