Kenapa Ayam Tidak Boleh Dijadikan Hewan Kurban?

Dini Koswarini
6 Min Read
Foto: Freepik

SETIAP Hari Raya Idul Adha, kaum Muslimin dianjurkan menyembelih hewan qurban sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Namun, tidak semua hewan bisa dijadikan qurban.

Sebagian orang mungkin pernah bertanya: kenapa ayam tidak boleh dijadikan hewan qurban? Padahal ayam juga hewan yang halal dimakan dan sering disembelih.

Pertanyaan ini sebenarnya cukup menarik. Sebab secara logika sederhana, ayam memang termasuk hewan halal. Namun dalam ibadah, tidak semua perkara ditentukan hanya berdasarkan logika manusia. Ada aturan dan batasan yang telah ditetapkan syariat.

Karena itu, memahami masalah qurban harus dikembalikan kepada dalil Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama.

Hewan Qurban Sudah Ditentukan dalam Syariat

Dalam Islam, hewan qurban hanya terbatas pada hewan ternak tertentu, yaitu:

Kambing
Domba
Sapi
Kerbau
Unta

Hewan-hewan inilah yang disebut dalam syariat sebagai hewan yang sah untuk qurban.

BACA JUGA:  Kurban Dulu atau Aqiqah Anak Dulu?

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah Dia rezekikan kepada mereka.” (QS. Al-Hajj: 34)

Dalam ayat ini, Allah menyebut “bahimatul an’am”, yaitu hewan ternak tertentu yang dikenal dalam syariat. Para ulama menjelaskan bahwa ayam tidak termasuk dalam kategori hewan qurban yang ditetapkan.

Karena itu, walaupun ayam halal dimakan, ia tidak sah dijadikan qurban Idul Adha.

Ibadah Tidak Bisa Dibuat Sesuka Hati

Salah satu pelajaran penting dalam Islam adalah bahwa ibadah harus mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Kalau manusia bebas menentukan sendiri bentuk ibadah, maka nanti semua orang bisa membuat aturan masing-masing. Ada yang mungkin ingin qurban dengan ayam, ikan, atau hewan lainnya hanya karena dianggap lebih murah atau praktis.

Padahal ibadah dalam Islam bersifat tauqifiyah, artinya harus berdasarkan dalil.

https://id.shp.ee/5ckKhZJe

Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak pernah mencontohkan qurban dengan ayam. Padahal ayam sudah ada sejak zaman dahulu dan sangat dikenal masyarakat Arab.

Namun tidak ada riwayat bahwa Nabi ﷺ atau para sahabat menyembelih ayam sebagai qurban Idul Adha.

Ini menunjukkan bahwa qurban memiliki aturan khusus yang tidak boleh diubah seenaknya.

Ayam Tetap Bisa Menjadi Sedekah

Walaupun ayam tidak sah dijadikan qurban, bukan berarti menyembelih ayam lalu membagikannya tidak berpahala.

Seseorang tetap boleh:

Menyembelih ayam
Membagikan makanan
Bersedekah kepada tetangga
Memberi makan fakir miskin

Semua itu tetap bernilai sedekah dan kebaikan.

Namun itu tidak dihitung sebagai ibadah qurban Idul Adha.

Ini penting dibedakan. Karena kadang ada orang yang berkata, “Yang penting kan berbagi.” Memang benar berbagi itu baik. Tetapi qurban bukan sekadar berbagi daging. Ia adalah ibadah khusus yang memiliki tata cara tertentu.

Sama seperti shalat Subuh yang harus dua rakaat. Walaupun seseorang shalat empat rakaat dengan niat lebih semangat, tetap tidak sesuai syariat.

Begitu pula qurban. Niat baik saja tidak cukup jika caranya tidak sesuai tuntunan.

Kenapa Harus Hewan Ternak Besar?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa hewan qurban yang ditentukan syariat memiliki nilai pengorbanan yang lebih besar.

Di masa dahulu, kambing, sapi, dan unta termasuk harta berharga masyarakat. Menyembelih hewan-hewan tersebut menunjukkan pengorbanan, ketaatan, dan kesungguhan seorang hamba kepada Allah.

Karena itu, qurban bukan hanya soal dagingnya, tetapi juga tentang nilai pengorbanannya.

Kambing, Hewan Kurban
Foto: Freepik

Allah Ta’ala berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menunjukkan bahwa inti qurban adalah ketakwaan dan kepatuhan kepada aturan Allah.

Kadang manusia ingin ibadah yang lebih mudah sesuai keinginannya sendiri. Tetapi justru di situlah letak ujian ketaatan.

Bagaimana Jika Tidak Mampu Membeli Kambing?

Ada orang yang berkata, “Kalau tidak mampu kambing, kenapa tidak boleh ayam saja?”

Jawabannya, karena dalam syariat qurban memang ada kemampuan sebagai syarat.

Jika seseorang belum mampu berqurban, maka ia tidak berdosa. Islam tidak memaksa orang di luar kemampuannya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Karena itu, orang yang belum mampu membeli kambing tidak perlu memaksakan diri mengganti qurban dengan ayam.

BACA JUGA:  Syarat Hewan Qurban, Apa Saja Ya?

Ia tetap bisa mendapatkan pahala besar dengan:

Bersedekah
Membantu orang lain
Berdzikir
Berpuasa sunnah
Memperbanyak amal saleh di bulan Dzulhijjah
Hikmah di Balik Aturan Qurban

Kadang manusia ingin semua ibadah bisa disesuaikan dengan logika dan seleranya sendiri. Padahal salah satu hikmah ibadah adalah melatih kepatuhan kepada Allah.

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menjadi teladan besar dalam pengorbanan dan ketaatan. Dari situlah syariat qurban berasal.

Maka ketika seorang Muslim memilih hewan qurban sesuai tuntunan syariat, sejatinya ia sedang belajar tunduk kepada aturan Allah, bukan mengikuti keinginannya sendiri.

Penutup

Ayam tidak boleh dijadikan hewan qurban karena syariat Islam telah menentukan jenis hewan tertentu yang sah untuk qurban, yaitu kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta.

Walaupun ayam halal dimakan dan boleh disedekahkan, ia tidak memenuhi syarat sebagai hewan qurban Idul Adha.

Ini mengajarkan bahwa ibadah harus mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, bukan sekadar berdasarkan logika atau keinginan manusia.

Dan di balik ibadah qurban, ada pelajaran besar tentang ketakwaan, kepatuhan, dan pengorbanan kepada Allah Ta’ala.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *