Sandal Jepit, Gimana Sih Asal-usulnya? Terutama Merek Swallow

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Lazada

SANDAL jepit adalah salah satu alas kaki paling sederhana yang pernah diciptakan manusia. Hampir semua orang Indonesia pernah memakainya, mulai dari anak-anak, petani, nelayan, hingga pekerja kantoran saat bersantai di rumah. Namun, di balik kesederhanaannya, sandal jepit memiliki sejarah yang sangat panjang dan menarik.

Jejak Sandal Jepit dari Zaman Kuno

Konsep sandal sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Berbagai peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Romawi menggunakan alas kaki sederhana yang terdiri dari sol dan tali pengikat. Namun, bentuk sandal jepit modern yang kita kenal saat ini banyak dipengaruhi oleh sandal tradisional Jepang yang disebut zōri.

Sandal zōri memiliki ciri khas tali berbentuk huruf Y yang menjepit di antara ibu jari dan jari kedua kaki. Desain inilah yang kemudian menjadi dasar lahirnya sandal jepit modern.

BACA JUGA:  Asal Usul Kota Makassar Menurut Lontara Patturioloang ri Tugowaya

Menurut berbagai catatan sejarah, setelah Perang Dunia II berakhir, banyak tentara Amerika yang kembali dari Jepang membawa sandal zōri ke negaranya. Dari situlah model sandal tersebut mulai menyebar ke berbagai belahan dunia dan berkembang menjadi flip-flop atau sandal jepit modern.

Kenapa Disebut “Flip-Flop”?

Di negara-negara berbahasa Inggris, sandal jepit dikenal dengan nama “flip-flop”. Nama ini berasal dari suara yang muncul ketika telapak kaki dan sandal saling beradu saat berjalan, yaitu bunyi “flip” dan “flop”. Istilah tersebut kemudian menjadi sangat populer hingga digunakan secara luas di berbagai negara.

Di Indonesia sendiri, masyarakat lebih mengenalnya sebagai sandal jepit karena cara pemakaiannya yang menjepit sela-sela jari kaki.

https://s.shopee.co.id/8fQ6u7R6SI

Masuk ke Indonesia

Sandal jepit mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1940-an. Pada masa itu, pengaruh Jepang cukup kuat karena pendudukan Jepang di Nusantara. Banyak budaya dan produk yang ikut diperkenalkan, termasuk model sandal bergaya zōri yang kemudian berkembang menjadi sandal jepit lokal.

Seiring berjalannya waktu, sandal jepit menjadi sangat populer karena murah, ringan, mudah diproduksi, dan cocok dengan iklim tropis Indonesia. Tidak heran jika sandal jepit kemudian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Lahirnya Merek Swallow

Ketika berbicara tentang sandal jepit di Indonesia, sulit rasanya untuk tidak menyebut nama Swallow. Bahkan bagi sebagian orang, kata “Swallow” sudah identik dengan sandal jepit itu sendiri.

Merek Swallow berasal dari perusahaan bernama PT Garuda Mas Perkasa yang didirikan oleh Agut Djaja bersama tiga putranya di Medan, Sumatera Utara, pada tahun 1973. Awalnya perusahaan ini memproduksi sandal dengan merek Swan dan Maruzen. Baru pada tahun 1976 mereka mulai memproduksi sandal dengan merek Swallow.

Nama “Swallow” sendiri berarti burung walet. Menurut filosofi perusahaan, burung walet dikenal setia pada pasangannya dan selalu kembali ke sarangnya. Karena itulah logo Swallow melambangkan kesetiaan dan kebersamaan, layaknya sepasang sandal yang selalu berdampingan antara kiri dan kanan.

Mengapa Swallow Sangat Populer?

Ada beberapa alasan mengapa Swallow berhasil menjadi legenda di Indonesia.

Pertama, kualitas karetnya terkenal kuat dan tahan lama. Swallow sejak lama dikenal menggunakan bahan karet alami yang membuat sandalnya tidak mudah licin serta lebih awet dibanding banyak produk murah lainnya.

Kedua, harganya terjangkau. Swallow dapat dibeli hampir oleh semua kalangan masyarakat, sehingga mendapat julukan “Sandal Seribu Umat”.

sandal, najis, suci, Puasa, Sandal Jepit
Foto: Freepik

Ketiga, distribusinya sangat luas. Dari warung kecil di desa hingga supermarket besar di kota, sandal Swallow hampir selalu tersedia. Inilah yang membuat merek tersebut begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Sejarah Hari Minggu Jadi Hari Libur di Indonesia

Bahkan dalam berbagai diskusi di internet, banyak pengguna yang masih menganggap Swallow memiliki rasio harga dan ketahanan yang sangat baik meskipun kini banyak merek baru bermunculan.

Dari Sandal Sederhana Menjadi Ikon Budaya

Saat ini sandal jepit bukan sekadar alas kaki. Ia telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Dari pergi ke sawah, ke pasar, ke masjid, hingga dipakai saat bersantai di rumah, sandal jepit selalu hadir menemani berbagai aktivitas.

Dan di antara banyak merek yang pernah ada, Swallow berhasil menjadi simbol sandal jepit Indonesia. Dari sebuah pabrik di Medan pada tahun 1970-an, merek ini tumbuh menjadi salah satu produk lokal paling dikenal di tanah air. Hingga sekarang, ketika seseorang menyebut sandal jepit, tidak sedikit yang langsung teringat pada sandal putih dengan tali berwarna hijau, biru, atau merah khas Swallow.

Sebuah bukti bahwa produk yang sederhana, terjangkau, dan berkualitas bisa bertahan melewati zaman dan menjadi bagian dari kehidupan jutaan orang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *