Rokok Paling Murah dan Paling Mahal ada di Negara Mana?

2 Min Read
Foto: Freepik

HARGA rokok di dunia ternyata sangat bervariasi, bahkan bisa berbeda jauh antara satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh kebijakan pajak, regulasi pemerintah, tingkat ekonomi, hingga kampanye kesehatan di masing-masing negara.

Negara dengan harga rokok paling mahal umumnya adalah negara yang sangat ketat dalam mengendalikan konsumsi tembakau. Salah satu contohnya adalah Australia.

Di negara ini, harga satu bungkus rokok bisa mencapai lebih dari Rp300.000 jika dikonversi ke rupiah. Tingginya harga tersebut disebabkan oleh pajak yang sangat besar sebagai upaya menekan jumlah perokok. Pemerintah Australia secara konsisten menaikkan cukai rokok setiap tahun, sehingga rokok menjadi barang yang semakin tidak terjangkau.

Selain Australia, negara seperti Norwegia dan Inggris juga termasuk dalam daftar negara dengan harga rokok termahal.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

Di sana, merokok bukan hanya mahal, tetapi juga dibatasi dengan berbagai aturan ketat, seperti larangan iklan dan area merokok yang sangat terbatas.

Sebaliknya, negara dengan harga rokok paling murah biasanya adalah negara berkembang dengan pajak tembakau yang relatif rendah. Salah satu contohnya adalah Indonesia.

Di Indonesia, rokok masih bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan kurang dari Rp20.000 per bungkus untuk beberapa merek. Hal ini membuat konsumsi rokok tetap tinggi di berbagai kalangan.

Selain Indonesia, negara seperti Vietnam dan Kamboja juga dikenal memiliki harga rokok yang relatif murah. Faktor utamanya adalah pajak yang rendah serta produksi tembakau lokal yang melimpah.

BACA JUGA:  Apakah Ada Madzhab Ulama yang Memakruhkan Rokok?

Perbedaan harga ini menunjukkan bagaimana kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat. Negara dengan harga rokok mahal cenderung memiliki tingkat perokok yang lebih rendah, sementara negara dengan harga murah justru menghadapi tantangan besar dalam mengendalikan konsumsi rokok.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa harga bukan sekadar angka, tetapi juga strategi. Semakin mahal rokok, semakin besar upaya untuk melindungi masyarakat. Sebaliknya, harga yang murah seringkali membawa konsekuensi jangka panjang bagi kesehatan publik. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *