DALAM Islam, setiap ibadah memiliki kedudukan yang berbeda. Ada amalan yang hukumnya wajib sehingga harus dikerjakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Ada pula amalan sunnah yang sangat dianjurkan karena dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ, tetapi tidak diwajibkan.
Lalu muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan, apakah meninggalkan amalan sunnah termasuk dosa? Jawabannya adalah tidak, selama amalan tersebut memang benar-benar berstatus sunnah dan bukan kewajiban. Orang yang meninggalkannya tidak berdosa, tetapi ia kehilangan kesempatan memperoleh pahala dan keutamaan yang besar.
Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami perbedaan antara amalan wajib dan sunnah agar tidak salah dalam menilai suatu ibadah.
BACA JUGA: Apakah Shalat Dhuha Boleh Dilakukan Berjamaah, atau Sunnahnya Justru Dikerjakan Sendirian?
Apa Itu Amalan Sunnah?
Amalan sunnah adalah segala bentuk ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Jika dikerjakan, seseorang akan mendapatkan pahala. Namun, apabila ditinggalkan, ia tidak mendapatkan dosa.
Contoh amalan sunnah antara lain:
-Shalat Dhuha.
-Shalat Tahajud.
-Puasa Senin dan Kamis.
-Bersiwak sebelum shalat.
-Memperbanyak dzikir.
-Membaca Al-Qur’an setiap hari.
-Mengucapkan salam terlebih dahulu.
Semua amalan tersebut memiliki keutamaan yang besar. Meskipun demikian, Islam tidak membebani seseorang dengan kewajiban untuk selalu melaksanakannya.
Mengapa Sunnah Tetap Sangat Dianjurkan?
Walaupun meninggalkannya tidak berdosa, amalan sunnah tetap memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Sunnah menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kedekatan kepada-Nya.
Dalam hadis qudsi, Allah berfirman bahwa seorang hamba terus mendekatkan diri kepada-Nya dengan amalan-amalan sunnah hingga Allah mencintainya. Hadis ini menunjukkan bahwa sunnah bukan sekadar pelengkap, melainkan sarana untuk meraih kecintaan Allah.
Selain itu, amalan sunnah juga menjadi penyempurna bagi ibadah wajib. Pada hari kiamat nanti, kekurangan dalam ibadah wajib dapat disempurnakan dengan amalan-amalan sunnah yang pernah dilakukan selama hidup.
Karena itu, meskipun tidak wajib, seorang Muslim sebaiknya tidak meremehkan amalan sunnah.
Apakah Semua Sunnah Boleh Ditinggalkan?
Secara hukum, amalan sunnah memang boleh ditinggalkan tanpa menyebabkan dosa. Namun, bukan berarti seorang Muslim dianjurkan untuk terus-menerus meninggalkannya.
Jika seseorang sesekali tidak melaksanakan shalat Tahajud karena kelelahan, atau tidak sempat berpuasa sunnah karena kesibukan, maka hal itu tidak menjadi dosa.
Akan tetapi, apabila seseorang sengaja meninggalkan seluruh amalan sunnah karena merasa tidak membutuhkan tuntunan Rasulullah ﷺ atau meremehkan ajaran beliau, maka sikap tersebut tentu tidak baik. Seorang Muslim hendaknya memiliki rasa cinta kepada sunnah karena sunnah merupakan bagian dari petunjuk Nabi.
Maka yang perlu dijaga bukan hanya banyaknya amalan, tetapi juga sikap menghormati dan mencintai sunnah.
Dahulukan Ibadah Wajib
Kesalahan yang kadang terjadi adalah seseorang sangat bersemangat menjalankan amalan sunnah, tetapi masih sering melalaikan ibadah wajib. Padahal, ibadah wajib memiliki kedudukan yang jauh lebih utama.
Misalnya, seseorang rajin shalat Tahajud tetapi masih sering meninggalkan shalat lima waktu. Keadaan seperti ini tentu perlu diperbaiki. Allah lebih dahulu memerintahkan hamba-Nya untuk menjaga kewajiban sebelum memperbanyak amalan tambahan.
Oleh karena itu, langkah terbaik adalah memastikan seluruh ibadah wajib telah dikerjakan dengan baik. Setelah itu, barulah memperbanyak amalan sunnah sesuai kemampuan.
Lebih Baik Sedikit tetapi Istiqamah
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun jumlahnya sedikit.
Tidak semua orang mampu bangun Tahajud setiap malam atau berpuasa sunnah setiap pekan. Namun, setiap Muslim pasti memiliki kesempatan untuk mengerjakan sunnah yang ringan, seperti membaca beberapa ayat Al-Qur’an setiap hari, berdzikir setelah shalat, atau mengerjakan shalat dua rakaat sebelum Subuh.
Amalan yang sederhana tetapi istiqamah sering kali lebih bermanfaat daripada amalan yang banyak namun hanya dilakukan sesekali.
BACA JUGA: Benarkah Tidak Boleh Puasa Sunnah di Hari Jumat?
Meninggalkan amalan sunnah tidak termasuk dosa, karena hukum sunnah adalah dianjurkan, bukan diwajibkan. Orang yang mengerjakannya akan memperoleh pahala, sedangkan yang meninggalkannya tidak mendapatkan hukuman. Meski demikian, meninggalkan sunnah berarti kehilangan banyak kesempatan untuk meraih pahala, menyempurnakan ibadah wajib, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Seorang Muslim yang bijak akan berusaha menjaga keseimbangan. Ia mendahulukan seluruh kewajiban dengan sebaik-baiknya, kemudian memperbanyak amalan sunnah sesuai kemampuan. Dengan cara itu, ibadah menjadi lebih sempurna dan kecintaan kepada Allah serta Rasul-Nya semakin tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

