ISLAM adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan, kerapihan, dan kesucian diri. Hal ini tercermin dalam ajaran tentang sunnah-sunnah fithrah, yaitu amalan-amalan yang sesuai dengan naluri manusia yang lurus. Sunnah ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan dan keindahan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai bentuk perawatan diri yang sederhana namun penuh hikmah. Dengan mengamalkannya, seorang Muslim tidak hanya menjaga kebersihan jasmani, tetapi juga menunjukkan ketaatan dan kecintaan kepada sunnah Nabi.
1. Berkhitan, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan
Rasulullah ﷺ bersabda: “Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim). Para ulama seperti Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa ini termasuk syiar kebersihan yang sangat ditekankan, karena mencegah kotoran dan penyakit.
2. Memotong kuku dan memendekkan kumis
Dalam hadits lain, Nabi ﷺ memberi batas waktu agar tidak membiarkan kuku dan kumis lebih dari 40 hari (HR. Muslim). Ulama salaf menekankan bahwa menjaga kuku tetap pendek adalah bagian dari kesempurnaan thaharah, dan kumis yang terlalu panjang bisa mengganggu kebersihan saat makan dan minum.
3. Memanjangkan jenggot dan menyisir rambut
Rasulullah ﷺ bersabda: “Selisihilah orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan tipiskan kumis.” (HR. Bukhari). Memanjangkan jenggot adalah bentuk ketaatan, sementara menyisir rambut menunjukkan kerapihan. Imam Malik رحمه الله dikenal sangat menjaga penampilan rambutnya sebagai bentuk penghormatan terhadap sunnah.
4. Membiarkan uban dan hukum mencatnya
Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah kalian mencabut uban, karena itu adalah cahaya bagi seorang Muslim pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud). Namun, mencat uban diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nasrani, selama tidak menggunakan warna hitam pekat menurut sebagian ulama.
BACA JUGA: Ini Adab Makan dan Minum dalam Sunnah
5. Memakai minyak wangi atau kesturi
Rasulullah ﷺ sangat menyukai wewangian. Beliau bersabda: “Dijadikan kecintaanku dari dunia kalian adalah wanita dan minyak wangi.” (HR. An-Nasa’i). Ulama salaf memandang memakai parfum sebagai bentuk menjaga kehormatan diri dan menyenangkan orang lain.
Menghidupkan sunnah-sunnah fithrah ini adalah langkah sederhana namun besar nilainya. Ia mencerminkan keindahan Islam yang menyentuh aspek lahir dan batin sekaligus. []
SUMBER: FIQIH SUNNAH – SAYYID SABIQ
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


