IKAN sapu-sapu, yang dikenal dalam dunia ilmiah sebagai Hypostomus plecostomus, sering dianggap sebagai ikan yang “sulit mati.” Banyak orang bahkan percaya bahwa ikan ini harus dikubur di tanah agar benar-benar mati. Benarkah demikian? Secara ilmiah, ada penjelasan yang cukup masuk akal di balik anggapan ini.
Pertama, ikan sapu-sapu memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap lingkungan ekstrem.
Mereka termasuk ikan yang mampu bertahan dalam kondisi air yang sangat minim oksigen. Hal ini karena mereka memiliki sistem pernapasan tambahan selain insang, yaitu kemampuan menyerap oksigen langsung dari udara. Dengan kata lain, saat berada di luar air, ikan ini tidak langsung mati seperti kebanyakan ikan lainnya.
Kedua, tubuh ikan sapu-sapu dilapisi dengan struktur kulit keras menyerupai perisai.
Lapisan ini membantu mengurangi kehilangan cairan secara cepat ketika berada di darat. Selain itu, metabolisme tubuhnya bisa melambat drastis saat kondisi lingkungan tidak mendukung. Dalam kondisi ini, ikan tampak seperti mati, padahal sebenarnya masih hidup dalam keadaan “semi dorman.”
Lalu, kenapa harus dikubur? Mengubur ikan sapu-sapu di tanah akan mempercepat kematiannya karena dua faktor utama: kekurangan oksigen total dan tekanan lingkungan. Ketika terkubur, ikan tidak bisa lagi mengakses udara bebas untuk bernapas. Selain itu, tanah yang menutup tubuhnya akan mempercepat proses stres fisiologis, sehingga fungsi organ vitalnya berhenti lebih cepat.
BACA JUGA: Siomay Berbahan Dasar Ikan Sapu Sapu, Apa Bahayanya Sih?
Secara kimiawi, tubuh makhluk hidup membutuhkan oksigen untuk proses respirasi seluler, yaitu proses menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Tanpa oksigen, sel-sel akan beralih ke metabolisme anaerob yang hanya mampu bertahan sebentar sebelum akhirnya gagal total. Pada titik ini, sel-sel mulai mati, diikuti oleh jaringan dan organ tubuh.
Jadi, anggapan bahwa ikan sapu-sapu harus dikubur agar mati bukan sekadar mitos, tetapi lebih kepada pemahaman praktis dari sifat biologisnya yang unik. Namun, perlu diingat bahwa metode ini bukan satu-satunya cara, melainkan hanya cara yang dianggap efektif karena menghilangkan akses oksigen secara total. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


