DAJJAL merupakan salah satu tanda besar kiamat yang paling banyak disebutkan dalam hadis-hadis Rasulullah ﷺ. Sosok ini akan muncul menjelang hari kiamat dengan membawa fitnah yang sangat besar hingga mampu menyesatkan banyak manusia. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah Dajjal merupakan keturunan manusia?
Jawabannya, menurut pendapat mayoritas ulama, Dajjal adalah manusia, bukan jin, bukan malaikat, dan bukan makhluk dari dunia lain. Ia memiliki sifat-sifat manusia, seperti makan, minum, berjalan, dan pada akhirnya akan meninggal dunia setelah dibunuh oleh Nabi Isa AS atas izin Allah SWT.
BACA JUGA: Dajjal-Dajjal Pendusta yang Mengaku Nabi
Dajjal Adalah Seorang Manusia
Banyak hadis sahih menggambarkan Dajjal sebagai manusia dengan ciri-ciri fisik tertentu. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Dajjal memiliki mata sebelah yang cacat, bertubuh kekar, berambut keriting, dan di antara kedua matanya tertulis kata “kafir” yang dapat dibaca oleh setiap mukmin, baik yang pandai membaca maupun tidak.
Penyebutan ciri-ciri fisik ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah makhluk manusia yang dapat dilihat dan dikenali.
Apakah Dajjal Memiliki Ayah dan Ibu?
Dalam beberapa hadis terdapat keterangan mengenai asal-usul Dajjal, termasuk tanda-tanda yang berkaitan dengan kedua orang tuanya. Hal ini semakin menguatkan pendapat bahwa Dajjal lahir melalui proses kelahiran manusia, bukan muncul secara tiba-tiba sebagai makhluk gaib.
Meskipun demikian, hadis-hadis tersebut tidak menjelaskan secara rinci silsilah keluarga Dajjal hingga kepada keturunannya. Oleh karena itu, umat Islam tidak dianjurkan berspekulasi mengenai nasab atau garis keturunannya di luar informasi yang terdapat dalam dalil.
Bukan Keturunan Iblis
Ada anggapan yang beredar bahwa Dajjal adalah anak Iblis atau berasal dari bangsa jin. Namun, pendapat ini tidak memiliki landasan yang kuat dari Al-Qur’an maupun hadis sahih.
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa Dajjal hanyalah manusia yang diberi berbagai ujian luar biasa sebagai fitnah bagi umat manusia di akhir zaman.
Mengapa Dajjal Memiliki Kemampuan yang Luar Biasa?
Dajjal akan mampu melakukan berbagai hal yang tampak menakjubkan, seperti:
- Mengaku sebagai tuhan.
- Membawa fitnah berupa sesuatu yang tampak seperti surga dan neraka.
- Memerintahkan langit menurunkan hujan dengan izin Allah.
- Membuat bumi menumbuhkan tanaman dengan izin Allah.
- Mengelilingi sebagian besar bumi dalam waktu yang singkat.
Semua kemampuan tersebut bukan karena Dajjal memiliki sifat ketuhanan, melainkan karena Allah SWT menjadikannya sebagai ujian besar bagi manusia. Tidak ada satu pun kemampuan Dajjal yang terjadi di luar kehendak Allah.
Dajjal Tetap Memiliki Kelemahan
Walaupun fitnahnya sangat besar, Dajjal tetap memiliki banyak keterbatasan.
Di antaranya:
- Tidak dapat memasuki Makkah dan Madinah karena dijaga para malaikat.
- Tidak mengetahui perkara gaib sebagaimana Allah mengetahuinya.
- Tetap membutuhkan makan dan minum sebagaimana manusia.
- Pada akhirnya akan dibunuh oleh Nabi Isa AS di akhir zaman.
Hal ini menunjukkan bahwa Dajjal sama sekali bukan tuhan, melainkan makhluk yang lemah di hadapan Allah SWT.
Bagaimana Sikap Seorang Muslim?
Rasulullah ﷺ mengajarkan agar umat Islam lebih fokus mempersiapkan keimanan daripada sibuk menebak-nebak identitas Dajjal.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
- Memperkuat tauhid kepada Allah SWT.
- Memperbanyak amal saleh.
- Membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama atau terakhir Surah Al-Kahfi sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.
- Berdoa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama dalam tasyahud akhir sebelum salam.
- Menuntut ilmu agama agar tidak mudah tertipu oleh berbagai fitnah.
Hindari Spekulasi yang Tidak Berdalil
Seiring berkembangnya media sosial, sering muncul berbagai klaim bahwa tokoh tertentu adalah Dajjal atau bahwa Dajjal berasal dari kelompok, negara, atau garis keturunan tertentu. Klaim-klaim seperti ini umumnya tidak memiliki dasar yang kuat.
BACA JUGA: Orang-orang yang Tidak Bisa Dipengaruhi oleh Dajjal, Siapa Saja Mereka?
Seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam menerima informasi, serta mendahulukan Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama yang terpercaya daripada cerita-cerita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut pendapat mayoritas ulama, Dajjal adalah manusia, bukan jin, malaikat, atau keturunan Iblis. Hadis-hadis sahih menggambarkannya sebagai sosok manusia dengan ciri-ciri fisik tertentu yang akan muncul menjelang kiamat sebagai ujian terbesar bagi umat manusia. Yang terpenting bagi setiap muslim bukanlah berspekulasi tentang asal-usul Dajjal, melainkan memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, dan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari fitnah Dajjal ketika ia muncul. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

