Pikiran Kotor Lewat Saat Shalat, Batalkah?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

SHALAT adalah ibadah yang menuntut kekhusyukan. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan munculnya pikiran-pikiran yang tidak pantas saat sedang berdiri menghadap Allah SWT. Ada yang tiba-tiba teringat maksiat, membayangkan hal-hal yang buruk, bahkan muncul lintasan pikiran yang membuat dirinya merasa berdosa.

Lalu, bagaimana hukum pikiran kotor yang tiba-tiba lewat saat shalat? Apakah shalat menjadi batal? Apakah seseorang berdosa karena lintasan pikiran tersebut?

BACA JUGA: Waktunya Mepet, Lebih Baik Shalat Rawatib ataukah Tahiyatul Masjid?

Lintasan Pikiran Bukan Berarti Dosa

Islam adalah agama yang memahami fitrah manusia. Hati manusia memang sering didatangi berbagai lintasan pikiran (was-was), baik yang baik maupun yang buruk. Selama seseorang tidak sengaja menghadirkannya, tidak meyakininya, dan tidak menindaklanjutinya, maka ia tidak berdosa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku terhadap apa yang terlintas dalam hati mereka selama tidak diucapkan atau dikerjakan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi kabar gembira bagi kaum muslimin. Lintasan pikiran yang datang tanpa diundang tidak dicatat sebagai dosa.

Apakah Shalat Menjadi Batal?

Jawabannya adalah tidak batal.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa shalat tidak batal hanya karena muncul pikiran kotor atau was-was. Yang membatalkan shalat adalah perkara-perkara yang memang telah ditetapkan dalam syariat, seperti berhadas, makan, minum, berbicara dengan sengaja, atau melakukan gerakan yang berlebihan tanpa kebutuhan.

Adapun sekadar muncul pikiran buruk, walaupun sangat mengganggu, tidak membatalkan shalat.

Namun, pikiran tersebut bisa mengurangi kekhusyukan dan pahala shalat apabila seseorang terus larut di dalamnya.

Mengapa Pikiran Kotor Justru Muncul Saat Shalat?

Banyak ulama menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah gangguan setan. Ketika seseorang sedang shalat, setan berusaha mengganggu agar ibadahnya tidak khusyuk.

Rasulullah SAW bersabda bahwa setan datang mengganggu orang yang sedang shalat dengan mengingatkannya kepada berbagai urusan dunia hingga ia lupa berapa rakaat yang telah dikerjakannya.

Karena itu, jangan heran apabila seseorang yang biasanya tidak memikirkan hal tertentu justru mengingatnya ketika shalat.

https://shopee.co.id/product/1343674864/26985381870?d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOTdVVlFhT280cmNvdzh2QnpMZEx5c1l1M3ZXMDdmSGFJd0MxVXJWZGtBUWtUWVVyT25TOFQ4VlZSMkxleDlWb3M5V2NVQnJNdUhBSXBtRWlIOStjZCtaNGJHSUV0MjhPZmFHai9ObXorMUJ3PQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54lvb6f302r9&utm_campaign=id_ApUFzIw6QD&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=ea3fcsw5itgf

Bagaimana Jika Pikiran Kotor Sengaja Dinikmati?

Ini berbeda hukumnya.

Apabila seseorang dengan sengaja menikmati khayalan maksiat saat shalat, terus membiarkannya, bahkan sengaja menghadirkannya, maka ia telah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan tujuan shalat.

Walaupun shalatnya pada umumnya tetap sah selama rukun dan syaratnya terpenuhi, perbuatannya tentu mengurangi kesempurnaan ibadah dan dapat menjadi dosa apabila khayalan tersebut merupakan kemaksiatan yang sengaja dipelihara.

Karena itu, seorang muslim hendaknya segera memutus lintasan tersebut dan mengembalikan fokus kepada bacaan shalat.

Cara Mengatasi Pikiran Kotor Saat Shalat

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Memahami makna bacaan shalat sehingga hati lebih fokus.
  • Menghadirkan perasaan bahwa sedang berdiri di hadapan Allah SWT.
  • Membaca ta’awudz sebelum memulai shalat.
  • Menjauhi maksiat karena dosa sering menjadi sebab hati mudah diganggu was-was.
  • Tidak panik ketika pikiran buruk muncul, tetapi segera mengalihkan perhatian kepada bacaan dan gerakan shalat.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berdzikir agar hati lebih tenang.

Jangan Putus Asa

Sebagian orang justru menjadi sangat sedih ketika pikiran buruk datang saat shalat. Padahal, rasa tidak suka terhadap pikiran tersebut merupakan pertanda baik. Artinya, hati masih membenci keburukan itu.

Yang berbahaya bukanlah munculnya lintasan pikiran, melainkan ketika seseorang sengaja memeliharanya atau bahkan mengikutinya dalam kehidupan nyata.

Allah SWT Maha Mengetahui kelemahan hamba-Nya. Selama seorang muslim terus berusaha melawan gangguan tersebut dan memperbaiki kekhusyukannya, insya Allah ia mendapatkan pahala atas kesungguhannya.

BACA JUGA: Adakah Shalat yang Wajib Diqadha Perempuan saat Haid?

Pikiran kotor yang tiba-tiba lewat saat shalat tidak membatalkan shalat dan tidak berdosa selama hanya berupa lintasan yang tidak disengaja serta tidak dinikmati atau diwujudkan dalam perbuatan. Gangguan semacam ini sering kali merupakan was-was dari setan yang ingin merusak kekhusyukan ibadah.

Karena itu, jangan menghentikan shalat atau merasa putus asa. Tetaplah fokus kepada bacaan, mohon perlindungan kepada Allah SWT, dan terus berlatih menghadirkan hati dalam setiap shalat. Semakin sering seorang hamba mendekat kepada Allah, semakin kuat pula kemampuannya melawan gangguan yang menghalangi kekhusyukan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *