BULAN Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ibadah. Salah satu ibadah yang sangat identik dengan bulan ini adalah shalat tarawih. Di berbagai masjid, umat Islam berbondong-bondong datang setiap malam untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.
Namun pada kenyataannya, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Ada sebagian orang yang harus tetap bekerja pada malam hari, seperti petugas keamanan, tenaga medis, pekerja pabrik, sopir, atau profesi lain yang memiliki jadwal kerja malam. Akibatnya, mereka sering tidak bisa mengikuti shalat tarawih berjamaah di masjid.
Lalu muncul pertanyaan, apakah orang yang tidak bisa shalat tarawih karena kewajiban kerja termasuk berdosa?
BACA JUGA: Rakaat Shalat Tarawih di Era Dua Umar
Tarawih Hukumnya Sunnah, Bukan Wajib
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa shalat tarawih hukumnya sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib. Artinya, orang yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala besar, namun orang yang tidak melaksanakannya tidak berdosa.
Karena itu, seseorang yang tidak bisa melaksanakan tarawih karena kewajiban pekerjaan tidak perlu merasa berdosa selama memang ada alasan yang jelas dan tidak sengaja meninggalkan ibadah tersebut.
Bekerja Juga Bisa Menjadi Ibadah
Dalam Islam, bekerja untuk mencari nafkah yang halal juga termasuk ibadah, apalagi jika dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang ayah yang bekerja keras demi menafkahi istri dan anak-anaknya sebenarnya sedang menjalankan kewajiban yang sangat mulia.
Bahkan dalam banyak hadits disebutkan bahwa mencari nafkah halal adalah bagian dari jihad di jalan Allah. Karena itu, seseorang yang bekerja dengan niat yang baik tetap mendapatkan pahala.
Masih Bisa Mengganti dengan Shalat di Rumah
Jika tidak bisa mengikuti tarawih berjamaah di masjid, bukan berarti kesempatan beribadah di malam Ramadhan hilang sepenuhnya. Seseorang masih bisa melaksanakan shalat malam sendiri di rumah sebelum atau setelah bekerja, jika masih memiliki waktu.
Shalat tarawih tidak harus dilakukan di masjid. Melaksanakannya sendirian di rumah juga tetap sah dan tetap mendapatkan pahala.
Bahkan sebagian ulama menjelaskan bahwa shalat malam secara sendiri dengan khusyuk juga memiliki keutamaan tersendiri.
Menghidupkan Ramadhan dengan Cara Lain
Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan, masih banyak amalan lain yang bisa dilakukan untuk menghidupkan malam Ramadhan.
Misalnya memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, mendengarkan ceramah agama, bersedekah, atau memperbanyak doa di sela-sela waktu yang ada. Ibadah tidak selalu harus panjang dan berat, yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi.
Jangan Sampai Pekerjaan Membuat Lupa Ibadah
Meski bekerja adalah kewajiban, seorang Muslim tetap perlu menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Jangan sampai pekerjaan membuat seseorang benar-benar melupakan ibadah.
Jika ada kesempatan, usahakan tetap melaksanakan shalat malam meskipun hanya beberapa rakaat. Bahkan dua rakaat dengan penuh keikhlasan bisa lebih bernilai daripada ibadah panjang tetapi tanpa kekhusyukan.
BACA JUGA: Jumlah Rakaat Tarawih Tidak Ditentukan oleh Nabi ﷺ
Tidak bisa melaksanakan shalat tarawih karena kewajiban kerja bukanlah sebuah dosa, karena tarawih bukan ibadah wajib. Islam adalah agama yang memahami kondisi umatnya dan tidak memberatkan di luar kemampuan.
Yang terpenting adalah tetap menjaga niat baik, berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk beribadah, serta tidak melupakan Allah di tengah kesibukan mencari nafkah.
Dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, setiap aktivitas seorang Muslim, bahkan pekerjaannya sekalipun, bisa bernilai ibadah di sisi Allah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

