Suami Tak Mau ke Rumah Orangtua Terus, Saya Sebagai Istri Harus Bagaimana?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Islampos

ASSALAMUAALAIKUM warahmatullahi wabarakatuh.  Ustadz, saya seorang istri yang sudah beberapa tahun menikah. Orang tua saya masih hidup dan tinggal tidak terlalu jauh dari rumah kami. Namun suami saya sering enggan jika diajak berkunjung ke rumah orang tua. Kadang beliau beralasan lelah, kadang ingin beristirahat di rumah. Saya jadi serba salah. Di satu sisi saya ingin berbakti kepada orang tua, tetapi di sisi lain saya juga tidak ingin berselisih dengan suami. Bagaimana sebaiknya sikap saya menurut Islam?

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Masalah seperti ini cukup sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Tidak sedikit istri yang merasa sedih ketika melihat suaminya jarang berkunjung ke rumah mertua. Namun sebelum mengambil kesimpulan yang negatif, ada baiknya kita melihat persoalan ini dengan tenang dan adil.

Pertama, perlu dipahami bahwa setelah menikah, seorang wanita tetap memiliki kewajiban untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Pernikahan tidak menghapus hubungan seorang anak dengan ayah dan ibunya. Bahkan Islam sangat menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan berbuat baik kepada orang tua selama hayat masih dikandung badan.

BACA JUGA: Suami Udah 50 Tahun, tapi Minta Terus, Gimana Sikap Istri?

Allah Ta’ala berfirman: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23)

Karena itu, keinginan Anda untuk menjenguk dan menjaga hubungan baik dengan orang tua merupakan sesuatu yang mulia.

Namun di sisi lain, tidak setiap suami yang jarang berkunjung ke rumah mertua berarti membenci atau tidak menghormati mertuanya. Bisa jadi ia memang lelah setelah bekerja. Bisa jadi ia termasuk pribadi yang tidak terlalu suka sering bepergian. Bisa pula ada alasan tertentu yang belum pernah disampaikan secara terbuka.

https://s.shopee.co.id/3Vf1tnluRU

Di sinilah pentingnya komunikasi yang baik. Jangan sampai prasangka mengambil alih sebelum ada penjelasan yang jelas. Terkadang masalah yang terlihat besar sebenarnya hanya muncul karena kurangnya komunikasi antara suami dan istri.

Cobalah berbicara dengan suami dalam suasana yang tenang. Sampaikan bahwa Anda merindukan orang tua dan ingin tetap menjaga hubungan baik dengan mereka. Hindari nada menuntut atau menyalahkan. Kalimat yang lembut biasanya jauh lebih mudah diterima daripada kalimat yang bernada protes.

Misalnya Anda bisa mengatakan:

“Abi, saya ingin sekali menjenguk Ayah dan Ibu akhir pekan ini. Kalau Abi berhalangan ikut tidak apa-apa, tetapi saya berharap tetap bisa bersilaturahmi kepada mereka.”

Sering kali pendekatan seperti ini membuat suami lebih memahami perasaan istrinya.

Jika suami tidak dapat ikut karena alasan tertentu, bukan berarti hubungan Anda dengan orang tua harus terputus. Selama ada izin dan komunikasi yang baik, Anda tetap dapat menjenguk orang tua, menanyakan kabar mereka, membantu kebutuhan mereka, atau sekadar menghubungi mereka melalui telepon dan pesan.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah jangan sampai Anda menceritakan kekurangan suami kepada orang tua. Sebagian orang tanpa sadar berkata kepada keluarganya, “Suami saya memang tidak suka datang ke sini,” atau “Suami saya malas menemui Ayah dan Ibu.”

Bantal Guling, istri, suami
Foto: AI / Islampos Media

Ucapan seperti ini biasanya hanya akan memperkeruh suasana. Orang tua bisa merasa tersinggung, sementara hubungan antara menantu dan mertua menjadi semakin renggang.

Sebaliknya, jadilah jembatan yang mempererat hubungan kedua belah pihak. Ceritakan kebaikan suami kepada orang tua, dan ceritakan pula kebaikan orang tua kepada suami. Sikap seperti ini sering kali mampu melunakkan hati dan menghilangkan banyak kesalahpahaman.

Selain itu, perlu diingat bahwa seorang istri hendaknya berusaha menyeimbangkan dua kewajiban besar dalam hidupnya: berbakti kepada orang tua dan menjaga keharmonisan rumah tangga bersama suami. Islam tidak mengajarkan kita untuk memilih salah satunya dan meninggalkan yang lain. Keduanya harus dijalankan dengan bijak sesuai kemampuan.

BACA JUGA:  Suami Tidak Mau Kerja, Maunya Diam Terus di Rumah, Istri Harus Bagaimana?

Karena itu, jangan terburu-buru marah kepada suami hanya karena ia tidak selalu mau ikut berkunjung ke rumah orang tua. Selama ia tidak melarang Anda berbuat baik kepada mereka dan tidak berusaha memutus hubungan silaturahmi, maka persoalan ini masih dapat diselesaikan dengan komunikasi, kesabaran, dan saling memahami.

Terakhir, jangan lupakan doa. Banyak persoalan keluarga yang tampaknya sulit diselesaikan dengan kata-kata, tetapi Allah mudahkan melalui doa yang tulus. Mintalah kepada Allah agar hati suami dilapangkan, hubungan dengan orang tua semakin baik, dan rumah tangga Anda selalu dipenuhi ketenangan.

Semoga Allah memudahkan urusan Anda, menjaga keharmonisan keluarga, dan menjadikan Anda termasuk hamba yang mampu berbakti kepada orang tua tanpa mengabaikan hak-hak suami. Aamiin. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *