Shalat Sunnah 2 Rakaat Ini Lebih Baik daripada Dunia dan Seisinya, Shalat Apa?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Islampos AI

DI ANTARA berbagai shalat sunnah yang diajarkan dalam Islam, dua rakaat sebelum shalat Subuh memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Shalat ini termasuk sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat fardu. Rasulullah ﷺ sangat menjaga pelaksanaannya, bahkan ketika sedang dalam perjalanan sekalipun.

Hal ini menunjukkan bahwa dua rakaat sebelum Subuh bukanlah amalan sunnah biasa. Meskipun hanya terdiri dari dua rakaat yang singkat, pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk membiasakan diri mengerjakannya.

BACA JUGA: Apakah Shalat Dhuha Boleh Dilakukan Berjamaah, atau Sunnahnya Justru Dikerjakan Sendirian?

Lebih Baik daripada Dunia dan Seluruh Isinya

Keutamaan terbesar dari shalat sunnah sebelum Subuh dijelaskan dalam hadis sahih. Rasulullah ﷺ bersabda: “Dua rakaat fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim no. 725)

Hadis ini menunjukkan betapa besar nilai dua rakaat tersebut. Dunia beserta seluruh kenikmatannya tidak sebanding dengan pahala yang Allah sediakan bagi orang yang mengerjakannya dengan ikhlas.

Ungkapan “lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya” bukan berarti dunia tidak penting, tetapi menunjukkan bahwa pahala akhirat jauh lebih berharga daripada seluruh kenikmatan yang bersifat sementara.

https://s.shopee.co.id/2BCiKTbPUr

Sunnah yang Tidak Pernah Ditinggalkan Rasulullah ﷺ

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ tidak pernah menjaga shalat sunnah melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum Subuh.

Beliau berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ begitu menjaga suatu shalat sunnah melebihi dua rakaat sebelum Subuh.” (HR. Bukhari no. 1169 dan Muslim no. 724)

Hadis ini menjadi bukti bahwa shalat sunnah sebelum Subuh memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan ketika safar, Rasulullah ﷺ tetap mengerjakannya. Hal tersebut menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak meremehkan amalan yang tampak sederhana ini.

Membuka Hari dengan Ibadah

Shalat sunnah sebelum Subuh menjadi awal yang baik untuk memulai hari. Sebelum disibukkan dengan pekerjaan, sekolah, atau aktivitas lainnya, seorang Muslim terlebih dahulu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memulai pagi dengan ibadah akan memberikan ketenangan hati dan menumbuhkan semangat untuk menjalani hari. Selain itu, seseorang akan lebih mudah menjaga shalat wajib dan ibadah lainnya apabila hari dimulai dengan ketaatan.

Kebiasaan ini juga melatih kedisiplinan karena mengharuskan seseorang bangun lebih awal dan memanfaatkan waktu sebelum azan Subuh atau sebelum shalat Subuh berjamaah dimulai.

Shalat yang Ringan tetapi Berpahala Besar

Salah satu keistimewaan shalat sunnah sebelum Subuh adalah pelaksanaannya yang singkat. Rasulullah ﷺ biasanya meringankan bacaan dalam dua rakaat ini, tanpa mengurangi kekhusyukan dan kesempurnaan shalat.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau membaca surah-surah pendek, sehingga shalat ini tidak memakan waktu lama. Meskipun ringan, nilainya sangat besar di sisi Allah.

Hal ini mengajarkan bahwa ukuran suatu amal bukan ditentukan oleh lamanya pelaksanaan, tetapi oleh keikhlasan, kesesuaian dengan sunnah, dan nilai yang Allah berikan kepada amalan tersebut.

Menjadi Pelengkap Shalat Wajib

Shalat sunnah memiliki fungsi sebagai penyempurna kekurangan yang mungkin terjadi dalam shalat wajib. Tidak sedikit orang yang shalatnya masih kurang khusyuk atau melakukan kesalahan tanpa disadari.

Dengan memperbanyak shalat sunnah, termasuk dua rakaat sebelum Subuh, seorang Muslim berharap kekurangan dalam ibadah wajibnya dapat disempurnakan oleh Allah SWT.

Karena itu, menjaga shalat sunnah bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah.

BACA JUGA: Apakah Meninggalkan Amalan Sunnah Termasuk Dosa?

Shalat ini dilaksanakan setelah masuk waktu Subuh dan sebelum mengerjakan shalat Subuh wajib. Jumlah rakaatnya hanya dua rakaat dengan satu kali salam.

Dianjurkan untuk melaksanakannya dengan tenang dan penuh kekhusyukan. Setelah selesai, seseorang dapat berzikir, membaca Al-Qur’an, atau menunggu pelaksanaan shalat Subuh berjamaah apabila berada di masjid.

Membiasakan amalan ini setiap hari akan menjadi investasi pahala yang sangat besar. Walaupun sederhana, istiqamah dalam menjalankannya merupakan tanda kecintaan kepada sunnah Rasulullah ﷺ.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *