SAHUR adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan ketika berpuasa. Selain menjadi sumber energi untuk menjalani puasa sepanjang hari, sahur juga mengandung keberkahan sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis Nabi.
Karena itu, banyak orang berusaha memaksimalkan waktu sahur hingga mendekati waktu Subuh. Namun terkadang muncul sebuah pertanyaan. Bagaimana jika seseorang masih makan sahur ketika azan Subuh telah berkumandang? Apakah puasanya tetap sah?
Dalam masalah ini, para ulama memberikan penjelasan yang cukup rinci.
BACA JUGA: Sahur, yang Membedakan Puasa Kaum Muslimin dan NonMuslim
Jika seseorang masih makan atau minum setelah azan Subuh, tetapi ia mengetahui bahwa saat itu sebenarnya belum masuk waktu Subuh, maka puasanya tetap sah. Ia tidak perlu mengqadha puasanya. Hal ini karena waktu Subuh memang belum benar-benar masuk.
Kadang-kadang azan memang dikumandangkan sedikit lebih awal sebagai pengingat agar orang-orang segera bersiap menunaikan shalat. Jika seseorang mengetahui hal ini, maka makan atau minumnya tidak memengaruhi sahnya puasa.
Namun keadaannya berbeda jika seseorang mengetahui dengan yakin bahwa waktu Subuh telah masuk, tetapi ia tetap melanjutkan makan atau minum. Dalam kondisi seperti ini, puasanya tidak sah dan ia wajib mengqadha puasa tersebut di hari lain.
Sebab salah satu syarat sah puasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Ada pula kondisi lain yang sering terjadi. Seseorang masih makan atau minum, tetapi ia tidak tahu apakah saat itu waktu Subuh sudah masuk atau belum. Ia ragu dan tidak memiliki kepastian.
Dalam keadaan seperti ini, para ulama menjelaskan bahwa puasanya tetap sah dan tidak perlu mengqadha. Hal ini karena hukum asal pada waktu tersebut adalah masih malam, yaitu belum masuk waktu Subuh.
BACA JUGA: Benarkah Harus Berhenti Makan Sahur 10 Menit Sebelum Subuh?
Meski demikian, seorang muslim tetap dianjurkan untuk berhati-hati dalam menjaga puasanya. Ketika azan Subuh telah terdengar, sebaiknya ia segera berhenti dari makan dan minum agar tidak terjatuh pada perkara yang meragukan.
Sikap kehati-hatian ini penting agar ibadah puasa benar-benar terjaga dengan baik.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah. Karena itu, menjaga waktu sahur dengan baik dan berhenti makan ketika waktu Subuh tiba merupakan bagian dari kesempurnaan ibadah puasa di bulan Ramadhan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

