Kalau Salat Pakai Baju yang Ada Najisnya, Sah Nggak Sih?

Salma Fathuraini
4 Min Read

PERNAH nggak sih, setelah salat baru sadar kalau ternyata ada najis di baju?

Misalnya ada bekas air kencing. Atau darah. Atau najis lain yang sebelumnya tidak kita sadari.

Lalu muncul pertanyaan.

Salatnya tadi sah atau harus diulang?

Jawabannya tidak sesederhana “pasti sah” atau “pasti tidak sah”. Ada beberapa keadaan yang perlu dibedakan.

Islam Memerintahkan Kita Menjaga Kebersihan

Dalam Islam, kebersihan punya kedudukan penting.

Allah berfirman:

«“Dan pakaianmu bersihkanlah.”»(QS. Al-Muddatsir: 4)

Ayat ini menjadi salah satu dasar bahwa pakaian seorang muslim perlu dijaga kebersihannya.

BACA JUGA: Apakah yang Najis Itu Haram?

Apalagi ketika hendak salat.

Salat bukan hanya soal menghadap kiblat dan berwudu. Kita juga diperintahkan menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat salat dari najis.

Bagaimana Kalau Baju Terkena Najis?

Pada dasarnya, pakaian yang digunakan untuk salat harus bersih dari najis.

Misalnya baju terkena air kencing. Jika diketahui sebelum salat, maka najis tersebut perlu dibersihkan terlebih dahulu.

Tidak harus seluruh bajunya dicuci.

Bagian yang terkena najis saja yang dibersihkan.

Hal ini pernah dijelaskan dalam hadis tentang darah haid yang mengenai pakaian.

Nabi ﷺ memerintahkan agar bagian yang terkena darah tersebut digosok dan dicuci, kemudian pakaian itu digunakan untuk salat.

Hadis ini diriwayatkan oleh dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Jadi, kalau najisnya diketahui sebelum salat, jangan sengaja dibiarkan.

https://s.shopee.co.id/W1zgA9JOC

Kalau Baru Tahu Setelah Salat?

Nah, bagian ini yang sering membuat orang bingung.

Para ulama memiliki pembahasan dan perincian dalam masalah ini.

Jika seseorang tidak mengetahui adanya najis ketika salat, kemudian baru mengetahuinya setelah selesai, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah salatnya harus diulang.

Sebagian ulama memandang salatnya tetap sah karena orang tersebut tidak mengetahui adanya najis ketika mengerjakannya.

Pendapat ini antara lain dikaitkan dengan sebuah hadis tentang Nabi ﷺ yang pernah melepas sandal ketika sedang salat setelah diberi tahu bahwa terdapat kotoran pada sandal tersebut.

Beliau kemudian melanjutkan salatnya.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad, dan memiliki pembahasan dalam penilaian serta pemahaman para ulama.

Kalau Sudah Tahu, Tapi Tetap Salat?

Ini berbeda.

Kalau seseorang sudah mengetahui bajunya terkena najis dan mampu membersihkannya, tetapi sengaja tetap salat dengan pakaian tersebut, persoalannya menjadi lebih serius.

Karena ia sebenarnya mengetahui adanya najis.

Maka, langkah yang aman adalah membersihkannya terlebih dahulu.

Kalau tidak bisa mencuci bajunya, seseorang dapat mengganti pakaian jika memungkinkan.

Islam tidak mengajarkan kita untuk sengaja meremehkan kebersihan dalam ibadah.

Jangan Langsung Panik

Ada satu hal penting.

Jangan sampai persoalan najis membuat kita terus-menerus waswas.

Misalnya setiap selesai salat kita memeriksa pakaian berkali-kali. Takut ada setitik najis. Takut salat tidak sah. Takut wudu batal.

Dalam fikih ada kaidah bahwa keyakinan tidak gugur hanya karena keraguan.

Kalau sebelumnya kita yakin pakaian bersih, lalu setelah salat hanya muncul keraguan tanpa bukti yang jelas, tidak perlu mengikuti waswas tersebut.

Islam itu mudah.

Yang diperintahkan adalah menjaga kesucian dengan wajar, bukan hidup dalam kecemasan.

BACA JUGA: Antara Maksiat, Air, dan Najis dalam Perspektif Thaharah

Kesimpulan

Jadi, Sah atau Tidak?

Singkatnya, kalau pakaian terkena najis, najis tersebut harus dibersihkan ketika diketahui dan mampu untuk membersihkannya.

Namun, jika baru diketahui setelah salat, terdapat perbedaan pendapat ulama tentang apakah salat harus diulang.

Karena itu, jangan terburu-buru menyalahkan orang lain.

Untuk kasus yang spesifik, terutama jika menyangkut najis yang sulit dihilangkan atau kondisi yang tidak memungkinkan mengganti pakaian, sebaiknya mengikuti panduan ustaz atau ahli fikih yang dipercaya.

Yang paling penting, kita belajar.

Bukan sekadar takut salat tidak sah.

Tetapi juga memahami bagaimana Islam memberikan aturan sekaligus kemudahan kepada umatnya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *