Apa Hukum Meninggalkan Shalat karena Ketiduran?

Umar Faqih
4 Min Read

SHALAT merupakan kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim. Karena itu, banyak orang merasa khawatir ketika terlambat atau bahkan terlewat shalat karena tertidur.

Keadaan seperti ini cukup sering terjadi, terutama pada waktu Subuh. Ada orang yang sudah memasang alarm, tetapi tetap tidak terbangun. Ada juga yang kelelahan karena aktivitas tertentu sehingga tertidur sangat lelap.

Lalu muncul pertanyaan, apakah orang yang meninggalkan shalat karena ketiduran berdosa? Dan apa yang harus dilakukan setelah bangun?

Ketiduran Tidak Sama dengan Sengaja Meninggalkan Shalat

Dalam Islam, orang yang benar-benar tertidur hingga melewatkan waktu shalat tidak dianggap sama dengan orang yang sengaja meninggalkan shalat. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa seseorang tidak berdosa ketika tertidur atau lupa, tetapi ia wajib menunaikan shalat ketika sudah ingat atau bangun.

Karena itu, jika seseorang benar-benar tidak sadar karena tidur, maka ia tidak mendapatkan dosa seperti orang yang sengaja meninggalkan shalat tanpa alasan.

Namun, hal ini berlaku bagi orang yang memang tidak sengaja tertidur. Jika seseorang sengaja meremehkan shalat, misalnya tidur tanpa niat bangun atau sengaja tidak memasang usaha untuk bangun, maka ia tetap harus berhati-hati karena hal itu bisa termasuk bentuk kelalaian.

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Shalat ketika Pakaian Terkena Najis tetapi Tidak Sadar?

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Bangun?

Ketika seseorang bangun dan menyadari bahwa waktu shalat telah lewat, maka ia harus segera menunaikan shalat tersebut. Tidak perlu menunggu waktu berikutnya atau menundanya lagi.

Misalnya, seseorang bangun kesiangan dan mendapati waktu Subuh sudah habis. Maka ia tetap wajib segera berwudhu dan melaksanakan shalat Subuh saat itu juga.

Hal ini disebut dengan qadha shalat, yaitu mengganti shalat yang terlewat karena alasan tertentu seperti lupa atau tertidur.

Semakin cepat shalat itu dikerjakan setelah bangun, maka semakin baik.

Islam Mengajarkan Ikhtiar

Walaupun orang yang ketiduran tidak berdosa, seorang muslim tetap dianjurkan melakukan usaha agar dapat bangun tepat waktu. Islam mengajarkan tawakal yang disertai ikhtiar.

Beberapa usaha yang bisa dilakukan misalnya:

-Memasang alarm

-Tidur lebih awal

-Meminta keluarga membangunkan

-Tidak begadang tanpa kebutuhan

-Menjauhkan ponsel atau hal yang membuat tidur terlalu larut

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Jika seseorang sudah berusaha tetapi tetap tertidur, maka insyaAllah ia mendapatkan uzur.

Namun, jika seseorang terus-menerus sengaja tidur larut malam untuk hal yang tidak penting hingga sering meninggalkan shalat, maka ia perlu memperbaiki kebiasaannya.

Jangan Menyepelekan Shalat Subuh

Salah satu shalat yang paling sering terlewat karena tidur adalah shalat Subuh. Padahal, shalat Subuh memiliki kedudukan yang sangat besar dalam Islam.

Karena itu, seorang muslim hendaknya menjaga kebiasaan yang membantu dirinya mudah bangun. Tidur terlalu malam, bermain ponsel berlebihan, atau begadang tanpa manfaat sering menjadi penyebab utama sulit bangun Subuh.

Membiasakan tidur lebih teratur bukan hanya baik untuk ibadah, tetapi juga baik untuk kesehatan tubuh.

BACA JUGA: Apakah Boleh Shalat Sambil Menahan Buang Air?

Jika Terjadi Berulang Kali

Jika seseorang sesekali tertidur hingga melewatkan shalat, maka ia segera mengqadha dan memperbaiki diri. Namun, jika hal itu terus terjadi berulang kali, maka ia perlu mengevaluasi penyebabnya.

Bisa jadi pola tidur yang buruk, terlalu lelah, atau kurangnya perhatian terhadap pentingnya shalat menjadi penyebab utama. Karena itu, memperbaiki gaya hidup juga termasuk bagian dari menjaga ibadah.

Jangan sampai kebiasaan terlambat shalat dianggap sesuatu yang biasa. Semakin sering seseorang meremehkan waktu shalat, hati bisa menjadi semakin lalai.

Meninggalkan shalat karena benar-benar ketiduran tidak membuat seseorang berdosa seperti orang yang sengaja meninggalkan shalat. Namun, shalat tersebut tetap wajib diganti segera setelah bangun.

Seorang muslim juga harus berusaha menjaga waktu shalat dengan sebaik mungkin. Pasang alarm, atur waktu tidur, dan hindari kebiasaan yang membuat lalai dari ibadah.

Shalat adalah kewajiban yang sangat berharga. Karena itu, menjaga shalat berarti menjaga hubungan seorang hamba dengan Allah.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *