10 Terakhir Ramadhan, Apakah Rasulullah ﷺ hanya Ber-i’tikaf?

4 Min Read
Foto: Freepik

DI akhir hayatnya, Rasulullah ﷺ memang memfokuskan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan i‘tikaf. Aisyah ra. meriwayatkan bahwa beliau tidak pernah meninggalkan i‘tikaf pada sepuluh malam terakhir hingga wafat.

Namun jika kita menelusuri sirah lebih jauh, setiap Ramadhan yang dilalui Nabi memiliki warna sejarah yang berbeda—kadang berupa perang, kadang penaklukan, kadang penguatan umat.

Berikut beberapa peristiwa yang terjadi pada sepuluh hari terakhir Ramadhan dalam kehidupan Rasulullah ﷺ.

—

1. Ramadhan Tahun 2 H – Setelah Battle of Badr

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan 2 H. Setelah kemenangan besar itu, kaum Muslimin kembali ke Madinah.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan saat itu dipenuhi:

  • syukur atas kemenangan yang tidak disangka,
  • pengurusan tawanan perang,
  • penataan masyarakat Madinah yang baru saja melewati perang besar pertama.

Momentum ini juga menegaskan bahwa Badar adalah “Yaumul Furqan”, hari pembeda antara kebenaran dan kebatilan.

2. Ramadhan Tahun 8 H – Setelah Conquest of Mecca

Peristiwa penaklukan Mekah terjadi sekitar 20 Ramadhan 8 H.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan itu Rasulullah ﷺ:

  • membersihkan Ka‘bah dari berhala,
  • menata ulang Mekah sebagai kota tauhid,
  • memberikan pengampunan besar kepada penduduk Quraisy.

Ramadhan tahun ini menjadi simbol bahwa wahyu yang turun di Mekah akhirnya kembali menguasai Mekah.

—

Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan Lainnya dalam Sirah Nabi

3. Ramadhan Tahun 1 H – Ramadhan pertama di Madinah

Ini adalah Ramadhan pertama setelah hijrah. Belum ada perang besar, tetapi umat Islam sedang membangun fondasi masyarakat.

Pada fase ini Rasulullah ﷺ:

  • mulai menata kehidupan sosial Madinah,
  • menguatkan ukhuwah Muhajirin dan Anshar,
  • menanamkan disiplin ibadah Ramadhan.

Ramadhan ini adalah masa pembentukan ruh umat.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

4. Ramadhan Tahun 3 H – Setelah Battle of Uhud

Perang Uhud terjadi pada Syawal 3 H, tetapi luka dan kehilangan masih terasa pada Ramadhan sebelumnya.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi ﷺ memperkuat ruh para sahabat:

mengobati luka psikologis umat,

menanamkan kesabaran setelah ujian.

Ramadhan ini adalah Ramadhan penyembuhan jiwa umat.

—

5. Ramadhan Tahun 5 H – Setelah Battle of the Trench

Perang Khandaq terjadi pada Syawal 5 H, tetapi ancaman besar terhadap Madinah sudah terasa sejak Ramadhan.

Sepuluh malam terakhir Ramadhan digunakan Nabi ﷺ untuk:

  • memperkuat doa dan spiritualitas,
  • mempersiapkan mental umat menghadapi koalisi musuh besar.

Ramadhan ini adalah Ramadhan kesiapsiagaan peradaban.

—

6. Ramadhan Tahun 9 H – Tahun delegasi (عام الوفود)

Ini adalah tahun ketika berbagai kabilah Arab datang ke Madinah untuk masuk Islam setelah kekuatan Islam diakui di Jazirah Arab.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan:

  • Rasulullah ﷺ tetap beritikaf,
  • delegasi-delegasi menyaksikan langsung kehidupan spiritual Nabi.

Ramadhan ini adalah Ramadhan dakwah global Islam.

BACA JUGA:  Yang Paling Keras Memusuhi Justru Tewas di bulan Ramadhan

7. Ramadhan Tahun 10 H – Ramadhan terakhir Nabi

Ini adalah Ramadhan terakhir sebelum wafatnya Muhammad ﷺ.

Dalam tahun ini:

  • Nabi memperpanjang i‘tikaf,
  • Jibril men-tadarus Al-Qur’an dua kali bersama beliau,
  • umat mulai merasakan bahwa misi kenabian hampir selesai.

Ramadhan ini menjadi Ramadhan perpisahan dengan wahyu.

—

Pola Besar 10 Terakhir Ramadhan Rasulullah

Jika kita melihat seluruh perjalanan itu, tampak pola yang sangat indah:

  • Ramadhan tahun awal dengan membangun umat
  • Ramadhan tahun perang dengan menguatkan ruh jihad
  • Ramadhan tahun kemenangan dengan menegakkan tauhid
  • Ramadhan tahun akhir kehidupannya beliau fokus penuh pada i‘tikaf

Karena itu Aisyah ra. berkata: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.”

Seakan Nabi ingin mengajarkan satu hal besar kepada umatnya:

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah pribadi.
Ia adalah bulan yang membangun sejarah umat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *