Dajjal-Dajjal Pendusta yang Mengaku Nabi

6 Min Read
Foto: Freepik

RASULULLAH ﷺ telah mengabarkan kepada umatnya bahwa menjelang hari kiamat akan muncul banyak pendusta besar yang mengaku sebagai nabi. Mereka bukan sekadar orang yang berbicara sembarangan atau memiliki keyakinan menyimpang, tetapi sosok-sosok yang membawa fitnah besar, mengajak manusia mengikuti kebatilan, dan berhasil mendapatkan pengikut yang tertipu oleh klaim mereka.

Dalam berbagai hadis sahih disebutkan bahwa jumlah nabi-nabi palsu tersebut berkisar antara dua puluh tujuh hingga tiga puluh orang. Mereka dikenal sebagai “dajjal-dajjal pendusta” karena membawa kebohongan besar atas nama agama dan mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, padahal Allah telah menutup kenabian dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ.

Perlu dipahami bahwa orang yang mengaku nabi sepanjang sejarah jumlahnya sangat banyak. Namun yang dimaksud dalam hadis-hadis Nabi ﷺ adalah mereka yang mampu menimbulkan fitnah besar dan memiliki pengikut yang cukup banyak sehingga menyesatkan manusia. Adapun orang-orang yang mengaku nabi tetapi tidak mendapatkan perhatian atau pengikut yang berarti, jumlahnya jauh lebih banyak dan tidak termasuk dalam hitungan yang disebutkan dalam hadis tersebut.

BACA JUGA:  10 Fakta tentang Dajjal Berdasarkan Hadits Nabi

Hadis-Hadis Tentang Nabi Palsu

Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Kiamat tidak akan terjadi sampai diutus dajjal-dajjal pendusta yang jumlahnya hampir tiga puluh, dan masing-masing mengaku bahwa dirinya utusan Allah.”

Hadis ini menunjukkan bahwa kemunculan para pendusta yang mengaku sebagai nabi merupakan salah satu tanda mendekatnya hari kiamat. Mereka akan tampil dengan berbagai cara untuk meyakinkan manusia, mulai dari pidato yang memikat, klaim-klaim spiritual, hingga berbagai bentuk tipu daya yang membuat sebagian orang tertarik mengikuti mereka.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Dalam riwayat lain yang terdapat dalam Shahih Muslim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sungguh di kalangan umatku ada tiga puluh pendusta, semuanya mengaku dirinya nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahku.”

Hadis ini menegaskan salah satu prinsip pokok dalam Islam, yaitu bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup seluruh nabi dan rasul. Setelah beliau, tidak akan ada lagi nabi yang diutus oleh Allah. Siapa pun yang mengaku sebagai nabi setelah beliau, maka pengakuannya adalah kebatilan.

Selain itu, dalam riwayat yang disebutkan dalam Musnad Ahmad dan beberapa kitab hadis lainnya dengan sanad sahih dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Di kalangan umatku ada dajjal-dajjal pendusta sejumlah dua puluh tujuh, dan di antara mereka ada empat wanita.”

Riwayat ini menunjukkan bahwa fitnah kenabian palsu dapat muncul dari kalangan laki-laki maupun perempuan.

Kemunculan Nabi-Nabi Palsu Sepanjang Sejarah

Sejarah Islam mencatat bahwa sejak masa awal sudah muncul orang-orang yang mengaku sebagai nabi. Pada masa para sahabat, muncul Musailamah al-Kadzdzab yang terkenal sebagai salah satu pendusta terbesar. Selain itu ada pula al-Aswad al-‘Ansi dan Sajah yang sama-sama mengaku menerima wahyu.

Kemudian pada masa tabi’in muncul al-Mukhtar ats-Tsaqafi yang membawa berbagai klaim yang menyesatkan. Seiring berjalannya waktu, kemunculan tokoh-tokoh semacam ini terus berulang dalam berbagai bentuk dan tempat.

Lebih dari satu abad yang lalu, muncul Husein Ali al-Mirza Abbas di Iran yang dikenal dengan julukan Bahaullah. Ia mengajarkan keyakinan yang menyimpang dari ajaran Islam dan mengaku memiliki kedudukan khusus dalam agama. Dari gerakannya lahir kelompok yang dikenal dengan nama Bahaiyah.

Di zaman yang lebih dekat, muncul pula Mahmud Muhammad Thaha dari Sudan yang menyebarkan pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Tulisan dan pemikirannya berhasil mempengaruhi sebagian orang hingga akhirnya pemerintah Sudan menjatuhkan hukuman mati kepadanya pada tahun 1985 karena dianggap melakukan kesesatan dan kemurtadan.

Dajjal
Foto: Umar Faqih | Islampos

Fenomena semacam ini menunjukkan bahwa peringatan Rasulullah ﷺ benar-benar terjadi. Dari masa ke masa selalu ada orang yang berusaha mencari pengaruh, kekuasaan, atau popularitas dengan mengatasnamakan wahyu dan kenabian.

BACA JUGA:  Benarkah Dajjal Akan Muncul Setelah Sungai Eufrat Kering?

Pelajaran Penting bagi Kaum Muslimin

Kemunculan nabi-nabi palsu mengajarkan kepada kaum muslimin pentingnya berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Banyak orang tersesat bukan karena kurang cerdas, tetapi karena kurang memiliki ilmu yang benar. Ketika seseorang tidak memahami dasar-dasar agamanya, ia lebih mudah tertipu oleh klaim-klaim yang tampak menarik namun sebenarnya menyimpang.

Karena itu, seorang muslim hendaknya selalu mempelajari agamanya dari sumber yang terpercaya, mengikuti pemahaman para ulama yang lurus, serta meyakini dengan sepenuh hati bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi.

Meski demikian, seluruh nabi palsu yang pernah muncul sepanjang sejarah tidaklah sebanding dengan fitnah Dajjal terbesar yang akan muncul di akhir zaman. Dajjal itulah yang menjadi ujian paling dahsyat bagi umat manusia. Ketika fitnahnya menyebar ke seluruh penjuru bumi, Allah Ta’ala akan menurunkan Nabi Isa bin Maryam ‘alaihis salam untuk membunuhnya dan mengakhiri fitnah besarnya.

Oleh sebab itu, seorang mukmin hendaknya senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah para pendusta dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal yang akan muncul menjelang hari kiamat. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *