Apa yang Bisa Dilakukan Wanita Haid pada Malam Lailatul Qadar?

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: Freepik

SEBAGIAN wanita merasa sedih ketika haid datang di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Mereka khawatir tidak bisa meraih keutamaan Lailatul Qadar.

Padahal pintu ibadah masih sangat luas.

Memang benar, wanita yang haid tidak diperbolehkan melakukan beberapa ibadah tertentu.
Seperti shalat, puasa, thawaf di Ka’bah, dan i’tikaf di dalam masjid.

Namun selain itu, banyak ibadah yang tetap bisa dilakukan.

Nabi ﷺ mencontohkan bagaimana beliau menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

BACA JUGA:  Lailatul Qadar Menurut Hamka

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Jika telah masuk sepuluh malam terakhir, Nabi mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Menghidupkan malam tidak hanya berarti shalat.

Para ulama salaf menjelaskan bahwa maknanya lebih luas.

Al-Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله menjelaskan bahwa maksudnya adalah begadang untuk melakukan ketaatan.

Imam An-Nawawi رحمه الله berkata, maksudnya adalah menghidupkan malam dengan shalat dan berbagai ibadah lainnya.

https://shopee.co.id/product/146266274/19989707042?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6iR2WjyYue2wtRa9DCMLatZPgassd7jTy&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkWVp3RFo3Mkw5czd4Z0hzdEF1WVFibmRNdmxzQ1libytWb1EyM01Ja0JSaG8rc1VQKzNRMklnUVFNQWR1MTE3WU5GWXAxd1VxWThXWS96dnI0QmhJbXREQWVIcjg4eW1ZU3ZVeXdKcWZlakhPaFptU2d3eVE1azBpTlVHN2VyaytNeEF2d3pmU2ZkajR3Uk41UHhhdVpvPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54kctt0m00ko&utm_campaign=id_9GGGTm4ed7&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8zwqcxepm8t

Dalam kitab Aunul Ma’bud juga dijelaskan bahwa menghidupkan malam dilakukan dengan shalat, zikir, dan membaca Al-Qur’an.

Karena itu, wanita yang haid tetap bisa meraih pahala besar di malam-malam ini.

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan.

Pertama, membaca Al-Qur’an.

Banyak ulama membolehkan wanita haid membaca Al-Qur’an, terutama jika untuk zikir atau menjaga hafalan.

Kedua, memperbanyak zikir.

Ucapkan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
Perbanyak membaca:

Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar.
Juga dzikir yang agung:

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ الْعَظِيْمِ

Ketiga, memperbanyak istighfar.

Basahi lisan dengan ucapan:

أستغفر الله

BACA JUGA: Lailatul Qadr dalam Sejarah Manusia

Keempat, memperbanyak doa.

Doa adalah ibadah yang sangat agung.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.” (HR. Tirmidzi no. 2895, dishahihkan oleh Al-Albani)

Bahkan bisa jadi doa yang tulus di malam Lailatul Qadar menjadi sebab diampuninya dosa.

Jadi, jangan merasa terhalang dari ibadah hanya karena haid.

Tetap hidupkan malam-malam Ramadhan.
Dengan zikir, doa, Al-Qur’an, dan istighfar.

Siapa tahu, justru pada malam itu Allah menuliskan ampunan besar untukmu. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *