SHALAT merupakan kewajiban utama bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal. Shalat menjadi pembeda antara keimanan dan kelalaian. Karena itu, meninggalkan shalat bukan perkara ringan, terlebih jika dilakukan dalam waktu yang lama.
Namun, Islam adalah agama yang penuh rahmat. Pintu taubat selalu terbuka selama seseorang masih hidup dan belum sampai ajalnya. Seseorang yang dahulu pernah meninggalkan shalat bertahun-tahun tidak boleh berputus asa dari ampunan Allah. Yang terpenting adalah segera kembali, menyesal, dan berusaha memperbaiki diri.
Allah Ta’ala berfirman bahwa Dia mengampuni dosa-dosa hamba yang bertaubat dengan sungguh-sungguh. Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat niat untuk berubah dan menjaga shalat mulai sekarang.
Apakah Shalat yang Ditinggalkan Harus Diganti?
Para ulama memiliki penjelasan tentang kewajiban mengganti shalat yang pernah ditinggalkan. Mayoritas ulama berpendapat bahwa shalat yang sengaja ditinggalkan tetap wajib diqadha atau diganti. Artinya, seseorang perlu berusaha menunaikan kembali shalat-shalat yang pernah ia tinggalkan dahulu.
BACA JUGA: Shalat Dhuha Berjamaah, Bolehkah?
Ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja cukup bertaubat dan memperbanyak amal saleh. Namun, pendapat yang lebih hati-hati adalah tetap mengqadha shalat semampunya sambil terus bertaubat kepada Allah.
Karena itu, seseorang yang pernah meninggalkan shalat bertahun-tahun sebaiknya tidak merasa terbebani secara berlebihan, tetapi mulai mencicil qadha shalat sedikit demi sedikit secara konsisten.
Cara Mengganti Shalat yang Pernah Ditinggalkan
Mengganti shalat yang tertinggal selama bertahun-tahun memang terasa berat jika dibayangkan sekaligus. Namun, jika dilakukan perlahan dan teratur, insyaAllah akan terasa lebih ringan.
Langkah pertama adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Taubat dilakukan dengan menyesali dosa, berhenti dari kelalaian, dan bertekad untuk tidak meninggalkannya lagi.
Setelah itu, mulailah menjaga shalat lima waktu tepat waktu. Jangan sampai seseorang sibuk mengqadha shalat lama, tetapi malah kembali lalai terhadap shalat yang sedang berjalan saat ini.
Kemudian, buatlah target qadha yang realistis. Misalnya, setiap selesai shalat fardhu, tambahkan satu shalat qadha. Setelah Subuh mengqadha Subuh, setelah Zuhur mengqadha Zuhur, dan seterusnya. Dengan cara ini, hutang shalat sedikit demi sedikit akan berkurang.
Jika mampu, seseorang juga bisa menambah qadha pada waktu-waktu luang. Misalnya saat libur, sebelum tidur, atau setelah membaca Al-Qur’an. Yang penting adalah menjaga konsistensi dan tidak mudah menyerah.
Tidak Perlu Menghitung Secara Berlebihan
Sebagian orang menjadi bingung karena tidak tahu pasti berapa jumlah shalat yang pernah ditinggalkan. Dalam keadaan seperti ini, seseorang cukup memperkirakan secara wajar dan mengambil angka yang lebih meyakinkan.
Islam tidak mengajarkan seseorang untuk menyiksa dirinya dengan hitungan yang terlalu rumit hingga membuat putus asa. Yang terpenting adalah adanya kesungguhan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.
Jangan sampai setan membuat seseorang merasa, “Shalat saya terlalu banyak yang tertinggal, jadi percuma untuk memperbaikinya.” Pikiran seperti ini harus dilawan. Selama seseorang masih hidup, kesempatan memperbaiki diri masih terbuka.
BACA JUGA: Shalat Hanya Baca Surat Qulhu Saja setelah Al-Fatihah, Gimana Hukumnya?
Perbanyak Amal Saleh dan Doa
Selain mengqadha shalat, perbanyak juga amal saleh lainnya. Membaca Al-Qur’an, bersedekah, berzikir, dan menghadiri majelis ilmu dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Perbanyak pula doa agar Allah memudahkan dalam istiqamah. Banyak orang mampu memulai perubahan, tetapi tidak semua mampu bertahan dalam kebaikan. Karena itu, hati harus selalu bergantung kepada pertolongan Allah.
Seseorang yang dahulu jauh dari shalat tidak boleh terus hidup dalam rasa bersalah yang berlebihan. Penyesalan memang penting, tetapi harapan kepada rahmat Allah juga harus besar.
Mengganti shalat yang pernah ditinggalkan bertahun-tahun memang membutuhkan kesabaran dan kesungguhan. Namun, hal itu bukan sesuatu yang mustahil dilakukan. Mulailah dengan taubat yang tulus, menjaga shalat yang sedang berjalan, lalu mengqadha secara bertahap dan konsisten.
Allah melihat usaha hamba-Nya. Selama seseorang benar-benar ingin kembali kepada-Nya, maka rahmat Allah sangat luas. Jangan menunda taubat, karena tidak ada yang tahu sampai kapan umur akan diberikan.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

