Surat Qāf: Mengapa Dibaca Rasulullah ﷺ saat Shalat Idul Fitri?

Nasrulloh Baksolahar
3 Min Read
Foto: Freepik

SURAT Qāf merupakan surat awal dalam juz 27 yang menekankan realitas hari kiamat, kebangkitan, dan kepastian kematian sebagai gerbang menuju kehidupan akhirat. Pemilihan surat ini dalam shalat Idul Fitri bukan tanpa makna, tetapi sebagai pengingat bahwa kemenangan Ramadhan harus berujung pada kesadaran akhirat, bukan sekadar euforia dunia.

Allah berfirman:

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذٰلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيْدُ
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ ۗ ذٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيْدِ
وَجَآءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَآىِٕقٌ وَّشَهِيْدٌ

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu kamu hindari. Lalu ditiuplah sangkakala. Itulah hari ancaman. Dan setiap jiwa datang bersama malaikat penggiring dan saksi.” (QS Qāf: 19–21)

Ayat ini menghadirkan suasana yang mengguncang: kematian yang tak terelakkan, hari kebangkitan, dan pengadilan yang pasti. Tidak ada lagi ruang untuk kelalaian.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Kemudian Allah menggambarkan nasib orang-orang yang berpaling:

وَقَالَ قَرِيْنُهٗ هٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيْدٌ
اَلْقِيَا فِيْ جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيْدٍ

“Dan teman (setannya) berkata: ‘Inilah (catatan amal) yang ada padaku siap (untuk diperhitungkan).’ (Dikatakan): ‘Lemparkanlah ke dalam neraka Jahannam setiap orang yang sangat ingkar lagi keras kepala.’” (QS Qāf: 23–24)

Gambaran ini memperlihatkan perselisihan antara manusia dan “temannya” dari kalangan setan, yang dahulu menyesatkan, kini justru menjadi saksi yang memberatkan.

Namun di tengah ancaman itu, Allah juga memberikan harapan bagi hati yang hidup:

مَّنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍ

“(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih walaupun tidak terlihat, dan datang dengan hati yang kembali (kepada-Nya).” (QS Qāf: 33)

BACA JUGA:  Apakah Kejayaan tanpa Iman Akan Bertahan?

Inilah inti pesan surat Qāf: menghadirkan hati yang awwābun ḥafīẓ—hati yang selalu kembali kepada Allah dan menjaga batas-batas-Nya.

Rasulullah ﷺ bahkan pernah berkhutbah hanya dengan membaca surat ini, tanpa tambahan penjelasan panjang. Para sahabat menunggu-nunggu momen itu, karena kekuatan ayat-ayatnya langsung menyentuh hati.

Maka, setelah Ramadhan menempa jiwa dengan menahan hawa nafsu, shalat Idul Fitri membuka Syawal dengan pengingat yang tajam: kemenangan sejati bukan sekadar berhasil berpuasa, tetapi mampu menjaga hati tetap hidup, sadar akan akhirat, dan terus kembali kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan. []

Sumber: Amru Khalid, Khowathir Qur’aniyah, Penerbit Al-I’tishom, 2023

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *